
โโ
" Apakah kak Renesmee sudah mau pulang? "
Tanya Viera saat mendapati Rens yang tengah bersiap-siap.
" Iya Vie, aku udah janji sama suami ku untuk pulang cepat hari ini "
Jawab Rens tersenyum manisnya sembari menggapai tas jinjing nya.
Viera hanya terdiam tak menyahuti ucapan Rens barusan. Pedih, benar pedih sekali mendengar nya. Disaat seperti ini dia masih saja mengingat suaminya.....
Viera menatap Rens dengan raut wajah yang tak terbaca. Dia hanya terpaku diam....
" Jangan menatapi ku seperti itu Vie "
Ucap Rens kembali melempar senyuman manisnya, hingga membuyarkan lamunan Viera.
" Maaf kak.... "
" ....aku antar yah "
" Ngga usah repot-repot Vie, aku sudah telpon Alex untuk jemput "
" Ngga repot kok kak.... "
" Tapi kan, katanya hari ini kamu ada urusan makanya minta pulang cepat? "
" Iya sih kak..... "
" Yaudah, pergi sana!! Sebentar Alex jemput kok "
Memang biasanya waktu jam kerja Viera sampai jam sembilan malam selesainya. Atas kesepakatan yang mereka sudah sepakati sebelum nya....
Tetapi entah kenapa, katanya ada urusan. Viera meminta izin untuk pulang lebih awal. Meskipun awalnya dia khawatir jika bos nya itu, harus pulang sendirian.....
" Yaudah kalau begitu, aku pergi yah "
Ucap Rens tersenyum melewati Viera, sembari menepuk pundak kanan nya. Viera hanya menatap sendu sosok Rens, yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan nya.
" Aku begitu bangga pada kekuatan hati dan raga mu kak, semoga kak Nathan cepat sadar dan kalian hidup bahagia selamanya "
****
Diperjalanan pulang Rens menyempatkan diri untuk singgah ditoserba terdekat. Dia membeli beberapa bahan-bahan untuk membuat pasta rumput laut.
Sesampai nya diapartemen, Rens langsung menaruh belanjaan nya itu diatas counter sebelah kompor.
Setelah itu dia memilih untuk masuk kedalam kamarnya.
Cklek....
Rens membuka pintu perlahan, sunggingan senyuman pun tercipta dari sudut bibir nya. Saat mendapati sosok Nathan yang terbaring diatas ranjang.
Dengan langkah mantap dia berjalan mendekat pada Ranjang. Dia pun duduk dipinggiran ranjang sebelah Nathan.
Dielusnya kening dan pucuk kepala Nathan, lalu....
Cups....
__ADS_1
Kecupan hangat mendarat dikening Nathan, ditatapi nya wajah tampan Nathan. Teringat kembali dibenak nya kenangan-kenangan mereka berdua.....
Sesak, sangat sesak yang kini dirasakan nya. Air matanya hampir tak terbendung lagi. Namun sebelum terjatuh dihadapan Nathan, Rens langsung beranjak dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Didalam kamar mandi Rens terduduk lemas dipinggiran wastafel. Air mata yang ditahan nya tadi sekarang telah mengalir dengan derasnya.
Dia menangis hingga terisak, dengan menutup mulutnya dengan tangan nya. Untuk meredam suara tangis nya, dia tak mau jika Nathan dapat mendengarnya menangis....
" Maaf kan Mommy baby, maafkan Mommy "
" ....Mommy tak sanggup menahan nya "
Ucap Rens, sembari mengelus perutnya yang telah mulai membuncit itu.
Dia pun memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu....
*****
Kini Rens tengah berada dibalik counter dapurnya, tampilan ibu hamil yang cantik dan mungil. Sangat cocok untuk menggambarkan sosok Rens yang kini cantik dan menggemaskan memakai celemek masak. Perutnya yang nampak membuncit dibalik celemek itu, sangat lah menggemaskan.
" Hallo....Nin, makasih yah untuk hari ini "
" .... "
" Ngga apa-apa Nin, kamu kan selama ini sudah bantu jagain Tuan saat aku kerja "
" ....ambilah itu sebagai tanda terima kasih ku padamu "
" .... "
" Sama-sama Nin, besok jangan lupa yah "
" .... "
Agar dengan leluasa Nina masuk dan pulang tak harus menunggu dirinya. Nina juga salah satu orang yang dipercaya nya saat ini untuk menjaga Nathan.
.
.
.
Setelah mengakhiri panggilan, tak menunggu lama Rens mulai bergulat dengan bahan-bahan makanan yang dibeli nya tadi.
