Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Hampir Tertabrak.....


__ADS_3

" Selama ini aku telah berteman dengan ibu kandung Kevin, kenapa aku tidak pernah menyadari nya.... "


Tanpa sadar air matanya menetes seketika lalu dihapusnya kembali.


Tak lama kemudian pintu toilet terbuka masuklah Maria. Barbara begitu terkejut dan ada rasa sedikit gugup dalam dirinya. Ingin sekali rasanya dia untuk mengatakan kebenaran yang sebenarnya, namun diurungkan niatnya itu. Mengingat Nathan dan Kevin lah yang akan memberi tahu langsung keluarga Louis....


" Jeng...ada apa? kenapa wajah mu pucat? kamu sakit yah "


Maria bertanya dengan lembut, ada kecemasan didalam sorot matanya.


" Tidak apa-apa kok Jeng, hanya sedikit pusing saja... "


Sahut Barbara tersenyum paksa.


" Kalau begitu kamu tunggu disini, biar aku panggil kan menantu mu yah... "


" Engga usah Jeng.... "


" Udah lah Jeng, ngga usah sungkan!! "


Maria tetap keukeh untuk memanggil kan Renesmee yang sedang mengobrol dengan dua wanita modis dimeja mereka.


" Rens Sayang, sebaiknya kamu bawa mertua mu pulang seperti nya dia sakit!! Wajah nya begitu pucat "


Ucap Maria sembari memegang pundak Rens.


" Benarkah, dimana Mamih tante? "


Rens panik dan langsung berdiri bertanya keberadaan mertua nya itu.


" Didalam toilet..... "


Langsung saja Rens melangkah dengan cepat menuju toilet yang tak jauh dari tempat duduk mereka. Sampai didalam toilet Rens mendapati Barbara yang tengah berdiri dengan lemas. Berpegangan pada ujung wastafel.....


" Mamih..... "


Kejut Rens, Barbara pun menoleh asal sumber suara itu.


" Mamih ngga papa sayang...hanya sedikit pusing saja "


sahut Barbara sembari menggeleng.


" Kalau begitu kita pulang saja yah Mih.... "


Rens merangkul Barbara, dan menuntun nya keluar dari dalam toilet.


Dengan sigap Alex langsung menggantikan Rens merangkul tubuh Barbara dan membawanya masuk duluan kedalam mobil.


Sedangkan Rens, dia kembali menghampiri Maria dan dua wanita modis tadi dimeja mereka.


" Tante-tante, maaf yah Rens dan Mamih harus pamit pulang duluan dan tidak bisa menemani kalian lebih lama....karna sepertinya Mamih sedang tidak enak badan... "


Jelas Rens sambil menunduk sedikit hormat.


" Iya tidak apa-apa Sayang, hubungi tante yah jika ada apa-apa "


Maria menyahuti omongan Rens, sedangkan dua wanita yang lain hanya berbisik dan menatap julid kearah Rens. Tetapi Rens tak ambil pusing, terserah saja mereka mau berkata apa.....


" Rens pergi dulu Tante.... "


Setelah menunduk dan pamit, Rens pun bergegas keluar dari restauran itu. Namun sangat aneh, dia kira Alex telah menunggu didepan Restauran.


Tetapi mobil Alex sama sekali tidak terlihat, apa Alex memarkirkan nya diseberang jalan? Rens pun berniat untuk menyebrang di Zebra Cross....


Saat telah melangkah kedepan, tiba-tiba saja dari arah kanan nya. Ada sebuah mobil berwarna hitam pekat sedang melaju dengan kecepatan yang sangat macimal kearah nya....


Rens menoleh dan.....


" AAAAAAAAAA.......... "


Rens berteriak sekencang nya dan menutup kedua matanya, lututnya serasa membeku. Dia tak sanggup bergerak dan hanya terpaku diam menunggu mobil tersebut menabrak nya....


Namun sebelum mobil itu menabrak Rens, dengan cepat sepasang tangan seseorang berhasil menarik Rens kepinggir jalan....


