Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 12


__ADS_3

Diperjalanan di dalam mobil....


Gavin hanya diam melamun menatap keluar jendela. Pikiran nya masih melayang-layang. Ia tidak bisa melupakan kejadian tadi.


Apa hubunganmu dengan nya Re?


Kenapa kamu tidak merasa risih ketika dia berada di dekatmu? Apa dia orang yang kamu cintai Re?


Karena itu kamu sangat susah untuk membuka hatimu untuk ku selama ini?


***


Masih dengan keadaan di ruangan kerja Reghata. Setelah kepergian Gavin, Reghata duduk melamun di kursi kerjanya. Entah kenapa dia merasa pikiran nya tidak tenang. Dia terus kepikiran tentang Gavin. Pria itu pasti sudah salah paham.


Kenapa aku harus repot-repot menjelaskan....


Percaya atau tidak dia kepadaku, itu terserah padanya....


Tapi kenapa? Kenapa dadaku yang terasa begitu sakit? Ketika dia memarahi ku dan salah paham kepadaku?


Reghata melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Sebaiknya dia segera pulang. Reghata ingin segera bertemu kembali dengan Gavin. Menjelaskan lebih jelas lagi mengenai kejadian yang tidak mengenakan itu.


Reghata beranjak dari duduk nya. Ia langsung meraih blazer panjang nya yang ia gantung di sandaran kursi kerjanya. Berjalan keluar dari ruangan kerja nya sambil memakai blazer.


Shina yang melihat Reghata keluar dari ruang kerja. Langsung berdiri mendekatinya. "Nona mobil anda sudah siap...." Ucap Shina.


Reghata mengernyit menatap Shina aneh. "Cepat sekali? Bukan kah aku belum memerintahkan mu?" Tanya nya heran.


"Tadi Tuan Gavin sudah memberitahu ku jika lima belas menit lagi Nona akan pulang....." Jawab Shina.


"Cihh....dia selalu seenak nya saja" gumam Reghata pelan.


"....Baiklah kalau begitu" lanjut Reghata berjalan melewati Shina menuju lift khusus.


"Baik Nona....." Ucap Shina sigap mengikuti langkah Reghata.


***


Sesampainya di lobby gedung megah tempat unit apartemen Gavin berada. Shina menurunkan Reghata tepat di depan pintu lobby. Reghata pun keluar dari mobil. Tapi sebelum nya dia berkata kepada Shina.


"Untuk tiga hari ke depan kamu back up semua pekerjaan, karena aku akan beristirahat di rumah......" Ucap Reghata.


Shina tersenyum penuh arti. Pikiran nya melayang pada pengantin baru itu. "Kenapa kau tersenyum? Apa ada yang lucu buatmu?" Tanya Reghata menatap tajam Shina.

__ADS_1


Shina menelan saliva nya. Tatapan tajam Reghata seakan membuatnya mati rasa. "Ti-tidak Nona....tidak ada yang lucu, semoga hari libur anda menyenangkan" Shina tersenyum getir sampai akhirnya Reghata benar-benar keluar dari mobil.


***


Kini Reghata tengah berdiri di depan pintu apartemen Gavin. Dia belum mengetahui apa sandi pintu apartemen tersebut. Ia pun menekan bel beberapa kali, lama dia menunggu tapi tidak ada yang membukakan nya.


Mulai kesal sendiri. Reghata menendang pintu tersebut. Menoleh ke kiri dan kanan bagaimana jika ada orang yang memperhatikan nya. Bisa malu pikirnya. Seorang Reghata Efron berdiri menunggu di buka kan pintu oleh suami nya sendiri. Tapi tidak juga ada yang membukakan nya pintu.


Dimana lagi dia, tadi kenapa menyuruh ku pulang cepat? Jika dia sendiri tidak ada di rumah?


Gavin Louis, kenapa kau selalu saja berbuat seenak mu?


Reghata menggerutu dalam hatinya. Ia merogoh saku blazer mengambil ponsel nya. Menekan kontak nomor telepon Gavin.


Tut...tut...tut...panggilan pun tersambung.


"Kamu dimana? Kenapa menyuruhku pulang? Jika kamu sendiri tidak ada di rumah? Bisa tidak kamu jangan membuatku kesal menunggu seperti ini?" Reghata mengomel panjang.


"Masuk saja duluan, aku sedang ada urusan.... password nya hari ulang tahun mu" sahut Gavin dari seberang panggilan.


"Hari ulang tahunku? Tapi kenapa?" Reghata bingung. Sebenarnya ini apartemen nya atau apartemen Gavin. Keda password pintu nya hari ulang tahun dirinya.


"Aku akan segera pulang, aku sedang sibuk...bye"


Belum selesai Reghata berucap panggilan sudah terputus. Gavin mematikan nya duluan. Membuat Reghata semakin kesal.


Cepat-cepat ia menekan password pintu, tanggal hari ulang tahun nya. Pintu pun terbuka, Reghata tertegun. "Ternyata benar, hari ulang tahunku....tapi kenapa? Sudahlah untuk apa aku memikirkan nya...."


