Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART~88


__ADS_3

Tara membawa Sheila keluar dari ruangan itu, dia tahu jika saat ini Rens masih belum siap untuk bertemu Sheila.


" Ada apa? kenapa dia tidak mau melihat ku? apa aku membuat kesalahan padanya ? " Bathin Sheila bertanya -tanya.


Tara membawa Sheila masuk kedalam kamar nya. Sheila mengerinyitkan dahinya merasa sangat heran. Dia menatap Tara dengan keanehan.


" Katakan.... " ucap Sheila dingin.


Dia merasa ada yang disembunyikan dari dirinya. Tara terkejut mendengar nya dan sedikit gelagapan untuk menjawab....


" A...apanya ? " sahut Tara, memalingkan wajah nya kearah lain.


" Kenapa kau membawa ku keluar dari sana, aku hanya ingin melihat keadaan nya saja!! " ucap Sheila lirih.


" Aku sudah bilang Rens masih butuh waktu untuk istirahat....apa ada yang salah ? " ucap Tara sembari berjalan kearah balkon.


" Kalian seperti menyembunyikan sesuatu padaku.... " Sheila duduk diatas sofa yang berada disana.


Wajah nya terlihat gusar dan kebingungan.


Deg....


Tara terkejut dan langsung menghampiri Sheila. Dia juga sedikit tak tega melihat Sheila, yqng juga tidak lah bersalah dalam hal ini.


Sheila juga merupakan korban, bahkan sampai sekarang dia saja belum tahu jati diri nya sendiri.


" Shei....percaya padaku!! Rens hanya membutuhkan waktu untuk istirahat, aku yakin besok dia pasti sudah bersedia ditemui oleh dirimu " Tara duduk disamping Sheila dan merangkul pundak nya.


" Tapi aku merasa ada sesuatu yang janggal antara kalian bertiga dengan diriku ? " ucap Sheila semakin lirih


" .....katakan saja tar, apa aku ada berbuat salah pada nya? " lanjut nya menoleh kearah Tara dengan matanya yang mulai berkaca.


Bagaimana tidak jika kalian merasakan berada diposisinya sekarang ini. Dia adalah korban kecelakaan dihari pernikahan nya. Terus dirinya jatuh kelau terus disapu ombak hingga terdampar disuatu daerah. Selama sebulan lebih koma dan akhir nya bisa sadar, namun sedih nya saat sadar dia tak mengingat apapun tentang masa lalu nya bahkan namanya sendiri. Hidup nya begitu menderita harus hidup ditanpa mengenal siapa dirinya, walaupun dia tidak pernah mengeluh....


" Kasihan dirimu Shei....aku bisa mengerti perasaan mu!! kau tidak lah bersalah, hanya saja takdir begitu mempermainkan hidup kita " Bathin Tara.


" kamu tidak salah....jadi tidak usah terlalu memikirkan nya, besok aku yakin Rens pasti mau ditemui mu " Tara mencoba menenangkan Sheila.


" Tapi Tar....aku merasa jika ada yang aneh aja " ucqpnya kembali lirih.


Tanpa sadar bola matanya yang berkaca kini telah meneteskan air mata....


Entah mengapa dia tak mengerti.....


" Kenapa rasanya sangat sakit begini, aku melakukan kesalahan apa? " Bathin Sheila.


" hei...kenapa kamu menangis? aku sudah bilang kan kamu ngga salah apa-apa " ucap Tara yang langsung memeluk Sheila.


" hiks hiks hiks.....Aku ngga tahu!! tapi hatiku begitu sakit rasanya... " ucap Sheila dengan isakan tangisnya.

__ADS_1


Tara semakin merasa tidak tega pada Sheila, ingin sekali dia mengatakan yang sebenarnya saat itu juga. Namun diurungkan nya, mengingat kondisi Sheila....


Tangisan nya semakin isak, dadanya juga terasa begitu sesak.Namun, tiba-tiba saja.....


" Akkhhh..... " Sheila meringis memegang kepalanya yang sakit.


Tara sedikit terkejut dan menjadi panik. Dia berusaha menenangkan Sheila.


" Akkhh sakit...." Sheila semakin meringis.


" Shei....kamu kenapa " ucap Tara panik.


" Apa jangan-jangan ini seperti tadi pagi yang diceritakan nya " Gumam Tara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat melewati terowongan kedua, tiba-tiba saja dari arah berlawanan ada sebuah Truk tangki air 20.000liter sedang melaju. Supir truk itu berkali-kali membunyikan klakson agar pengendara didepannya menyingkir. Sepertinya Truk tangki itu rem nya blong. Sampai akhirnya.........


"Sayang awas.......Aaaaaaaaa" Teriak Stephanie.