Untung saja ada seseorang yang sempat menarik Rens, jika tidak sudah pasti Rens akan tertabrak mobil tersebut. Yang pasti keadaan nya akan sangat mengerikan, mengingat kecepatan mobil tadi sungguh maximal membuat merinding.....

__ADS_1


Rens masih terpaku dengan nafas yang ngos-ngosan. Dada nya begitu sesak, tubuhnya bergetar hebat, kaki tangan dan keningnya berkeringat dingin....


" Sayang kamu tidak apa-apa? Sayang....Sayang.....Renesmee "


Panggil seseorang yang sempat menolongnya tadi, orang tersebut tak lain adalah Nathan. Dia .memegang kedua pundak Rens, sembari menggoyang-goyangkan tubuh Rens yang masih terdiam terpaku itu.....


.


.


.


Singkat cerita...


Nathan sedang duduk dikursi diruang kerja nya. Hatinya sedikit tidak tenang. Entah kenapa pikiran nya melayang memikirkan Rens.


Dilihat nya arloji dilengan kirinya itu, jam sudah menunjukan waktu makan siang. Nathan pun merogoh sakunya mengambil ponsel.


Langsung saja dia menekan kontak Alex dan menghubungi nya.


" Dimana kalian sekarang? "


" ..... "


" Makan siang? "


" ..... "


" Baiklah.... "


Nathan memutuskan panggilan nya.


Langsung saja dia beranjak dari kursi kerjanya dan berjalan keluar menghampiri Kevin.


" Vin...apa kau mau ikut makan siang bersama? "


Tanya Nathan pada Kevin yang masih sibuk bergelut dengan laptop nya.


" Duluan aja....aku ada janji makan siang sendiri "


" Ya sudah aku duluan.... "


Nathan pun pergi sendiri karna seperti nya Kevin telah memiliki janji sendiri. Yang pasti nya dengan siapa lagi jika bukan dengan kekasih nya....


***


Nathan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari Restauran tempat Rens dan Barbara berada. Saat baru keluar dari mobil, Nathan tersenyum simpul saat melihat Rens yang baru saja berjalan keluar dari dalam Restauran.


Tetapi gerak gerik Rens tampak aneh dilihatnya, dia seperti sedang mencari-cari sesuatu. Dia sadar jika Rens sepertinya sedang mencari keberadaan Alex dan mobilnya.


Nathan sedikit mengerutkan alisnya, dia pun ikut menoleh kesekitar. Namun pandangan nya berhenti ketika melihat mobil berwarna hitam pekat.


Nampak seorang pengemudi pria yang memakai pakaian serba hitam memakai masker dan topi. Sedang memandang sengit kearah Rens didepan sana.


Deg....


Seketika jantungnya berdebar dengan cepat, aliran darah nya mengalir deras, matanya membulat melihat pengemudi itu mulai menyalakan mesin nya.


Nathan pun langsung berlari melangkah dengan cepat kearah Rens yang hendak menyeberang jalan. Langkah nya bersamaan dengan laju mobil tersebut yang dia yakin sengaja hendak mencelakakan Renesmee.


" TIDAK....TIDAK....TIDAK BERHENTI "


Seiring langkah nya berlari Nathan berteriak sekencang nya. Membuat sipengendara itu mendengar dan menoleh kearah Nathan.


Melihat sosok Nathan, malah membuat si pengemudi semakin mantap untuk melakukan aksinya. Dia tersenyum menyeringah seperti iblis dibalik masker yang dia pakai.


Nathan semakin cepat berlari, dan mobil itu semakin cepat pula melaju kearah Rens. Sampai akhirnya.......


Shhhiiiittttt...........Wusshhh....Brumm...brumm


Decitan suara ban mobil begitu jelas terdengar, mobil tersebut sempat tersetop namun langsung kembali melaju lagi kabur dari sana....


