Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 46


__ADS_3

"Sejak kapan dia mengetahui nomer ponselku? tapi terserahlah yang penting sekarang dia menelpon ku..." Bathin Rens.


"hmm ada apa yah ? kok tumben kamu telpon?" tanya Rens.


"Aku ingin mengajak mu makan malam diluar, karna Kevin sedang banyak kerjaan dia tidak bisa membawakan kita makan" ucap Nathan.


"baiklah....." ucap Rens singkat.


"Aku akan menjemputmu sore nanti" ucap Nathan, setelah itu dia langsung memutuskan panggilan sepihak.


*****


Sore harinya.....


Nathan bersiap untuk pulang, saat itu dia memutuskan untuk mengemudi sendiri karna Kevin memiliki kerjaan yang harus di selesaikannya.


Nathan melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan sedang menuju kampus Rens. Sesampainya disana benar sekali bahwa Rens sudah menunggunya didepan gerbang. Senyuman kecil pun tercipta diujung bibirnya saat melihat Rens sudah menunggunya menjemput.


"Bukan kah semalam raut wajah nya seperti sedang marah kepadaku? kenapa sekarang malah sebahagia itu raut wajah nya?" Bathin Nathan.


Nathan pun keluar dari mobilnya, lalu menghampiri Rens. Saat sedang berjalan mendekat kearah Rens tiba-tiba ada seorang pria yang menyapa Rens dari belakang, pria itu tak lain adalah Tara. Dia pun mempercepat langkahnya dan dengan cepat menggapai tangan Rens.


"Hai Rens...." sapa Tara dari belakang Rens.


Rens pun menoleh kebelakang, betapa terkejutnya saat melihat sosok Tara.


"Tara.....kamu kemana aja? kok baru kelihatan sih?" tanya Rens.


"Kamu apa kabar? aku lagi banyak yang harus diurus diperusahaan papahku" Jawab Tara, sembari menyodorkan tangan pada Rens.


Rens pun tersenyum dan menyodorkan tangannya juga, saat tangan Rens dan Tara hampir bersentuhan. Tiba-tiba Nathan datang dan menarik tangan Rens hingga tak jadi berjabatan dengan Tara.


Rens terkejut dengan sikap Nathan, ada pa dengannya. Tara pun menatap tajam kearah Nathan, begitu pun Nathan yang menatap Tara dengan kebencian.


"Ayo kita pulang...." ajak Nathan, seraya masih menggenggam tangan Rens dengan erat.


Rens mengerang kesakitan, namun Nathan tetap tak menghiraukannya. Saat Nathan hendak berjalan sembari menarik tangan Rens, tiba-tiba pundaknya ditahan oleh Tara. Tara merasa kesal melihat sikap kasar Nathan pada Rens.


"Aghh....Nathan sakit" Rens mengerang kesakitan, Namun tak dihiraukan.

__ADS_1


"Berhenti....." Tara mencoba menahan pundak Nathan.


"....apa kau tidak dengar dia kesakitan" ucap Tara lagi sedikit membentak.


"Bukan urusanmu...." balas Nathan ketus.


"Seharusnya kau bertanya padanya, apakah dia mau ikut denganmu" ucap Tara menatap Tajam Nathan.


"Rens jika kau merasa keberatan dengan sikapnya seharusnya kau bicara jangan diam saja..." Tara memegang tangan Rens yang satunya.


"Tara...." Rens menatap Tara dengan sendu.


"Lepaskan tanganmu dari istriku....huh" ucap Nathan menghela nafas dengan pelan.


"ngga akan....jika kamu menyakitinya terus menerus seperti ini,aku akan merebutnya darimu"


"Tara...apa yang kamu bicarakan?" Rens terkejut mendengar ucapan Tara.


"Benar Rens....sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan nya padamu!!" ucap Tqra tanpa berfikir bagaimana perasaan Rens.


"hahaha......drama apa lagi ini? yasudah kalau begitu silahkan lanjutkan perbincangan hangat kalian!! aku pergi" Nathan tertawa licik, lalu melepaskan genggaman nya pada Rens.


Namun karna Nathan sudah terlanjur emosi, dirinya tak menghiraukan panggila Rens dan tetap berlalu pergi. Nathan memutar balikan mobilnya dengan kasar lalu melajukan mobil sekencang nya meninggalkan Rens bersama Tara.


