
*****
Malam harinya.....
Rens sedang berdiri berpegangan dipagar balkon kamarnya. Sembari menikmati keindahan kota dimalam hari.
Lampu-lampu yang berwarna warni dari gedung-gedung, serta kilatan cahaya kendaraan dijalan raya. Angin berhembus sedikit kencang, menembus gaun tidur Rens yang tipis.
Rens tak sadar jika dari belakang Nathan berjalan perlahan menghampirinya. Setelah dekat Nathan langsung menyelimuti tubuh Rens dengan selimut yang dibawanya.
Lalu dia melingkarkan tangan nya diperut Rens, dan menumpukan dagunya dipundak istrinya itu. Rens tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya itu. Dia mengelus wajah Nathan yang bertumpu dipundak nya dengan lembut.
" Sayang...apa kamu tidak kedinginan? " ucap Nathan, tangan nya bermain mengelus-elus perut Rens.
" Ngga dingin, kan ada kamu " Sahut Rens menggenggam tangan Nathan yang sedang mengelus perutnya itu.
Nathan pun tersenyum dan membalas menggenggam tangan Rens. Tiba-tiba saja, sebuah benda putih selembut kapas jatuh dirambut Rens.
Kemudian diiringi dengan beberapa butir berikutnya, ternyata malam itu salju turun untuk pertama kalinya dalam tahun ini.
" Aku sangat bahagia saat ini sayang... "
Ucap Rens membalikan tubuhnya menghadap Nathan.
" Benarkah? Bahagia apa? "
Nathan mengerinyitkan dahinya, lalu dia menyatukan dahi nya dengan dahi Rens. Kini wajah mereka sangat dekat, bahkan deruan nafas mereka saling beradu.
" Bahagia, menyambut turun nya salju pertama bersama mu dan baby "
Rens menjauhkan wajah nya, dan mengecup hangat kedua pipi Nathan.
Nathan pun tersenyum, mendapat kecupan hangat dari bibir manis Rens. Tanpa aba-aba Nathan juga tak mau kalah, dia mengecup kening Rens beberapa detik lama nya.
Mereka pun saling berpelukan dengan erat, seakan enggan untuk berpisah.
Tiba-tiba saja, hasrat nya sebagai pria muncul kembali. Sudah lama sekali dia menahan nya karna kondisi yang ia derita.
Tetapi malam ini, Nathan sudah tak sanggup lagi. Lagian dia sudah hampir sepenuhnya pulih jadi tak ada salah nya kan. Jika ia mengingin kan aktivitas panas bersama istrinya. Fikir Nathan....
" Sayang....aku menginginkan mu "
Bisik nya ditelinga Rens , dengan suara serak. Sembari Nathan mencium daun telinga istrinya, membuat sang istri bergidik merinding diseluruh tubuhnya.
" Sayang apaan sih, geli tau!! "
__ADS_1
" Aku serius sayang, aku sudah tak bisa menahan nya "
Nathan semakin memainkan lidah nya dileher jenjang Rens. Rens merasa risih, dia menahan kepala Nathan. Memeggang wajah suaminya dengan kedua tangan nya.
Ditatap nya lekat-lekat kedua netra coklat milik Nathan. Mata sayu dan nafas yang sudah tidak beraturan. Sangat jelas jika Nathan, sudah dalam hasrat yang bergejolak.
Rens tersenyum dan mengecup pelan bibir Nathan, lalu melepaskan nya dengan cepat. Dia tertawa meledek....
Nathan pun menyipitkan matanya, merasa di permainkan oleh Rens.
" Aku mencintai mu Sayang.... "
Nathan menatap wajah Rens, dia sudah tidak tahan lagi.
" Aku juga mencintaimu Sayang.....mmmhhh "
Setelah Rens selesai berkata, Nathan pun langsung menyambar bibir istri. Mencium nya dengan ritme lembut.
Rens semakin terbuai dengan permainan lidah Nathan, dia merangkul kan kedua tangan nya dileher Nathan.
Akhirnya malam itu ciuman lembut dan hangat mereka, berujung dengan aktivitas panas. Nathan begitu berhasrat menjamah tubuh istrinya.
Sudah lama sekali rasanya dia tidak merasakan tubuh yang begitu membuatnya candu sebelum ia koma. Tetapi tentu saja permainan mereka tidak se hot sebelum nya. Nathan tetap melakukan nya dengan lembut dan pelan, agar tak menyakiti baby didalam kandungan Rens.