Ciiittttt......ciiitttt.......ciitttttt.....BRAKK......


Sheila terlempar hingga keluar dari mobil dan jatuh keluat jauh dari mobil yang ditumpanginya.


" Tolong....tolong aku huh huh huh " Sheila bergerak-gerak tak menentu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" TOLONG....TOLONG....TOLONG AKU TIDAKKKK...... " Sheila berteriak seketika dan mberontak dengan hebat.


Membuat Tara terkejut, dia pun semakin menguatkan dekapan nya. Tanpa sadar air matanya menetes sendiri nya melihat kondisi Sheila.


" Hei....hei...hei sadar Sheila sadar ada aku disini " Tara berusaha menyadarkan Sheila.


Sheila pun tersadar dan nafas nya tersengal-sengal. Matanya membulat menatap kesatu arah. Keringat dingin membasahi seluruh tubuh nya. Dia begitu terkejut serta ketakutan mengingat kejadian mengerikan yang di ingatnya tadi.


" Shei....kamu tidak apa-apa? " Tara merenggangkan dekapan nya.


Lalu dipegang nya kedua pipi Sheila menggunakan kedua tangan nya. Diusapnya dengan perlahan kening Sheila yang berkeringat.


Sheila masih diam dan sangat syok....


Nafas nya masih tersengal-sengal, Tara pun kembali mendekap nya agar lebih tenang. Sambil ditepuk-tepuk nya pundak Sheila dengan pelan.


Benar saja, perlahan dia mulai tenang. Sheila menutup kedua matanya yang panas dan berkaca itu. Lalu ditenggelamkan wajah nya semakin dalam dekapan dada bidang Tara.


Kelembutan dan kehangatan dekapan Tara, dapat membuatnya merasa tenang. Menjadi Zona Ternyaman untuknya saat ini....


.

__ADS_1


.


.


.


Setelah kepergian Tara dan Sheila dari ruangan yang saat ini ditempati oleh Rens dan juga Nathan. Rens masih diam tak berkata, dan memalingkan wajah nya kearah lain.


" Maaf kan aku Sheila kamu tidak bersalah, tapi aku nya yang belum siap untuk bertemu dengan mu.....masih ada sedikit sesak didalam hati ku saat ini " Bathin Rens.


Air mata yang tadinya ditahan nya, kini telah gugur membasahi kedua pipi nya yang chubby.


" Aku mengerti perasaan mu saat ini, dan aku sudah berjanji untuk tidak akan membuatmu kecewa lagi.... " Bathin Nathan.


Nathan menyusup kan tangan nya kedalam selimut dan menggapai tangan Rens. Digenggam nya dengan erat dibalik selimut tebal itu.


Rens menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Setelah itu diusapnya air matanya menggunakan punggung tangan nya.


" Nathan....aku sangat lelah!! Bisa kah kita tidur sekarang? " Rens membalik kan tubuhnya menghadap Nathan yang sedang duduk.


Dia tersenyum dengan begitu lirih.


" Baiklah sayang.....kata dokter kamu juga harus istirahat, paling tidak besok pagi kau baru bisa beraktivitas.... " ucap Nathan tersenyum, sembari ia menyelimuti tubuh Rens dengan benar sebelum dia beranjak.


Setelah beranjak dari duduk nya, Nathan hendak melangkah pergi. Tetapi ditahan oleh Rens...


" Kamu mau kemana? " tanya nya lirih


Nathan pun menoleh...


" Aku mau keluar.....kata nya kamu mau istirahat " jawab Nathan.


" Temani aku disini..... " Rens berucap dengan sedikit pelan, wajah nye memerah karna malu.


Nathan tersenyum melihat rona merah diwajah istrinya itu....


" Baiklah.....jika itu mau mu sayang "


Nathan berjalan kesisi ranjang yang lain. Lalu dia membaringkan tubuhnya telentang. Rens pun membalikan tubuhnya kearah Nathan. Dia merebahkan kepalanya ditangan kanan dan tidur sambil memeluk tubuh suaminya itu.


" Aku dingin.... " ucap nya manja.


Nathan tersenyum dan langsung menggenggam tangan Rens yang melingkar diperut sispack nya. Lalu tangan yang satu nya mengelus-elus kepala Rens dengan lembut.


Rens menegak kan kepalanya. Mereka saling menatap dan tersenyum bahagia. Wajah cantik sendu Rens yang masih pucat tak mengalah kan kecantikan nya.


Sebelum melelap kan mata Nathan tak lupa untuk mencium kening istrinya nya terlebih dahulu. Lalu mereka sama-sama melelap kan mata menuju alam mimpi masing-masing.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2