
****
POV Kevin & Mia~
Setelah mengantarkan Rens dan Nathan kembali ke apartemen, Kevin berniat mengantarkan Mia pulang kerumah nya.
Diawal perjalanan suasana didalam mobil begitu hening dan dingin. Mia yang kala itu sedang merasa kecewa karna mendengar pernyataan dari Nathan, yang mengatakan Kevin telah memiliki calon pacar. Membuat dirinya kecewa dan pupus nya harapan untuk nya.
Begitu pun dengan Kevin yang hatinya gusar tidak tenang sama sekali, saat mengetahui Mia telah memiliki pria idaman nya.....
" Kamu... " ucap mereka berdua bersamaan.
" Maaf ... " ucap Mia
" Maaf...kamu duluan ...." ucap Kevin.
Mereka berdua sama-sama terkejut dan membuat suasana semakin canggung.
Tiba-tiba Kevin menepikan mobil nya dan berhenti dipinggir jalan secara mendadak. Cittttt.....
Mia menoleh kekiri dan kekanan, kenapa Kevin berhenti dijalanan sepi seperti ini. Mia pun menoleh kearah Kevin yang diam sedari tadi...
Raut wajah Kevin datar tidak mengekspresikan apa pun. Mereka pun saling menatap lama. Sampai akhir nya salah satu nya mulai bicara...
" Jadi selama ini yang kita lewatkan bersama, walaupun sangat lah singkat ternyata kamu sudah memiliki pria idaman lain.....Kevin bodoh tetaplah menjadi pria dingin " Bathin Kevin kecewa.
" Pria tampan sepertinya walaupun memiliki sikap dingin ternyata sudah memiliki pacar.....sungguh bodoh telah berharap " Bathin Mia juga kecewa.
Sesaat tersadar kedua nya langsung memalingkan wajah masing-masing....
" Benarkah yang diucap kan Renesmee direstaurant tadi... " Tanya Kevin dengan murung, sembari ia mengusap wajahnya dan menghela nafas dalam.
Mia terdiam dan sedikit bingung untuk menjawab apa. Dia terlihat gelagapan.....
" Aku...aku...Kenapa kamu bertanya seperti itu? " jawab Mia gugup.
" Oh ternyata benar, tidak apa jika kamu tak mau menjawab nya!! Aku sudah tau jelas jawaban mu " ucap Kevin dengan dingin nya.
Wajah nya terlihat sangat emosi saat ini, wajah nya hingga memerah menahan amarah. Tangan nya pun mengepal, lalu dia hendak menjalan kan kembali mobilnya...
Tetapi tangan nya ditahan oleh Mia tiba-tiba.....
Mia sedikit ragu dan takut, saat melihat Kevin yang terkejut. Mata Kevin membulat dan menatap sentuhan tangan Mia tadi.....
Dengan cepat Mia menarik tangan nya kembali, walaupun beberapa hari ini mereka terlihat baik-baik saja. Tetapi Mia masih sedikit takut mengingat jika Kevin tidak suka disentuh oleh siapa pun orangnya......
Kevin menatap Mia dengan tatapan yang tidak dapat dimengerti. Matanya berkaca-kaca.....
" Maaf kan aku......mmmm " Ucap Mia terhenti.
langsung saja Kevin mendekat dan menc**m bibir ranum Mia. Bibir yang membuat nya ketagihan untuk dirasa....
Mia terkejut dan langsung mendorong paksa dada Kevin hingga tubuhnya terhempas kebelakang. Mia mengerutkan dahi dan mengusap bibir nya menggunakan jempolnya. Sedangkan Kevin menatap Mia dengan perasaan bersalah....
__ADS_1
" Kamu apaan sih.... " ucap Mia kesal.
" Maaf...aku tidak bisa menahan diri " ucap nya lirih lalu menunduk.
" Kamu itu ngeselin yah.....kemaren tau ngga itu tuh firstkiss ku, aku udah simpan buat orang yang aku cinta tau, kesel banget sumpah " ucap Mia yang terus mengomel tak jelas.
Kevin terkejut dan kembali menatap Mia, kini dia tersenyum menahan tawanya....
" Apa....kenapa menatap ku seperti itu!! aku beneran marah " ucap Mia menantang dan melipat kedua tangan nya didadanya.
" Ternyata kemarin itu adalah sama-sama pertama kalinya buat kami berdua....tak salah jika bibirnya terasa manis dan membuat ketagihan.... " gumam Kevin dalam hati.
" Itu pertama kalinya juga untuk ku ..... " ucap Kevin santai dengan senyuman diwajah tampan nya itu.
Mia terdiam dan matanya membulat seketika, wajah nya juga menjadi merah merona......
" Bohong....tidak mungkin!! kamu kan sudah punya pacar " ucap Mia ketus, sembari memutar bola matanya malas.
" Aku tidak memiliki pacar.....hanya ada seorang wanita yang aku sukai " ucap Kevin tersenyum meledek.
Mia ngerutkan dahinya dan menatap Kevin dengan heran...
" Benar kah? Siapa? " tanya nya penasaran.
" kenapa penasaran? sebaiknya kamu urusin aja acara pertemuan kalian nanti, jangan lupa bawa juga pacarmu " ucap Kevin ketus.
" Pacar? " sahut Mia aneh.
