Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 101


__ADS_3

Sampailah mereka didepan sebuah restauran favorite Kevin.....


Kevin memarkirkan mobilnya ditempat yang telah disediakan. Dengan sigap sebelum Mia membuka pintu mobilnya sendiri, Kevin cepat-cepat keluar terlebih dahulu, dan membuka kan pintu untuk Mia bak seorang Nyonya besar.....


" Makasih.... " ucap Mia lalu tersenyum.


" Sama-sama tuan putri ku.... " sahut Kevin membalas senyuman Mia.


Kevin pun menyodorkan lengan nya, memberi isyarat untuk wanita disebelah nya itu. Sambil menatap wajah tampan Kevin, Mia sangat tahu apa yang dimaksud pacar nya itu.


Dia pun langsung saja merangkul lengan kekar dan menyender kan kepala nya dipundak Kevin. Terakhir kali mereka makan bersama bukan sebagai sepasang kekasih. Tetapi sekarang mereka akan makan bersama pertama kalinya sebagai sepasang kekasih yang bahagia...


Pelayan restauran langsung menuntun mereka ketempat yang telah direservasi oleh Kevin. Kevin sengaja memilih tempat dilantai dua nya agar sekiranya dapat melihat pemandangan indah. Karna restauran itu berada di atas puncak, dengan romansa pegunungan serta lampu-lampu dari gedung dan kendaraan dimalam hari. Dari atas sana setiap sudut kota terpampang begitu jelasnya.....


.


.


.


Mia begitu risih, karna semua pandangan mata tertuju padanya. Ada perasaan malu dan tidak percaya diri yang kini dia rasakan....


Bagaimana tidak, jika Kevin dengan setelan keren dan rapi bersanding makan malam direstauran mewah dengan nya. Dirinya yang terlihat kusut, lesuh, dan pakaian nya saja tidak bisa dibandingkan dengan mahal nya makanan disana....


Dia terus mengusap-usap jari jemari nya karna tidak percaya diri. Raut wajah nya menjadi gusar, bahkan dia rasa para pelayan disana ikut bergunjing membicara kan nya.....


Kevin melihat kegusaran diwajah Mia. Dia menoleh sekeliling nya. Setelah itu dia menggenggam tangan Mia diatas meja.


Dia mencoba untuk menenangkan hati wanita nya itu. Dia tak mau jika Mia merasa dirinya tak pantas bersama Kevin. Ingin sekali dia berteriak kepada semua orang yang bergunjing akan Mia disana. Namun diurungkan niat nya tersebut.....


" Mia.... " ucap Kevin sembari menggenggam tangan Mia erat.


" Hah? Iya a-ada apa ? " sahut Mia terkejut dan gugup. Sembari ia tersenyum kecut.


" Bagaimana jika kita makan ditempat favorite mu saja.... " ucap Kevin tersenyum.


Dia tak mau Mia merasa tertekan, jadi saat ini sebaiknya dia membawa Mia keluar dari tempat itu. Tetapi dengan atas kehendak Mia sendiri....


" Apa? " balas Mia, tak percaya.


" Iya... Seperti makanan disini tidak enak!! " ucap Kevin tanpa dosa di depan para pelayan yang melayani mereka.


Para pelayan pun terkejut dan saling melirik satu sama lain. Mereka sadar jika Kevin marah akan sikap mereka yang menggunjing Mia...


" ......bagaimana jika kita pergi ketempat favorite mu aja " lanjutnya tersenyum pada Mia tetapi melotot kepada para pelayan.


" Boleh kah? " ucap Mia ragu-ragu, dengan wajah murung menunduk.


Kevin memegang dagu Mia dan menegak kan wajah nya yang cantik natural itu. Bola matanya sedikit berkaca, sangat jelas jika saat ini dia begitu tertekan...


" Ayo kita pergi dari sini.... "


Kevin menggenggam tangan Mia erat dan membawa nya keluar dari restauran tersebut. Para pelayan berbondong-bondong meminta maaf, dan membujuk Kevin untuk kembali.


Namun hasil nya Nol Besar, Kevin sama sekali tidak mau mendengar nya. Amarah nya begitu memuncak, tetapi dia mencoba untuk sesabar mungkin didepan Mia wanita yang saat ini berstatus kekasih nya...


Didalam mobil Mia masih murung, dia merasa sakit sekali dan sesak di dadanya. Bahkan sempat terlintas di pikiran nya untuk memutuskan hubungan yang tidak mungkin ini....


Dia terlalu malu dan tidak percaya diri bersanding dengan Kevin. Jangan kan bersanding dipernikahan bahkan bersanding berjalan didekat nya saja sudah tidak cocok.


Kevin mencoba untuk setenang mungkin, dia memakai kan sabuk pengaman Mia dan juga dirinya. Mia memandang lekat wajah tampan pria yang bersikap manis padanya itu.