Nathan sempat menarik Rens kepinggir trotoar. Rens terhempas kedekapan nya. Nathan memeluk erat tubuh istrinya itu, air matanya menetes sendirinya membasahi wajah tampan nya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal Nathan mengelus-elus kepala Rens. Namun yang aneh nya Nathan merasa tubuh Rens mengeras dan bergetar hebat.

__ADS_1


Dia langsung merenggang kan dekapan nya lalu dipegang nya kedua pundak Rens. Dia memanggil-manggil istrinya tersebut sembari mengguncang-guncang tubuhnya.


" Sayang kamu tidak apa-apa? Sayang....Sayang.....Sayang......Renesmee "


Rens tersadar dan menyadari suara yang memanggil-manggil dirinya. Suara seseorang yang dia cintai dan orang yang tentunya sudah menyelamatkan dirinya dari maut.


Perlahan dia menegak kan oandangan nya, hingga mata mereka saling bersitatap.


Nathan memandang wajah Rens dengan sorot mata yang begitu cemas nya, jantung nya serasa teriris-iris saat ini. Air matanya mengalir deras, dia begitu takut jika harus kehilangan Rens.


Hampir saja jika dirinya tidak ada, apa yang akan terjadi pada istrinya yang malang itu. Dia benar-benar tak bisa habis pikir....


Wajah Rens pucat pasi, sangat jelas jika dia sekarang sedang syok berat karna kejadian barusan yang menimpanya.


Seketika lutut nya kembali melemas, hingga dia hampir tersungkur jatuh. Tetapi dengan cepat Nathan kembali menangkap dan mendekap tubuh Rens.


Detik berikutnya Alex datang menghampiri Nathan dan juga Rens. Dia juga begitu terkejut saat melihat Tuan nya telah berada disana, terlebih para orang-orang membicarakan kejadian yang menimpa Rens.


Dengan langkah ragu, gugup, dan sedikit takut Alex menghampiri Tuan nya itu.....


" Tuan maafkan kelalaian saya.... "


Nathan menatap tajam kearah Alex, tangan nyq mengepal sempurna.


" Kau dari mana saja.....kau lihat jika tidak ada aku istri ku bisa kehilangan nyawa nya "


" ....Dasar tidak becus, kau kuperintahkan untuk menjaga nya tapi kenapa malah seperti ini "


" .....SIAL "


habis-habisan Nathan mencaci dan memaki Alex yang hanya menunduk bersalah itu.


" Maafkan saya Tuan, tadi saya sedang membopong Nyonya besar kembali ke mobil "


" Mamih? ada apa dengan Mamih? "


Wajah marah nya seketika berubah kembali cemas.


" Nyonya besar tadi hampir pingsan didalam toilet Restauran jadi saya membopongnya masuk kedalam mobil "


Jelas Alex sejelas-jelas nya, tanpa rasa gugup.


Nathan menghela nafas panjang sembari ia masih mendekap Rens.


" Kalau begitu cepat antar Mamih pulang dengan selamat jika terjadi sesuatu, kepala mu akan kupenggal "


ucap Nathan dengan penuh penekanan.


Alex menunduk hormat dan berlalu pergi dari sana, segera ia mengantar Barbara untuk pulang.


Sedangkan Nathan langsung membawa Rens masuk kedalam mobil nya. Didudukan nya perlahan tubuh Rens dikursi sebelah nya. Rens meringkuk dan memejam kan matanya untuk menenangkan diri.


Sedangkan Nathan langsung menancapkan gas, melajukan mobil menuju Apartemen nya.


" Sayang tenanglah, kita pulang kerumah yah!! "


ucap Nathan sembari menggenggam tangan Rens, lalu kembali fokus mengemudi.


Dia begitu geram, rahangnya mengeras seketika, tangan nya pun mengepal sempurna menggenggam setir kemudi. Saat mengingat wajah pengendara mobil tadi....


" Brengsek....siapa yang berani sekali hendak mencelaka kan istri ku!! Tidak akan kubiarkan " gumam Nathan sangat geram.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG....


Jangan lupa like,vote dan komentar positif kalian para readers...makasih😊

__ADS_1


__ADS_2