
Keesokan pagi nya.....
Gavin mengerjap kan matanya beberapa kali. Ketika sinar matahari sudah menerangi setiap sudut kamar nya.
Gavin hendak merenggangkan tubuhnya. Tetapi terasa begitu berat di bagian kaki dan lengan kanan nya. Rasanya hangat sekali.
Gavin membuka matanya dan menoleh ke sisi kanan nya. Senyum nya mengembang saat itu juga. Tepat dihadapan nya wajah Reghata yang terlihat begitu menggemaskan masih dalam keadaan tertidur pulas.
Pulas sekali tidur mu....
Sampai tidak sadar tangan dan kaki mu berada di tempat semau mu....
Ternyata sesuatu yang dirasakan Gavin memberatkan kaki nya itu adalah kaki Reghata. Tangan nya juga melingkar di dada bidang Gavin. Pantas saja ia merasa tidak bisa bergerak sama sekali.
"Mmmhhh...."
Gavin gelagapan ketika Reghata menggeram. Cepat-cepat ia menutup kembali matanya. Berpura-pura masih tidur.
Kenapa guling nya terasa keras dan hangat.....
Reghata meraba-raba sesuatu yang dia kira adalah guling. Agak sedikit berbeda rasanya dari yang tadi malam ia peluk. Reghata pun langsung membuka matanya. Matanya membulat ingin berteriak dan bergerak menjauh. Tapi tidak dilakukan nya.
Reghata lebih memilih diam tak bersuara masih dengan posisi yang sama. Reghata menatap wajah Gavin. Kenapa wajah pria nyebelin itu nampak mempesona? Padahal masih dalam keadaan tidur? Isi pikiran Reghata ngawur. Ia pun menutup matanya dan membuyarkan isi pikiran nya yang bodoh itu.
Pelan-pelan Reghata mulai memindahkan tangan dan kaki nya. Tanpa ia sadari seutas senyuman tipis tergambar di wajah Gavin. Senang rasa nya melihat tingkah Reghata yang sangat lucu itu. Jarang-jarang sekali pikir Gavin.
Mengingat sifat Reghata yang dingin, acuh, pemarah, dan sangat arogan biasanya di depan semua orang. Tapi ternyata dia juga memiliki sisi yang menggemaskan.
Gavin melingkarkan tangan nya seketika di pinggul Reghata. Mengunci nya agar tidak bisa bergerak menjauh. Reghata terkejut wajah nya merah gugup. Kini mata keduanya saling menatap.
Gavin tersenyum miring. "Le--lepaskan aku...." Decak Reghata dengan gugup. Gavin menggelengkan kepalanya.
"Kamu mau kemana? Kenapa? Bukan kah kamu yang pertama memeluk ku?"
"Aku tidak memeluk mu....itu hanya tidak sengaja."
"Tetap saja itu namanya pelecehan, kamu harus dihukum karna kejahatan itu...." Gavin tersenyum miring.
"Apa kamu bilang, kejahatan? Yang benar saja...." Wajah Reghata pias tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sebagai hukuman nya.....kamu harus....." Gavin menunjuk bibirnya.
Reghata melotot. Apa-apaan pagi-pagi sudah mesum seperti itu. Dasar pria yang sangat menyebalkan fikir Reghata.
Reghata tidak menjawab ucapan Gavin tangan nya berusaha menggapai nakas di sebelah kirinya. Tetapi tidak bisa.
"Kamu mencari ini?" Tangan nya memegang ponsel yang sedang dicari-cari oleh Reghata.
__ADS_1
"Berikan padaku....." Reghata merampasnya dari tangan Gavin.
Masih dengan posisi yang sama Reghata menelpon seseorang di ponsel nya. "Shina cepat siapkan mobil, tunggu aku di lobby apartemen Gavin...." Titah nya kepada Shina di seberang panggilan.
"Baik nona...." Jawab Shina sigap.
Panggilan pun terputus. Gavin kembali merampas ponsel ditangan Reghata. Dengan senyuman menyeringai.
Reghata menyipitkan matanya. "Minggir, sebentar lagi Shina datang menjemput ku...." Tangan nya mensikut perut Gavin.
"Awwhh....." Gavin meringis kesakitan. "Kalau begitu aku tidak akan melepaskan mu....." Gavin malah semakin mengeratkan tangan nya yang melingkar di pinggul Reghata.
Reghata bernafas dengan tidak beraturan. Tatapan matanya begitu tajam menatap Gavin. Ingin rasanya dia menarik bibir lelaki yang sangat menyebalkan itu.
"Baiklah....aku akan melakukan nya" ucap Reghata menatap ke arah lain. Wajah nya merah merona, karna gugup dia sampai susah menelan saliva nya sendiri.
