
Reghata melepaskan pelukan nya. Dengan dada yang bergemuruh, menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan sang suami. Mengapa dia tidak mengatakan sesuatu atau menjawab.
"Vin...." Reghata menatap sang suami dengan air mata yang berderaian. "Kenapa kau hanya diam?"
Reghata semakin bingung dan gusar, ditatap Gavin dengan datar. Sang suami tidak menampakan raut wajah apapun. Dia hanya menatap Reghata dalam diam.
"Hiks hiks, apa kau tidak senang mendengarnya?" tanya Reghata.
"Huuuaaaaa, Aku tahu pasti kau sudah muak dengan ku, dan kau sudah tidak mau mencintaiku lagi, kau sudah capek menghadapi wanita keras kepala seperti ku ini.....hiks hiks" Reghata mencengkeram kerah baju Gavin kemudian kembali meraung menangis memegangi dadanya.
Reghata terkejut ketika Gavin meraih tangan nya yang mencengkram kerah bajunya. Reghata menengadah menatap wajah sang suami.
Alangkah terkejutnya lagi ketika Reghata mendapati sang suami yang telah meneteskan air mata di wajah tampan nya. Tangan nya bergetar hendak mengusap air mata berharga suaminya itu.
"Gavin..." lirih Reghata.
"Kenapa kau menangis? Apa aku sudah sangat menyakitimu? hiks hiks?"
Tangan Reghata menyentuh pipi Gavin dengan gemetaran. Mengusap air mata yang sudah membasahi wajah nya. "Jangan menangis....kau pasti membenciku kan"
Gavin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu ia mengecup kening sang istri dengan sangat lembut. Dan membawa nya kedalam dekapan hangat.
"Aku tidak membencimu sayang, aku juga tidak muak ataupun capek menghadapi mu....Aku hanya terlalu senang dan bahagia karena kau sudah mengakui perasaan mu secepat ini...." ucap Gavin.
__ADS_1
"Apa maksudmu? hiks hiks" tanya Reghata yang masih terisak. "Apa kau sudah tahu selama ini?"
"Ya, aku sudah tahu jika kau sudah mulai mencintaiku dan kau hanya belum menyadarinya saja...." ucap Gavin.
"Aku tidak akan pernah bosan untuk menghadapi mu sayang! Jangan kan sekarang, sampai mati pun aku bersedia mendampingi dan menerima semua sifatmu ...aku tidak akan meninggalkan mu Re, selamanya...." tutur Gavin dengan sangat tulus.
Reghata tersenyum di dalam dekapan Gavin. Hangat nya pelukan sang suami membuat nya merasa sangat nyaman. Sepanjang hidupnya kedepannya nanti. Reghata berharap dekapan hangat ini, akan selalu ada disaat dirinya membutuhkan tempat untuk bersandar.
"Aku bahagia bisa mengenalmu dan menikah dengan mu Vin, aku mencintaimu Gavin Louis" ucap Reghata.
"Aku juga mencintai mu, Reghata" sahut Gavin.
Reghata melepaskan pelukan nya. Dia menatap lekat kedalam netra indah milik suaminya. Sedetik kemudian bibir mereka kembali menyatu.
"Apa yang kau lakukan sayang, huft huft " Gavin menahan tangan Reghata sambil berbisik ditelinga istrinya itu. Dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aku tidak mau melakukan itu jika kau belum siap sayang" ucap Gavin lagi. Sembari ia mengusap peluh di kening Reghata kemudian mengecupnya.
"Hari ini aku akan memberikan sepenuhnya diriku untukmu Vin..." lirih Reghata pelan sambil bernafas perlahan.
Gavin tersenyum, dengan sekejap dia langsung kembali melahap bibir sang istri. Sambil berciuman Gavin menggendong tubuh Reghata masuk kedalam kamar. Tak lupa dia juga mengunci pintu.
Gavin merebahkan tubuh Reghata diatas tempat tidur dengan perlahan. Kemudian membuka satu persatu kancing kemeja nya hingga menampakan jelas dada bidang dan perut sixpack nya.
__ADS_1
Woah.
Reghata tak bisa berhenti menelan salivanya, wajah nya kini memerah seperti udang rebus. Jantung Reghata berdegup sangat kencang. Ketika Gavin mulai menanggalkan pakaian nya.
Reghata hanya bisa merasakan dan menikmati apa yang dilakukan sang suami pada dirinya. Gavin mulai menciumi setiap lekukan tubuh Reghata. Membuat sang istri menggelinjang merasa kan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya.
Keduanya saling menatap dengan mata sayu. Lagi-lagi Gavin mengusap peluh dikening Reghata lalu mengecupnya.
"Apa kau siap sayang?" bisik Gavin ditelinga Reghata, lalu menghembuskan nafasnya. Membuat kulit wanita itu meremang kegelian. Tanpa berkata Reghata mengangguk kan kepalanya.
"Akan sangat sakit, tapi aku akan melakukan nya perlahan sayang...." Gavin pun mulai melakukan aksinya.
Akhh !
Reghata menjerit mencengkram seprai tempat tidur. Merasakan sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelum nya. Gavin melakukan nya dengan sangat lembut dia tidak mau membuat Reghata tidak nyaman.
Setengah jam mereka melakukan malam pertama yang seharusnya sudah dari kemarin-kemarin dilakukannya. Meskipun begitu tetap saja rasanya nikmat. Keduanya pun terlelap bersama saling berpagutan didalam satu selimut.
TBC.
Note : Makasih yang udah nyebutin asal daerah nya, Author sangat senang bisa mengenal kalian semua☺️☺️
Maaf Author belum memberitahu dengan jelas Author Kalimantan di mananya😁 Sebenarnya Author itu asli Kaltim dikota Balikpapan👋🏻👋🏻 Jangan lupa like yah🌹🌹
__ADS_1