" .....Oh yang dimaksud Rens tadi? aku tidak memiliki pacar, hanya saja ada pria yang aku kagumi juga " lanjut nya menjelas kan.
Mereka sama-sama diam sejenak, sesaat kemudian mereka pun tersadar dan langsung menoleh bersamaan...
" Jangan bilang maksudmu.... " ucap Mia sembari menutup mulut dengan tangan nya.
" Aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu Mia..... " ucap Kevin lirih, dia memandang lurus kedepan dengan sendu.
" Hahaha....jangan bercanda deh " ucap Mia terkekeh seolah tak percaya.
" Aku tidak bercanda.... " Kevin menatap denga. wajah serius nya.
Kemudian dia menggapai tangan kanan Mia dan menggenggam nya erat....
Deg...deg... deg
Jantung Mia kembali berdetak dengan kencang, nafasnya mulai tak beraturan, bibir nya terasa kelu. Ditambah tatapan mata Kevin yang begitu dalam nya....
" Mia....Apakah kamu bersedia untuk menerima cintaku " ucap Kevin.
Sekarang ini Kevin seperti menjadi sosok yang sangat berbeda dari dirinya biasa. Perasaan aneh yang dimilikinya beberapa hari ini, barulah disadarinya jika itu adalah perasaan cinta. Mia mampu membuat sosok dingin Kevin berubah seketika dengan sifat baik serta tulusnya itu.
Kevin benar-benar jatuh cinta pada Mia, wanita yang memiliki segala kekurangan dan kelebihan tersendiri dalam hidup nya. Dia begitu kagum akan sosok mandiri dan semangat juang hidup seorang Mia.
Begitu pun dengan Mia yang jatuh cinta pada Kevin, meskipun entah dari mana nya dia menyukai Kevin. Pria tampan nan sempurna itu, walaupun memiliki sifat kejam,angkuh, serta dingin itu.
__ADS_1
Sekarang ini dia benar-benar seperti akan terbang kelangit ketuju saking senang nya. Apa ini mimpi indah yang hanya sekejap atau ini kenyataan yang berkepanjangan....
" Kamu kenapa diam, jika tidak bersedia katakan saja " ucap nya lagi dengan lirih.
" Aku tidak....maksudnya aku bersedia menerima mu " jawab Mia dengan gugup sembari menunduk karna malu.
" Benarkah.... " Kevin sedikit bersemangat matanya terlihat berbinar menatap Mia.
" Beneran aku serius... " ucap Mia tersenyum dengan mata yang berkaca.
Kevin membalas senyuman Mia dan langsung mendekap nya dengan erat. Tanpa sadar air matanya jatuh melalui sudut mata Mia. Entah itu air mata bahagia atau air mata kesedihan....
Dia sedikit minder dan malu akan diri sendiri, mengingat jika dia bukan lah wanita yang sederajat dengan Kevin. Kevin adalah anak angkat Barbara mamih Nathan sekaligus sekertaris Nathan, pastinya Kevin memiliki kekayaan yang menurut nya lumayan. Walaupun tidak seperti Nathan....
Bagi orang-orang kecil sepertinya, diposisi Kevin sudah sangat lumayan tingkat kekayaan nya.....
" Tapi.... " ucap Mia lirih.
Kevin pun melepaskan dekapan nya dan menatap Mia. Sembari ia memegang kedua pundak Mia. Dia terkejut melihat wajah murung serta air mata yang ikut mengalir membasahi wajah cantik tersebut....
" Kamu kenapa nangis.... " ucap Kevin heran, dia pun mengusap air mata Mia menggunakan punggung tangan nya dengan lembut.
" .....kamu tidak bahagia? " lanjut Kevin bertanya.
Mia menggeleng.....
" Terus kenapa? " kini wajah Kevin berubah jadi sedikit kesal.
" Pantas kah wanita seperti ku menjadi kekasih mu.... " ucap Mia lirih dan menunduk.
Air matanya tak tertahan kan dan terus mengalir. Disambut dengan deras nya hujan yang tiba-tiba turun membuat suasana semakin haru dan dingin. Seakan-akan langit ikut bersedih bersama Mia....
Kevin mengusap lembut pipi Mia, lalu ditegak kan nya kepala Mia yang menangis sambil menunduk tersebut.
" Aku juga anak yatim piatu seperti mu, kita sama-sama berjuang sendiri untuk menjalani hidup.... " ucap Kevin mencoba membuat Mia mengerti.
" Tapi kamu punya segalanya yang bisa kamu miliki, bahkan Nathan dan mamih nya pasti juga sangat menyayangi mu....sedangkan aku tidak ada, aku hanya mempunyai Rens yang perduli dan menyayangi ku..... " Jawab Mia dengan panjang lebar sembari terus menangis tersedu-sedu.
" Kedepan nya aku yang akan menjaga mu dan menyayangi mu sepenuh hatiku....percaya padaku " ucap Kevin yang kemudian kembali mendekap Mia didadanya.
" Hiks...hiks...hiks " isak Mia.
Lama mereka saling mendekap, akhirnya Mia pun sudah mulai tenang. Dia merasa sangat pusing, dan matanya juga sembab. Hidungnya pun tersumbat membuat suaranya menjadi sangau....
Kevin memakaikan sabuk pengaman Mia dan kembali menyalakan mobilnya, lalu menancap gas melaju dengan kecepatan sedang ditengah hujan yang begitu deras...
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....