Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 19


__ADS_3

Sepeninggal Gavin.


Reghata kembali duduk di kursinya. Dengan perasaan yang berkecamuk. Hatinya ingin sekali mengejar Gavin saat itu. Tapi ego nya lebih besar hingga mengalahkan perasaan yang berkecamuk itu.


"Re? Kau tidak apa-apa?" Simon menyentuh tangan Reghata yang terletak di atas meja.


Reghata terkejut ia pun menarik tangan nya masuk ke dalam saku jas yang ia kenakan. "Aku tidak apa-apa...." Jawab nya sembari tersenyum singkat terpaksa.


"Kalau begitu lanjutkan makan siang mu" ucap Simon.


Reghata mengangguk. Mereka pun melanjutkan makan siang yang sempat terhenti tadi. Sambil membicarakan mengenai proyek baru yang mereka tangani bersama.


Simon merasa sedikit tidak enak hati. Karena sedari tadi Reghata nampak tidak fokus. Entah pikiran wanita itu sedang berada dimana. Yang pastinya Reghata sangat jelas menampakan jika saat ini dia sedang tidak fokus. Dan tidak berminat untuk membicarakan masalah pekerjaan.


Sore itu Simon kembali mendatangi Reghata di ruang kerja nya. Wanita cantik itu sedang berdiri di pinggiran jendela kaca, menikmati pemandangan kota Beijing. Yang nampak sangat indah jika di lihat dari atas sana.


Kenapa perasaan ku seperti ini? Aku tidak bisa berhenti memikirkan dia....


Apa aku sudah jatuh cinta padanya? Melihatnya pergi dengan kekecewaan yang tergambar di wajah nya, membuat hatiku perih seperti tersayat-sayat....


Reghata terkejut dan tersadar dari lamunan nya. Ketika merasakan ada tangan yang menyentuh pundak nya. Ia pun langsung menoleh.

__ADS_1


"Simon?" Lirih Reghata mendapati sosok Simon yang sudah ada di belakang nya.


Simon tersenyum lebar dengan sangat ramah. "Apa yang sedang kau pikirkan pretty girl?" Ucap Simon sembari tangan nya mengusap pipi Reghata.


Reghata menepis tangan Simon. Lalu berjalan menjauh ke arah meja kerja nya. "Jangan lakukan hal seperti ini lagi Simon, aku tidak ingin ada yang salah paham terhadap kita bersua....."


"....terlebih aku tak ingin dia yang salah paham" lanjut Reghata lirih.


"Siapa yang kau maksud? Apa suami mu yang kau maksud?" Simon mengerutkan dahinya menatap intens Reghata.


"Apa tujuan mu kemari?? Reghata mengelak dari pertanyaan Simon.


Simon terkekeh dan ada seringaian licik di wajah nya. "Bagaimana jika malam ini kita dinner bareng? Sambil mencicipi anggur hitam yang baru saja aku beli...." Ucap Simon berjalan mendekati Reghata.


"Kenapa Re? Kenapa kau masih saja memikirkan perasaan nya? Kau dan dia menikah karena terpaksa keadaan, tidak ada cinta atau pun sayang di dalam nya....jadi untuk apa kau seperti ini?" Simon kesal sendiri.


Reghata terdiam memikirkan sesuatu atas perkataan Simon. Seketika Reghata langsung beranjak dari duduk nya kemudian meraih blazer dan syal nya yang tergantung.


"Maaf aku tidak bisa menerima ajakan mu" ucap Reghata tergesa-gesa.


Simon menarik tangan Reghata. "Kau mau kemana?" Tanya nya bingung.

__ADS_1


"Aku harus meluruskan kesalah pahaman ini, jika ingin membahas masalah proyek besok saja....bye"


Brak.


Pintu tertutup rapat ketika Reghata sudah keluar dari ruangan nya meninggalkan Simon. Pria itu mengepalkan tangan nya karena kesal, lalu meninju dinding di sebelah nya.


"Beraninya kau menolak ku Re untuk yang kesekian kalinya...." Maki Simon yang kesal benar-benar geram dengan sikap arogan dari Reghata.


***


Di luar ruangan.


Reghata menghampiri Shina di meja kerja nya. "Siapkan mobil..." Titah Reghata kepada Shina.


Dengan sigap nya Shina menjawab Reghata. "Siap Nona, silahkan...." Ucap nya mempersilahkan Reghata berjalan di depan nya.


Di perjalanan pulang ke apartemen nya. Reghata terus menerus mencoba menghubungi nomer telpon Gavin. Tapi tidak juga di angkat oleh nya.


Kamu dimana Gavin? Apa kau sengaja tidak mengangkat telpon ku? Karena kau ingin membalas ku, karena kejadian tadi siang? Aku tidak tahu jika kau ternyata orang yang pendendam....


Pikiran Reghata tidak karuan. Dia terus memikirkan sosok Gavin. Dimana pria itu? Kenapa dia tidak mau menjawab panggilan dari Reghata?

__ADS_1


TBC.


__ADS_2