Reghata melangkah masuk ke dalam apartemen. Langsung menuju kamar. Ia membersihkan diri di kamar mandi. Setelah itu merapikan pakaian nya. Memasukan semua nya di dalam lemari besar. Yang juga ada di dalam kamar tersebut.


"Kenapa dia menyimpan banyak sekali obat tidur....." Reghata meraih satu botol pil obat tidur. "Apa dia insomnia?" Reghata Menaruhnya kembali botol itu.


Setelah selesai. Reghata langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk milik Gavin. Lelah yang kini ia rasakan. Reghata meraih ponselnya melihat jam yang tertera di layar ponselnya. Jam menunjukan pukul tiga sore.


Lama kelamaan ia merasa begitu mengantuk. Akhirnya Reghata tertidur. Cuaca sangat cepat berganti selagi ia tertidur hujan pun turun dengan begitu derasnya.


Dingin....


Reghata menggeliat kedinginan. Masih dengan mata yang tertutup. Reghata meraba-raba menarik selimut. Tiba-tiba saja Reghata merasa ada seseorang yang memeluk nya. Sontak matanya langsung terbuka.


"Gavin?" Reghata mendorong sedikit tubuh Gavin.


"...sejak kapan kau datang?" Lanjutnya berbalik badan membelakangi pria itu.

__ADS_1


Gavin pun kembali memeluk nya dari belakang. Mengunci tangan nya agar tidak bisa bergerak. "Baru saja....aku sangat mengantuk, biarkan aku tidur seperti ini karena cuacanya sangat dingin" ucap Gavin sambil menenggelamkan wajah nya di balik rambut panjang Reghata yang wangi.


Reghata diam sejenak. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Akhirnya dia membiarkan Gavin terlelap dengan memeluk nya. Memang cuaca sangat dingin dia pikir. Dekapan Gavin juga sangat menghangatkan tubuhnya. Matanya yang masih sayup-sayup itu pun akhirnya kembali tertutup.


Mereka berdua tertidur bersama. Menjelajahi alam mimpi masing-masing. Sekitar dua jam lebih mereka tertidur. Terbangun ketika ada seseorang yang menekan bel pintu luar.


Reghata menggeliat mensikut pelan perut Gavin agar terbangun. "Vin....ada yang datang, buka pintu sana" ucap nya malas dengan mata yang masih tertutup.


"Mmmhhh....siapa sih hujan-hujan begini datang" dengan malas nya Gavin pun beranjak dari ranjang. Tak lupa dia menyelimuti kembali tubuh Reghata dengan selimut tebal. Kemudian melangkah keluar.


Gavin membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Reyy. "Ada apa? Kau mengganggu waktu tidurku...." Gavin mengucek-ucek matanya.


"Cihh....ini sudah lewat dari jam kerjaku, tapi aku sudah bela-belain membuang waktuku....mengantarkan pesanan mu ini, apa kau lupa menyuruh ku membeli makanan ini?" Reyy menggerutu kesal sambil menyerahkan beberapa bungkus makanan siap saji kepada Gavin.


Gavin tersadar dan mulai mengingat-ingat sesuatu. Dia baru ingat jika dia menghubungi Reyy untuk membelikan nya makanan. "Terima kasih bro...."


Ketika Gavin mendongak ternyata Reyy sudah tidak ada. Lelaki itu sudah pergi dengan hati yang kesal. Gavin tersenyum menatap kepergian sahabat sekaligus asisten pribadinya yang setia itu.


Ia pun kembali masuk kedalam apartemen sambil membawa bungkusan makanan itu. Menaruhnya di atas meja didepan tv ruangan santai. Sebelum ke kamar untuk membangunkan Reghata. Gavin terlebih dulu mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari es. Tenggorokan nya terasa kering habis tidur.


Di dalam kamar Gavin membangunkan Reghata yang masih nyenyak tidurnya. "Re....Reghata....bangun, kamu pasti lapar belum makan" Gavin menarik-narik jari kaki Reghata yang keluar dari dalam selimut.


"Mmmhhh....iya aku bangun, jangan menarik jari kakiku sakit tau...." Reghata menggerutu wajah nya cemberut dengan mata yang masih menutup.


Penampilan nya yang berantakan itu membuat Gavin merasa begitu gemas. Ia pun tidak bisa menahan diri untuk mencium wanita cantik itu.


Cups....


Seketika mata Reghata terbuka saat merasakan sesuatu menyentuh bibirnya. "Gavin......." Teriak nya keras.


"Makanya bangun, atau mau aku cium lagi" Gavin menyeringai.


"Iya aku bangun, aku sangat membenci mu Gavin Louis.....sampai kapan pun aku akan terus membencimu...." Reghata melangkah dengan grasah-grusuh menuju kamar mandi sambil menggerutu.


Gavin tersenyum puas menatap kepergian Reghata yang masuk ke dalam kamar mandi. Sambil marah-marah tidak jelas.


Lihat saja sampai mana kamu bisa membenci diriku Re....


Aku akan pastikan rasa benci mu kepadaku akan kalah dengan rasa cinta mu kelak....


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan votenya🙏🙏

__ADS_1


Biar tambah semangat untuk up nya, Thankyou Happy Readings🌹🌹


__ADS_2