Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Kunjungan Dokter Daniel...


__ADS_3

โ€โ€


*****


Pagi ini Rens telah bersiap untuk berangkat kerja, dia berputar-putar didepan cermin. Memandangi lekuk tubuh nya yang kini telah mulai membuncit dibagian perut nya.


Rens tersenyum bahagia, dielusnya perut nya dengan lembut. Sembari menoleh kearah Nathan yang masih tenang dalam tidur panjang nya.


" Sabar lah sebentar lagi Baby, Mommy percaya jika Daddy mu akan segera bangun dan memanjakan kita berdua kelak "


Rens berjalan mendekati ranjang, diusapnya pucuk kepala Nathan. Kemudian dia mendekatkan wajahnya....


Cups....


Kecupan hangat pagi hari mendarat dikening Nathan, Dan punggung tangan nya.


" Sayang, aku pergi kerja dulu!! Kamu yang baik yah dirumah, I love you.....cups "


Kembali ia mengecup kening Nathan, kemudian berlalu keluar dari dalam kamar. Diluar dia telah disambut oleh Nina perawat yang akan menjaga Nathan.


" Aku titip Tuan yah Nin.....jagakan dia "


Ucap Rens menatap Nina.


" Baik Nona.... "


Jawab Nina dengan membungkuk sedikit.


" Aku akan pulang cepat karna akan ada kunjungan Dokter Daniel..... "


" Baik Nona.....hati-hati dijalan "


Rens pun bergegas masuk kedalam lift lalu turun menuju lobby. Disana sudah nampak Viera yang telah menunggu Rens.....


.


.


.


Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah menjelang siang. Hujan tiba-tiba turun meskipun tidak deras, tetapi tetap saja namanya hujan....


Rens merogoh sakunya mengambil ponselnya, lalu dia langsung menghubungi Barbara.


" Hallo Mih.... "


" .... "


" Rens baik Mih dan Nathan masih sama seperti biasa, bagaimana kabar Mamih? "


" .... "


" Hari ini Dokter Daniel akan mengunjungi dan mengecek kondisi Nathan, Rens hanya ingin mengabari Mamih.... "


" .... "


" Iya tidak apa-apa Mih, Rens tau Mamih juga pasti begitu sibuk disana..... "


" .... "


" Iya Mih, Rens akan mengabari hasil nya pada Mamih... "


" .... "


" Baik Mih.....Bye "


Barbara memutuskan panggilan terlebih dahulu, ada perasaan sedikit lega yang dirasakan Rens. Setelah mendengar suara mertua nya itu.


Kemudian Rens kembali menghubungi satu nomer, yaitu Kevin. Karna sudah biasa setiap kunjungan Dokter Daniel, Kevin selalu ada untuk menemani Rens.


" Hallo Vin.... "


" .... "


" Iya aku mau kabarin jika siang ini ada kunjungan Dokter Daniel.... "


" .... "


" Baiklah aku tunggu diapartemen..... "


" .... "


" Tenang saja, baby dan aku baik-baik saja!! Bagaimana dengan mu dan Mia? "


" .... "


" Syukurlah.... "


" .... "


" Ok....bye "

__ADS_1


Setelah melakukan dua panggilan telpon, Rens langsung bersiap-siap untuk pergi.


****


Diperjalanan......


Suasana didalam mobil begitu hening. Rens hanya diam menatao sendu keluar jendela. Lelah? Pasti dia pernah merasakan nya, namun demi baby dan Nathan dia bertahan sekuat nya....


Sedangkan Viera melihat Bos nya itu hanya diam, tak berani untuk membuka pembicaraan. Dia sangat mengerti jika Rens sedang merefresh jiwa nya....


Ditengah jalan Rens menghubungi Dokter Daniel , karna biasa dia yang akan menjemputnya sendiri. Untuk keapartemen milik Nathan.


" Hallo selamat siang Dokter Daniel.... "


" .... "


" Saya akan menjemput anda lima menit lagi.... "


" .... "


" Baiklah terima kasih sebelum nya.... "


Panggilan pun diakhiri Rens.


.


.


.