"Apa kamu bilang? Aku nggak mendengar nya?" Gavin mendekatkan wajah nya ke wajah Reghata.
"Aku bilang, aku akan melakukan nya...." Sahut Reghata penuh dengan penekanan. Raut wajah nya yang merah malah semakin memerah.
"Ok....lakukan, aku siap" senyum menyeringai Gavin membuat Reghata semakin geram.
"Tapi tutup matamu....."
"Kenapa? Aku mau melihat wajah mu yang cantik...."
"Baiklah....iya....aku tutup mata, jangan ngambek gitu" Gavin pun menutup matanya.
Dalam sekejap sekitar satu detik lah. Gavin merasakan sesuatu yang lembut dan sedikit basah menyentuh bibir nya.
Gavin langsung membuka matanya. Tersenyum lucu menatap kepergian Reghata yang berlari masuk kedalam kamar mandi.
Gavin jadi senyum-senyum sendiri sambil memegangi bibirnya. Tak percaya jika wanita keras kepala itu sudah mencium nya. Gavin mengira Reghata akan melakukan hal lain, seperti memukul nya atau langsung kabur. Tapi ternyata dia benar-benar melakukan nya.
Aku tidak akan melupakan pagi ini Re....
Ini akan menjadi kenangan yang indah untuk ku kenang....
***
Tok...tok...tok
Pintu kamar mandi di ketuk dari luar. Reghata berteriak dari dalam kamar mandi.
Kalut dan gusar. Pakaian apa yang akan ia kenakan. Sudah setengah jam lamanya dia tidak keluar juga. Ia hanya berdiri di depan kaca wastafel, berharap ada keajaiban yang datang.
Mana ponselnya ada di nakas samping ranjang. Tidak mungkin dia keluar lagi untuk mengambil ponsel. Terlalu malu ia untuk menatap wajah Gavin saat ini.
__ADS_1
"Ini pakaian mu....aku tau kamu pasti bingung mau memakai apa?" Ucap Gavin dari balik pintu.
"Dari mana kau mendapatkan nya?" Tanya Reghata menggerinyit.
"Shina baru saja datang membawakan nya, sekarang dia ada di ruang tamu bersama Reyy...." Sahut Gavin.
"Bentar...."
Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka sedikit. Hanya tangan putih mulus dengan jari-jari lentik yang nampak. "Berikan...."
Gavin melongo sambil memberikan totebag berisi pakaian Reghata pada tangan yang muncul itu. Pintu pun tertutup kembali.
Reghata pun selesai memakai pakaian nya. Ia langsung bergegas keluar menemui Shina. Ketika baru keluar dari kamar mandi tidak sengaja dia berpapasan kembali dengan Gavin.
Reghata menghela nafas berat. Wajah nya menunduk tidak ingin menatap wajah Gavin. Malu sangat malu, sudah cukup pikirnya.
Gavin yang melihat Reghata hanya tersenyum biasa. "Kamu mau pergi?" Tanya Gavin menatap Reghata lama.
"Hmm....." Reghata mengangguk. Matanya masih menatap ke arah lain. Tetapi sesekali melirik Gavin.
"Kapan kau pulang?" Tanya Gavin lagi.
"Entahlah, nanti aku akan menghubungimu....." Sahut Reghata berjalan mendekati pintu keluar.
"Baiklah.....hati-hati yah..."
Gavin yang ternyata sudah berada di sebelah Reghata berdiri. Tangan nya mengusap lembut kepala wanita itu. Tersenyum lebar lalu keluar duluan meninggalkan Reghata yang terpaku diam.
Cihh....
Apa-apaan itu tadi, dia kira aku anak anjing mengusap kepalaku seperti itu. Lagian tanpa dia mengingatkan aku pasti akan menjaga diriku sendiri dengan baik....
Reghata pun ikut berlalu keluar dari dalam kamar mengikuti langkah Gavin menuju ruang tamu. Tempat Reyy dan Shina berada.
"Ayo kita pergi....." Reghata menunjuk Shina, sambil melangkah langsung menuju pintu. Shina pun seketika berdiri dan mengangguk. "Baik nona...."
Gavin menoleh menatap istrinya yang seketika begitu kaku dan dingin kembali. "Hati-hati yah...." Ucap Gavin melambaikan tangan nya dengan tatapan mengejek.
Reghata hanya melirik sekilas dengan tajam. Tanpa ingin menjawab wanita itu tidak menghiraukan perkataan Gavin. Tetap saja dia melenggang keluar dari apartemen Gavin.
Sedangkan Shina membungkuk sedikit kepada Gavin sebelum dia keluar. Sebagai tanda hormatnya kepada suami dari nona muda nya.
TBC.
Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏
Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹
__ADS_1