"Tara lepaskan....aku harus mengejar Nathan"


"Rens sudah biar kan saja dia...."


"Biarkan gimana maksudmu? bagaimana jika dia marah padaku hikss?" Rens meneteskan air matanya.


"Rens sadar....dia sudah memperlakukan mu dengan buruk...apa kamu masih bisa peduli dengan perasaannya jika dia marah"


Tara pun mengantar Rens pulang ke apartment milik Nathan. Sesampainya didepan gedung Rens pun keluar dari mobil Tara dan langsung masuk kedalam setelah berterima kasih pada Tara.


"Makasih yah sudah antar aku...." ucap Rens kepada Tara, raut wajah nampak sedang sedih. Matanya sembab karna menangis tadi. Dia pun langsung berlalu masuk kedalam gedunh tersebut.


"Rens...." panggil Tara secara tiba-tiba, hingga menghentikan langkah Rens.


"yah...." jawab Rens sembari menoleh.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu, kamu bisa menelpon ku" ucap Tara.


Rens pun hanya membalas senyuman dan kembali melanjutkan langkah nya. Melihat Rens sudah memasuki gedung itu Tara pun menancap gas segera pergi dari sana.


"Nathan pasti sangat marah padaku....terlebih dia meninggalkanku dengan perasaan yang sangat kesal tadi.....bagaimana caraku untuk membujuknya...Aaaaaa Renesmee ayo fikirkan sesuatu" gumam Rens.


Sampailah dirinya dilift yang ada diparkiran, lift yang biasa dipakai Nathan dan juga dirinya. Dirinya benar-benar bingung dan tidak tau harus berkata apa jika bertemu dengan Nathan. Bahkan yang lebih membingungkan nya lagi, bagaimana caranya dia untuk naik keatas tanpa kartu akses VVIP milik Nathan.


"Agghh Rens, kau bodoh sekali!! sekarang bagaimana caranya aku untuk naik....apa aku harus menelponnya? Tidak-tidak gimana kalau dia tidak mau?" ucap Rens menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Dia mondar-mandir tepat didepan lift tersebut. Dirinya begitu bingung terus memikirkan caranya agar dapat naik keatas tanpa harus bertemu dengan Nathan. Karna saat ini dia sangat takut untuk bertemu Nathan, mengingat bagaimana terakhir kalinya Nathan marah padanya. Sungguh menakutkan fikirnya.....


Lima belas menit berlalu, dia terus mondar-mandir tidak jelas disana. Tiba-tiba saja seorang pria menghampiri dirinya dan memberikan sebuah paperbag berisi makanan. Pria itu tak lain adalah Kevin, entah dari mana Kevin tahu jika Rens sedang menunggu keajaiban datang untuk membantunya naik, ini hanyalah kebetulan atau memang sengaja.


"Nona Renesmee....ini dia makan malam untuk anda!!" ucap Kevin yang mengejutkan Rens. Rens pun sontak menoleh kearah belakang dan betapa senangnya dia melihat sosok Kevin saat itu.


"Hah....Kevin syukurlah kamu datang, terima kasih makanannya" ucap Rens pada Kevin, matanya berbinar menatap Kevin. Kevin yang merasa ditatap seperi itu hanya bisa memasang raut wajah bingung.


"Dasar wanita aneh...kenapa dia terlihat begitu senang saat melihatku ...lupa kalau dia tidak bisa naik karna tidak ada Nathan" gumam Kevin, dia tertawa dalam hati menertawai Rens.


"Nona Rens apa kamu tidak ingin naik? dan terus berdiri disini saja" tanya Kevin, sembari mengangkat alis sebelahnya.


"Oh iya.....aku ikut" Rens pun melangkah memasuki lift bersama dengan Kevin.


.


.


.


.


.


Sore itu Nathan melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju apartemen nya. Kekesalan yang sangat-sangat jelas tergambar diwajah tampan nya itu. Jantungnya begitu berdegup dengan kencangnya, dia menggeretakan giginya sesekali. Dibukanya jasnya perlahan saat sedang mengemudi, lalu ditariknya sedikit dasinya hingga melonggar. Sungguh gerah rasanya......


"hahah....mereka kira mereka siapa? hingga aku harus melihat drama yang mereka mainkan itu....Tara Louis huh" geram Nathan, sembari menghela nafasnya dengan kasar.


Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah guys.....Semangat🤗🤗


__ADS_2