Sampailah mereka didepan rumah sakit xx, Daniel langsung menghampiri mobil Rens. Kemudian masuk dan duduk disebelah Rens dikursi belakang.


Entah apa karna faktor usia mereka yang sangat dekat, membuat Daniel selalu gugup dan kikuk jika berhadapan dengan Rens. Atau bisa saja karna rupa cantik dan sikap baik hati Rens yang membuatnya salah tingkah.....


Daniel tegang dan sibuk menatap kearah luar jendela saja. Dia tak sadar jika ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan nya terus.


Viera terkekeh sembari mengemudi, sesekali dia melirik Daniel dari kaca sepion tengah. Sungguh sikap Daniel begitu membuatnya hampir tak bisa menahan tawa....


Tidak menunggu lama mereka pun sampai diapartemen mewah Nathan. Ternyata disana telah nampak Kevin yang sudah menunggu sedari tadi.


Kevin menyalami Daniel, begitu pun sebaliknya. Setelah perbincangan kecil mereka langsung bergegas masuk kedalam kamar menghampiri Nathan.


Tak menunggu lama Daniel pun mulai melakukan pekerjaan nya, memeriksa kondisi terkini Nathan.


Suasana nya hening dan tegang, Rens menggigit kuku tangan nya karna gugup. Begitu pun Kevin, pandangan nya tak lepas pada Nathan.


Sedangkan Nina dan Viera hanya menunggu diluar saja.


" ....untuk Bagian tulang rusuk yang patah sudah mulai menyatu seperti semula lagi, dan tulang kering dikaki kanan nya juga, hanya saja...... "


Daniel terhenti sejenak, membuat Kevin dan Rens sedikit terkejut. Dan menatap Daniel secara bersamaan.....


" Ada apa Dok... "


Tanya Kevin.


" Pundak kanan nya masih belum ada kemajuan..... "


" ....dan bagian tubuh dalam nya, sudah mulai mengalami perubahan.... "


" ....Saya rasa minggu ini Tuan Nathan mengalami perubahan yang begitu pesat "


Daniel kembali menjelaskan, sesekali ia menatap Rens yang tengah duduk dipinggiran ranjang sembari menggenggam tangan Nathan.


" Baiklah Dok, kalau begitu bagaimana jika anda ikut saya sebentar!! Ada yang ingin saya bicarakan.... "


Kevin berkata seraya mempersilahkan Daniel untuk mengikutinya, Daniel pun mengikuti langkah Kevin meninggalkan Rens berdua dengan Nathan dikamar nya.


Sepeninggal Kevin dan Daniel, Rens terlihat senyum-senyum sendiri menatap wajah tampan Nathan yang sedang menikmati tidur panjangnya itu.


" Aku bangga padamu Sayang, aku tahu jika kamu telah berjuang keras untuk sadar kembali.... "


" ....aku akan selalu menunggu mu "


Cups....


Rens mengecup punggung tangan Nathan dengan hangat nya. Lalu dia beranjak sembari menarik selimut kembali menutupi setengah tubuh Nathan.


Dia pun berlalu keluar kamar nya....


.


.


.


Sedangkan disisi lain...


Kevin mengajak Daniel untuk berbicara empat mata diruangan kerja Nathan. Ruang dimana biasa dia mengobrol empat mata bersama Nathan.


" Apa yang ingin anda bicarakan Tuan Kevin.... "

__ADS_1


" Bagaimana kemajuan Nathan Dok? "


" Maksud anda? "


" ....bukan kah daya sudah menjelaskan semuanya tadi "


Daniel mengangkat alis nya merasa aneh...


" Maksud saya, bagaimana keadaan nya? Apa ada kemajuan untuk dia sadar kembali secepatnya? "


Tanya Kevin dengan nada serius nya. Dia menatap tajam wajah Daniel...


" Menurut pemeriksaan, saya masih belum melihat tanda-tanda jika Tuan Nathan akan segera sadar "


" ....namun itu tidak menutup kemungkinan jika dia akan sadar secepatnya "


Kevin diam sejenak, dia sedang memikirkan sesuatu.


