Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 33


__ADS_3

Gavin menarik nafas panjang. Mencoba untuk tenang dan mengontrol emosi nya. Lagian mau dilawanin seperti apa juga, tetap saja istrinya itu adalah wanita yang keras kepala.


"Baiklah sayang, terserah kau saja....hari ini aku milikmu" ucap Gavin tersenyum menyeringai.


Deg.


Reghata bisa merasakan jantungnya kembali berdetak dengan sangat cepat. Sampai-sampai rasanya seperti susah untuk mengontrol nya. Setiap kali Gavin melayangkan kata 'Sayang' kepadanya. Pasti jantung nya berdegup dengan kencang seperti sekarang ini.


"Cihh...Milik ku apanya?" Reghata memutar bola matanya seraya memalingkan wajah nya yang memerah.


"Hahaha, kenapa wajahnya mu merah sayang?" Gavin tertawa renyah meledek wajah Reghata yang merah seperti udang.


"Hentikan, tidak ada yang lucu tau" Reghata menggerutu kesal.


"Telpon kan Rey, suruh dia bawakan aku makanan" ucap Gavin. Meminta Reghata untuk menghubungi asisten pribadinya itu.


"Buat apa? Vin, apa kau lupa? Sekarang kau disini karena apa? Kau punya masalah dengan lambung mu, makan lah makanan yang sehat dengan pola yang teratur! Jangan makan-makanan siap saji terus menerus....tolong sayangi dirimu sendiri Vin" Reghata mengomel kesal terhadap Gavin yang tidak mau mendengarkan ucapan Dokter.

__ADS_1


"Kenapa kau jadi marah?" Gavin bingung kenapa Reghata jadi marah dan membentak nya. Bukan kah bisa bicara santai.


"Jelas lah aku marah, aku ini istrimu dan kamu adalah suamiku! Memang ada yang salah jika aku berkata seperti ini" ucap Reghata sembari jari nya menunjuk dada Gavin.


"Bukan kah kau pernah bilang jika pernikahan kita ini hanya karena terpaksa?" Gavin memalingkan wajah nya.


Deg.


Ada apa dengan Gavin. Kenapa dia berkata seperti itu. Membuat Reghata menjadi sangat canggung. "A--aku....aku menarik kembali kata-kataku..." lirih nya menunduk.


"Aku mencintaimu Re...." ucap Gavin.


Reghata tertegun lagi-lagi Gavin membuat nya salah tingkah. "Kenapa kau selalu saja berkata seperti itu? Apa sangat gampang untuk mu berkata seperti itu? Kosong tanpa perasaan mengatakan nya?" lirih Reghata.


"Aku akan selalu mengatakan nya, sampai kau bersedia membalas perkataan ku itu...." Gavin berbisik ditelinga sang istri.


Aku ingin mengatakan nya Vin, tapi tidak sekarang. Karena aku sudah menyiapkan waktu yang tepat. Gumam Reghata di dalam hatinya.

__ADS_1


"Jadi kapan kau akan mengatakan nya Re?" tanya Gavin tiba-tiba.


Sontak Reghata begitu terkejut. Bagaimana bisa dia tahu apa isi hatinya? Apakah ini yang dinamakan cinta? Tanpa berkata pun isi hati masing-masing sudah saling terhubung.


Gavin meraih pinggul Reghata, lalu menarik nya. Reghata terduduk dipangkuan suaminya. "Vin, " lirih Reghata.


Mereka berdua pun saling bertatapan. Gavin mendekatkan wajah nya perlahan. Reghata menelan salivanya, tanpa sadar dia menutup mata. Seperti tau apa yang selanjutnya akan dilakukan sang suami.


"Aku mencintaimu Re, sangat mencintaimu...." bisik Gavin, lagi-lagi kata-kata itu keluar dari mulut Gavin. Sebelum akhirnya bibir keduanya menyatu.


Mereka terhanyut di dalam nya, hingga tak perduli jika sekarang mereka berada di rumah sakit. Setelah percakapan dan ciuman ringan itu. Keduanya makan siang bersama.


Gavin menuruti perkataan sang istri, begitu pun sebaliknya. Reghata dengan tekun nya menyuapi dan mengurus Gavin seharian penuh. Mengenai urusan kantor, keduanya menyerahkan nya kepada asisten masing-masing.


Note : Jangan lupa like dan beri dukungan Author😉 Lanjut agak siangan yah Author janji✌🏻


Salam kenal yah buat kalian, boleh gak nih Author pengen tahu kalian yang baca cerita ini dari daerah mana aja? Hanya sekedar pengen kenal lebih dekat apa salah nya kan ☺️☺️ Kalau Author aslinya dari Kalimantan☺️☺️🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2