Jantung nya seperti diremas-remas rasanya sakit sekali, bola mata yang berkaca-kaca kini tanpa sadar telah basah keluarnya cairan bening....


" Tidak perlu seperti ini...... " ucap Mia dengan suara bergetar.


Dia berusaha tegar didepan Kevin, tetapi air matanya tidak bisa tertahan dan menetes membasahi kedua pipinya...


" Tidak perlu apa ? " ucap Kevin seolah tidak Tahu.


Segera ia menghapus air mata dipipi Mia dengan punggung tangan nya.


" Aku tahu....kamu melakukan nya untuk aku kan? "


" ....benar kata orang-orang tadi jika aku tidaklah.... "

__ADS_1


Ucapan nya terhenti, terlebih dulu Kevin menutup mulut Mia menggunakan jemari nya. Lalu ia tersenyum menggelengkan kepalanya.


" Kamu adalah orang yang paling pantas untuk ku, dan aku tidak perduli apa kata orang lain "


" .....sudah yah ngga usah mikir yang macam-macam "


Kevin mencoba untuk menenangkan pikiran Mia, dia langsung mendekap wanita nya itu didada nya. Mia menangis tersedu-sedu. Apakah dia mesti bahagia, atau sebalik nya ?


Setelah mulai tenang Kevin kembali mengendarai mobil nya menuju tempat makan yang disukai Mia. Tempat dimana dia tidak akan merasa canggung seperti tadi lagi....


.


.


.


Mobil Kevin berhenti di depan sebuah taman yang berada dipinggir kota. Taman itu berada di daerah pemukiman yang jauh berbeda dari restauran sebelum nya....


" Ayo turun....aku yakin kamu pasti suka makanan nya " ucap Mia dengan semangat.


Kevin memandang sekeliling nya dengan ragu, namun ia tetap berusaha tersenyum depan Mia.


Mia turun dari mobil dan disusul oleh Kevin. Mereka bergandengan tangan menuju tempat yang di percaya Mia Kevin akan menyukai nya...


Masuklah mereka disebuah kedai kecil yang begitu sederhana bagi Kevin. Tetapi pengunjungnya begiti ramai sampai-sampai hampir tidak ada tempat untuk mereka berdua....


Akhirnya setelah menunggu beberapa menit tempat untuk mereka pun telah tersedia seiring orang yang sebelum nya sudah selesai makan....


Masih sama Kevin memandang terus sekeliling nya, memperhatikan orang-orang yang makan disana begitu lahap nya.


Ada yang mengobrol santai, membicarakan bisnis, dan ada juga yang tertawa lepas bercandaan. Yang jelas disana terlihat begitu ramai dan bersahabat....


Dia hanya diam memperhatikan Mia yang sedang berbicara kepada pemilik kedai dimeja kasir. Sesekali Mia menunjuk-nunjuk kearah nya dan tersenyum, membuat Kevin sedikit salah tingkah.


" Apa yang dibicarakan nya? sepertinya membicarakan ku hahaha!! " gumam Kevin.


Sembari ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal....


Setelah selesai berbicara atau memesan, Mia kembali duduk dikursinya yang berhadapan dengan Kevin.....


" Apa kamu sering datang ketempat ini? " tanya Kevin penasaran.


Karna sedari tadi Mia terlihat begitu akrab dengan orang-orang disana....


Mia mengangguk tersenyum...


" Kenapa? apa kamu tidak menyukai tempat ini ? " Tanya Mia dengan wajah sedikit cemas.


" Tidak....tidak kok, apapun yang kamu suka sudah jelas aku juga pasti menyukai nya " ucap Kevin dengan senyuman manis nya. Dan menyentuh pipi Mia yang memerah kala itu.


Mia semakin terpana akan ke tampanan pria yang duduk dihadapan nya itu.


Tak menunggu lama pelayan kedai pun membawakan dua porsi jajangmyeon dan beberapa pelengkap nya......


" Waktu itu di Apartemen Nathan....kita pernah maka. ini kan bersama " ucap Mia yang menyodorkan mangkuk jajangmyeon milik Kevin.


" hmm...iya aku ingat " jawab Kevin sedikit ragu.


Sebenarnya waktu itu Kevin sama sekali tidak menyentuh jajangmyeon yang dibeli Mia. Saat makan bersama di Apartemen Nathan kala itu.....


Dia takut jika ada beberapa biji kacang yang terkandung di dalam nya. Di perhatikan nya dengan begitu seksama mangkuk tersebut. Sedangkan Mia sudah mulai meracik jajangmyeon tadi dengan beberapa pelengkap nya....


Saat ingin menyuap, tangan nya terhenti saat melihat Kevin yang sedikit aneh. Dia pun bertanya....