" Baiklah....tolong jangan katakan sesuatu yang akan membuat Rens kehilangan semangat "


" ....aku tak mau jika dia banyak pikiran, karna akan berpengaruh besar pada kandungan nya "


Daniel pun mengangguk setuju, kemudian mereka kembali keluar menghampiri Rens serta yang lain.


Diluar sana Rens telah menyiapkan seduhan teh dan cemilan untuk Daniel serta Kevin. Daniel pun duduk disofa dan menyeduh teh yang telah disiapkan tersebut. Sedangkan Kevin....


" Aku pergi dulu, masih banyak pekerjaan dikantor..... "


Ucap Kevin sembari mendekat pada Rens.


" Baiklah hati-hati....terima kasih sudah datang Kevin, salam untuk Mia "


Kevin memeluk Rens, dia sudah menganggap Rens seperti adik nya juga. Terlebih sekarang dia telah mengandung calon keponakan nya.


" Sama-sama, jaga kesehatan mu dan bayi mu!! Kunjungan selanjutnya aku akan mengajak Mia "


" ....saya pamit duluan Dokter Daniel....terima kasih untuk hari ini "


Sebelum berlalu pergi, tak lupa dia untuk menyalimi tangan Daniel.


Bagi Daniel Nathan begitu beruntung memiliki orang-orang yang masih begitu perduki padanya. Dan masih mengharapkan dia untuk hidup.


Terlebih dia sedikit iri akan sosok Rens, dalam benaknya adalah " Pasti sangat bahagia menjadi seorang Nathan yang memiliki istri begitu mulia dan baik hati seperti Rens "


Sepeninggal Kevin, Rens masih mengobrol santai dengan Daniel. Daniel begitu senang mendapat perlakuan ramah dari Rens.


Sesekali Rens tersenyum pada Daniel, membuat Daniel semakin berdebar dan salah tingkah....


Bukan nya dia tidak sopan atau tidak tahu diri, dia juga tak bisa membohongi perasaan kagum nya terhadap sosok wanita yang ada dihadapan nya ini....


Namun dia tidak sadar jika ada sepasang mata yang terus menatap nya tajam. Sepasang mata yang sama saat didalam mobil tadi.


Benar sekali, itu adalah Viera. Viera sangat tidak senang jika Daniel menatap Bosnya itu dengan tatapan seperti itu. Baginya tidak ada yang boleh mendekati bosnya itu, apa lagi suka mencuti pandang padanya.....


" Eehmm "


Viera berdehem, membuat Rens serta Daniel terkejut dan sama-sama menoleh kearah nya. Viera pun ikut bergabung duduk disofa. Tak tanggung-tanggung dia duduk tepat disebelah Daniel....


" Kak....bukan kah sudah sore!! Kak Nathan pasti sudah gerah, sebaiknya Kakak pergi menggantikan baju Kak Nathan "


Ucap Viera tersenyum pada Rens, dia mencoba mencari alasan agar Rens pergi dari sana. Agar dia bisa melabrak Daniel.


" Benar juga katamu Vie.... "


Viera tersenyum puas, dia melirik Daniel dengan tatapan seakan ingin memakan nya. Daniel hanya mengerutkan dahinya merasa ada yang tidak beres terhadap wanita disebelah nya ini.


" Kalau begitu saya juga pamit Nona Rens.... "


Daniel tiba-tiba berdiri dan berucap pamit pada Rens. Viera terkejut mendengar nya, apa pria ini tau jika dia ingin melabrak nya. Karna itu fia langsung hendak kabur....


Dia memutar bola matanya malas dan ikut berdiri.


" Terima kasih untuk hari ini Dokter Daniel, Viera akan mengantar anda pulang... "


" Sama-sama Nona Rens ini memang sudah menjadi tanggung jawab saya dalam bekerja.... "


" ....tidak perlu repot-repot saya bisa pulang sendiri "


" Tidak apa-apa Dok, Vie pasti tidak keberatan kan "


Rens menatap Viera dengan tersenyum. Awalnya dia begitu ragu untuk menjawabnya, namun fikirnya dia dapat kesempatan untuk melabrak pria tengil itu. Jadi Viera pun menyetujui nya.


.


.


.


.


Lanjut siang yah readers, maap kan Author๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2