Mau ngapain? Mau masak?
Yah emang bener, dia mau memasak sesuatu. Selama empat bulan ini juga Rens telah berubah menjadi sosok istri yang bisa masak.
Dia sengaja belajar masak, untuk memberikan kejutan saat Nathan nanti sadar, mengetahui jika dirinya kini bisa memasak. Meskipun tak tahu kapan Nathan akan sadar?
Dengan mahir nya Rens memegang alat tempur memasak nya, kini Rens begitu berbeda dari Renesmee empat bulan lalu. Dia lebih dewasa dan bertanggung jawab sekarang.....
Setelah selesai seperti biasa Rens menyediakan dua porsi. Untuk dirinya dan juga Nathan, setidaknya dia masih menghargai sosok suaminya itu. Meskipun ujung-ujung nya akan dibuang karna tidak dimakan....
" Sayang....tebak aku bawakan apa? "
" ....pasti kamu sudah bisa menebaknya dengan mencium aroma nya kan "
" ....TAADDAA....benar ini pasta rumput laut makanan favorite ku yang sering kamu buat kan untuk ku "
__ADS_1
Ucap Rens sembari menaruh piring tersrbut diatas nakas sebelah ranjang nya. Lalu dia duduk dikursi yang ditariknya kedekat ranjang sambil memamerkan masakan nya itu pada Nathan.
Rens pun mulai menyendok satu demi satu suapan kedalam mulut nya.
" Aku ingat saat pertama kali kita pindah kesini, "
Ucapnya memandang sekeliling lalu tersenyum kearah Nathan.
" Dengan wajah datar mu itu, kamu memasakan aku pasta rumput laut seperti ini....mmm "
" ....Ini enak sekali, meskipun tak seenak buatan mu "
Ucap Rens kembali dengan mulut yang penuh dengan pasta.
" Makanya kamu harus cepat sadar, agar bisa mencicipi masakan ku "
Rens menggapai tangan Nathan dan mengecup punggung tangan nya. Tanpa sadar air mata, mulai terbentuk dipinggiran matanya, namun dengan cepat dihapusnya.
Setelah selesai makan malam bersama, menurutnya sih. Terserahlah apa pun itu....
Rens membawa piring kotor nya kedapur dan mencuci nya. Tiba-tiba saja.....
" Akkhh..... "
Rens mengerang kecil, sembari memegang perutnya.
Akhir-akhir ini Rens sering mengalami keram diperutnya. Setelah melewati bulan-bulan morning sickness nya. Rens mulai merasakan keram-keram tersebut....
Dia sudah mengecekan kandungannya tersebut kedokter kandungan. Dan hasil nya baik-baik saja, tidak ada yang salah dari kandungan nya....
Jadi itu dianggapnya sebagai alarm dari baby jika dia sudah ingin istirahat didekat Daddy nya. Begitulah Rens mencoba membawa kehamilan nya dengan rasa bahagia tanpa ada kendala apapun....
" Ada apa Baby? Apa kau sudah lelah, dan tak sabar untuk dekat dengan Daddy? "
Ucap Rens tersenyum dan mengelus lembut perutnya.
Dia pun melepaskan celemek dan berlalu masuk kedalam kamarnya kembali.
Seperti biasa Rens naik kesisi ranjang sebelah kiri Nathan yang kosong. Dia pasti tidur disana...
Berada didekat Nathan, adalah satu-satunya cara agar dia dapat tidur dengan tenang. Walaupun dia hanya bisa mengenggam tangan Nathan, tak bisa memeluk tubuh nya. Rens masih sangat bersyukur....
Sebelum tidur dia pasti bercerita tentang aktivitas yang dijalani nya seharian penuh ini, tak luput satu pun dari ceritanya.
Dari hal-hal kecil hingga yang besar, semua pasti dia ceritakan. Meskipun tak akan ada jawaban atau tanggapan dari Nathan. Tetapi tak mematahkan semangatnya....
Sembari bercerita kadang Rens mengecup kening atau punggung tangan Nathan. Sampai akhirnya dia terlelap sendirinya, karna rasa kantuk dan lelah yang dirasakan nya.
.
.
.
.
.
Happy Reading guys๐๐
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komentar positif kalian, untuk yang mau vote juga boleh author makin senang๐ biar author juga bisa tahu keberadaan kalian yang dukung cerita Author๐ค๐ค
Sekali lagi Author ucapkan terima kasih untuk yang selama ini udah ngedukung author dari awal ๐๐๐