" Ada apa? "


" Hah? tidak apa-apa kok!! hanya saja.... "


" Hanya apa? "


Kevin merasa tidak enak untuk mengatakan nya, melainkan malu. Karna dia seorang pria masa alergi terhadap sesuatu kan lucu.....


" Aku...tidak bisa makan kacang " ucap nya dengan ragu-ragu.


Mia tersenyum menahan tawanya....

__ADS_1


" Kevin sayang....tenanglah ini tidak ada kacang sama sekali didalam nya "


" .....rasanya begitu enak, pasti kamu suka " ucap Mia meyakin kan pria nya itu.


" Benarkah ? "


Mia mengangguk dan tersenyum, lalu dia menyodorkan mangkuk milik nya yang telah ia racik sebelum nya.


Perlahan Kevin mulai menyantap sedikit demi sedikit jajangmyeon nya, begitu pun dengan Mia hingga habis.....


Setelah makan malam sederhana tadi, Kevin memutuskan untuk mengajak Mia. Pergi ketempat dimana dia biasa menghabiskan waktu....


.


.


.


Mobil Kevin terparkir tepat dibawah jembatan panjang diatas sungai. Dari tempat mereka, dapat terlihat jelas aliran sungai yang indah dengan kelap-kelip lampu beberapa kapal kecil disana.....


Mereka duduk didepan jok mobil depan Kevin semabri bersandar dikacanya. Mia bersandar dipelukan Kevin dengan manjanya sembari melihat keindahan sekitar nya....


Disana adalah tempat yang sering dikunjungi Kevin, jika dia merindukan keluarganya. Meskipun tidak mengingat nya tapi beberapa potong kenangan sering muncul diingatan nya....


Jika biasanya dia sendirian, sekarang ada Mia yang mulai dari sekarang mengisi kesendirian nya.


" Suka ngga ? " tanya Kevin, yang sembari mengelus-elus kepala Mia.


" Aku suka..... " jawab Mia singkat, yang masih nyaman akan bersandar didada bidang Kevin.


" .....apa tidak apa-apa jika aku memberi mu panggilan sayang!! " lanjut Mia yang langsung bangun dan menatap wajah Kevin.


" Maksudnya ? " ucap Kevin dengan wajah penasaran nya.


" Aku ingin sekali dari dulu, jika aku punya kekasih aku akan memanggil nya dengan panggilan sayang, plisss " ucap Mia menjelaskan dengan sedikit memohon.


" Hmm...baiklah apa pun itu " ucap Kevin yang mencubit pelan pipi Mia.


" Benarkah....kalau begitu.... " ucap n.ya girang dan kembali diam sejenak berpikir.


" .... bagaimana kalau aku panggil kamu Bee aja "


" ..... Honeybee, lucu ngga " ucap nya merocos dekat wajah Kevin.


Kevin merasa Mia kini terlihat begitu menggemaskan dimatanya....


" Kok diam....kamu juga panggil aku gitu " ucap nya lagi dengan sedikit mulut yang di monyong-monyongin.


Membuat Kevin semakin gemes, akhirnya langsung saja tanpa menjawab. Kevin menc**m bibir Mia, bibir manis yang sangat disukai nya...


Awalnya terkejut, Mia akhirnya membalas ciuman tersebut. Saling mengh**ap dan melu**t sesekali merka berhenti untuk mengambil nafas. Lalu melanjutkan nya kembali......


Selang beberapa detik tiba-tiba ponsel Kevin berdering, menganggu ciuman panas mereka saja. Kevin mengangkat telpon tersebut dan ternyata dari Nathan.


Nathan meminta nya untuk datang keapartemen malam itu. Padahal ingin sekali ia berlama-lama menghabiskan waktu bersama Mia, namun apa boleh buat jika itu adalah hal penting....


" Mia aku minta maaf...seperti nya ada hal penting... " belum selesai bicara Mia menutup mulut Kevin dan menggeleng kepalanya.


" Tidak apa-apa pergilah.....dan jangan lupa panggil aku Bee ok " ucap nya dengan tersenyum, membuat perasaan bersalah Kevin memudar hilang.


Sungguh wanita yang bijaksana, itulah sosok Mia dimatanya....


" Lain kali aku janji akan mengajak mu datang kesini lagi Bee " ucap Kevin mengecup lembut punggung tangan Mia.


" Iya Bee, aku sayang kamu " jawab Mia yang bahagia mendapat perlakuan manis Kevin.


Kevin pun kembali mendekap Mia di pelukan nya dan beberapa kali mengecup pucuk kepala wanita nya itu dengan lembut.....


Jadi malam itu Kevin mengantar pulang Mia kerumah nya, lalu dia kembali keapartemen Nathan.......


.


.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2