
Malam yang hangat itu. Gavin terlelap dengan memeluk Reghata. Begitu pun Reghata yang terlelap dengan nyaman di pelukan Gavin sang suami. Perasaan rindu yang menyakiti mereka saat malam dimana kedua nya berpisah. Kini rasa rindu itu telah terbalaskan. Mereka berdua pun bisa bermimpi dengan indah lagi.
Keesokan paginya. Cahaya matahari menyeruak menyinari setiap sudut ruangan. Karena gorden-gorden yang menutupi jendela dan pintu kaca ke balkon. Sudah terbuka semua.
Reghata menggeliat merenggang kan tubuh nya. Wanita itu pun mengerjapkan matanya sembari meraba-raba tempat tidur bagian sebelah nya. Kosong tidak ada apa-apa. Reghata terkejut. Sontak dia langsung beranjak duduk menoleh kiri dan kanan. Mencari-cari sosok Gavin.
"Kemana dia? kenapa tidak membangunkan ku?"
Reghata pun segera beranjak berjalan kearah kamar mandi. Dibuka nya perlahan pintu kamar mandi. Memeriksa ke dalam nya, Gavin juga tidak ada di dalam sana.
"Mungkin dia di luar...."
Cklek.
Reghata membuka pintu kamar lalu berjalan keluar tanpa melihat ke arah depan.
"Kenapa kau tidak membangunkan ku? Aku bisa terlambat pergi bekerja...." Reghata menggerutu.
Seketika dia terpaku diam ketika mendapati Gavin dan Rey yang tengah mengobrol di depan tv. Malu, sangat malu rasanya. Reghata tidak pernah sama sekali bertemu dengan seseorang dalam keadaan baru bangun tidur. Termaksud Mommy dan Daddy nya, hanya Gavin saja yang sudah pernah melihat muka bantal nya. Itu pun ketika mereka berdua sudah menikah.
__ADS_1
Gavin dan Rey menoleh bersamaan ke arah pintu kamar. Disana Reghata berdiri di ambang pintu sambil melongo.
"Selamat pagi Nona Reghata...." sapa Rey dengan ramah nya.
"Selamat pagi Rey...." Reghata tersenyum kikuk. Dia melirik Gavin yang tengah menatap nya sinis.
"Apa kau tidak mau pergi mandi dan bersiap? Atau mau tetap berdiam diri disitu?" cetus Gavin sambil melotot.
Reghata pun langsung bergegas kembali masuk ke dalam kamar. Gavin menghela nafas panjang, pagi-pagi Reghata sudah membuat nya naik darah. Bagaimana bisa dia memperlihatkan dirinya yang seperti itu kepada orang lain. Sangat ceroboh pikir Gavin.
"Reghata memang cantik, meskipun baru bangun tidur saja....Dia tetap cantik...." celetuk Rey yang matanya tidak berhenti menatap pintu kamar Gavin dan Reghata.
"Jaga pandangan mu, itu istriku...." cetus Gavin.
"Dasar bos yang tidak punya perasaan, lagian apa yang salah dengan ucapan ku....memang benar adanya kok" celetuk Rey lagi dengan wajah masam.
"Kau...." Gavin menatap tajam Rey. "Jika kau tidak mau berhenti membahas istriku, aku akan memotong gajih mu bulan ini...." ancam Gavin sembari ia menyeringai licik.
"Ok...ok fine, aku berhenti membahas istrimu....tapi jangan potong gajih ku bulan ini" Rey tersenyum lebar dengan paksa.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian.
Reghata keluar dari kamar. Dia terlihat sudah rapi dengan setelan kerja nya. Muka bantal yang tadi kini sudah berubah menjadi paras cantik dan menawan. Aura dingin menyeruak di dalam ruangan itu.
Dengan anggun nya Reghata berjalan mendekati Gavin, lalu duduk di sofa tepat disebelah suaminya. "Minumlah itu, aku sudah membuatkan nya untuk mu" ucap Gavin menyodorkan segelas susu dihadapan Reghata.
"What? Kamu suruh aku minum ini dipagi hari? Gak salah kan...." Reghata menatap skeptis suaminya.
"Kenapa? Tidak ada yang salah kan...." ucap Gavin yang tidak mengerti ucapan Reghata.
"Apa kau mau aku bengkak? Aku tidak minum susu di pagi hari, siapkan aku jus buah" ucap Reghata dengan angkuh nya menggeser gelas susu itu.
"Bengkak? Hahaha, gak salah dengar? Tubuhmu sudah kurus begitu, mau dibuat kurus gimana lagi? Seperti tengkorak yang berjalan? Begitu" Gavin tergelak tawa.
Reghata menyipitkan matanya sambil menggigit bibir bawah nya. "Terserah...." sahut nya acuh.
Rey tertawa pelan melihat tingkah sepasang suami istri yang selalu saja bertengkar itu. Tidak ada habis nya setiap waktu mereka bertemu hanya untuk bertengkar dan berdebat saja.
Note : Jangan lupa like yah☺️
__ADS_1