*****
Hawa dingin dari turun nya salju semalam, dan mengingat kegiatan panas mereka semalam. Rens masih terjaga dari tidurnya, enggan sekali rasanya untuk bangun.
Tetapi dia harus memaksakan diri untuk bangun. Rens menggeliat merenggangkan tubuhnya yang sedikit lemes itu. Saat tangan nya meraba bagian ranjang sebelah nya, Rens merasakan ada yang aneh.
Suami tercinta nya tidak ada disana, Rens langsung beranjak bangun. Panik, tentu saja dia panik. Kemana perginya Nathan pagi-pagi begini.
Dengan cepat Rens mengenakan kembali gaun tidurnya. Lalu dia berjalan kearah kamar mandi, namun nihil dia tak juga menemukan sosok Nathan. Kepanikan menjadi-jadi dalam diri nya....
Dia bergegas keluar kamar, mencari suaminya itu dipelosok-pelosok ruangan. Sampai akhir nya langkah nya terhenti dilorong yang menghubungkan kedapur.
Rens tersenyum begitu bahagia, saat melihat sosok Nathan yang sedang bertarung dengan peralatan masaknya.
Celana training hitam serta baju kaos putih yang membalut tubuh sempurna Nathan dibalik celemek masak. Rens begitu terkesima, suami tercintanya itu memanglah sangat Tampan.
Dia berdiam diri, sambil senyum-senyum sendiri memperhatikan Nathan. Wajah serius Nathan saat memasak, sangat lah dirindukan nya.
" Aku sangat mencintai mu sayang, sebentar lagi kebahagiaan kita akan sempurna dengan kehadiran baby " Bathin Rens.
Nathan tak menyadari jika sedari tadi Rens tengah memperhatikan nya dari kejauhan. Sampai akhirnya dia terkejut saat sepasang tangan mungil melingkar diperutnya dari belakang.
__ADS_1
" Aku mencari mu kemana-mana....jangan tinggalkan aku lagi " ucap Rens dengan nada manja nya.
Nathan tersenyum lalu membalikan tubuhnya, ditatap nya wajah sendu istrinya itu.
" Aku tidak akan meninggalkan mu sayang, cupss... "
Kecupan hangat dan lembut mendarat dikening Rens, pagi-pagi sudah dapat jatah kecupan. Membuat Rens semakin semangat menjalani hari.
" Duduk disini yah.....aku siapkan sarapan untuk istri tercinta ku "
Nathan menuntun Rens untuk duduk dikursi meja makan. Rens pun hanya menurut saja.
Beberapa saat kemudian Pancake dan susu hangat telah tersedia rapi dihadapan nya. Nathan ikut duduk disebelahnya....
Dia menggapai garpu dan pisau kecil dari tempatnya. Lalu memotong pancake dengan potongan kecil. Setelah itu menyuapi nya pada Rens.....
Rens menyambut nya dengan senang hati. Matanya tak berhenti menantap wajah Tampan Nathan. Padahal Nathan masih dengan muka bantal nya, serta rambutnya yang acak-acakan akibat tidur. Tetapi malah menambah ketampanan Nathan.....😅
Dengan lembut nya, Nathan menyuapi istrinya yang hamil itu. Sesekali ia tersenyum manis pada Rens, membuat hati Rens semakin berdebar. Tampan sekali....
Bahkan jika ada makanan yang bersisa dipinggiran bibir Rens Nathan langsung mengelap nya dengan tisu. Setelah menghabiskan pancake nya, Nathan langsung menyodorkan susu hangat untuk diminum oleh Rens.
Kembali ia hanya mengangguk dan meminum susu itu.
" Minum yang banyak Sayang, biar baby kita kuat dan pintar seperti aku "
Nathan mengelus-elus rambut Rens dengan lembut, sembari memperhatikan Rens yang sedang meneguk susunya.
" Jelas lah, dia akan pintar, kuat, dan setampan dirimu "
Sahut Rens setelah meneguk habis susu nya.
Nathan hanya diam tak menjawab, dia malah tersenyum dan tertawa kecil. Rens semakin melotot, tawa Nathan yang memperlihatkan deretan giginya yang rata. Awwhh hatinya semakin berdebar manis sekali.....
Rens menatap Nathan dengan menyipitkan matanya heran. Membuat Nathan semakin gemas, karna bekas susu yang menempel disekitar bibir Rens.
Detik berikutnya bibir Nathan telah menempel dibibir Rens, dihisapnya sisa susu yang menempel tadi. Setelahn itu langsung dilepasnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy Readings🖤