Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 7


__ADS_3

Araaya Efron adalah anak kedua Rens dan Nathan. Ia lahir satu tahun setelah Marvin. Araa tidak tinggal di Beijing bersama kakak dan orang tuanya. Melainkan dia tinggal di Seoul.


Sama hal nya seperti Marvin yang menetap di Seoul karna tak ingin meneruskan perusahaan sang ayah. Marvin mengambil keputusan untuk mengembangkan usaha perhotelan nya milik nya sendiri. Begitu pun Araa, ia adalah model terkenal. Bukan hanya seorang model Araa juga merupakan desainer berbakat. Sudah beberapa kali dia mengadakan peragaan busana milik dirinya sendiri di berbagai negara. Termasuk Paris.


Mendengar kabar pernikahan Gavin dan Reghata dari Rey. Araa langsung memutuskan untuk kembali ke Beijing hari itu juga. Rey tidak sengaja mengatakan nya kepada Araa. Saat Araa bertanya mengenai keberadaan Gavin.


"Pernikahan ini tidak sah...." suara Araa terdengar lantang. Sontak membuat keriuhan di pesta pernikahan itu seketika hening.


Kini dirinya berdiri tepat di hadapan Gavin dan Reghata.


"Araa? Sejak kapan kamu datang sayang? Kenapa kamu tidak mengabari Mommy? Dan apa maksudmu pernikahan ini tidak sah?" Rens menatap sang anak dengan sendu. Senang melihat putri bungsunya yang sudah lama tidak pulang, sekaligus bingung dengan perkataan nya.


"Mommy sebenar----"


Perkataan nya terhenti ketika Nathan sang ayah meraih tangan nya. Lalu menatapnya dalam-dalam sambil menggelengkan kepalanya.


Deg....


Apakah Daddy juga mengetahui tentang semua ini? Kenapa? Tapi kenapa Daddy diam saja?.


Araa menatap ibu dan ayah nya secara bergantian. Karna ayah nya yang memberikan perintah untuk dirinya diam. Akhirnya Araa mengurungkan niatnya itu. Tanpa menjawab pertanyaan sang ibu. Araa pun pergi dari pesta itu dengan rasa penuh kecewa. Diusapnya air matanya yang menetes dengan begitu kasarnya.


Pertanyaan demi pertanyaan pun dilontarkan para wartawan media masa. "Saya harap kalian semua tenang, karna tidak ada hal serius mengenai ucapan nona muda kita tadi......jadi diharapkan agar para teman-teman media masa tidak mengeluarkan berita-berita yang bersifat fitnah atau kebohongan...."


Sekertaris dan para bodiguard Nathan sekeluarga. Mengambil langkah depan untuk mengurus kerisuhan. Yang terjadi karna ucapan nona muda mereka Araa.


Reghata menatap getir sang ayah. Tangan nya bergetar hebat, takut dan tidak percaya. Secara tidak langsung sang ayah menyatakan dirinya sendiri sudah tahu tentang rencana nya.


Daddy....


Apa kamu mengetahui tentang semua ini? Tapi bagaimana bisa?


***


Didalam sebuah ruangan. Reghata dan Gavin berdiri dihadapan para keluarga. Mereka semua menatap Reghata dan Gavin dengan penuh tanya.


"Re....ada apa sebenarnya ini? Kenapa adikmu datang marah-marah seperti itu?" tanya Rens dengan raut wajah cemas.

__ADS_1


Sedetik kemudian. Reghata dan Gavin membuka topeng yang menutupi wajah mereka. Seperti sedang melihat hantu. Mereka semua terkejut bukan main.


"Gavin?" lirih Anna.


"Gavin? Apa maksudnya ini? Katakan pada ayah yang sebenarnya terjadi...." nada bicara Kevin begitu tinggi. Seakan dia geram terhadap anak nya itu.


"Reghata....apa-apaan ini? Jelaskan pada Mommy dimana Marvin? Kenapa dia yang menikahi mu?" Rens mencengkram lengan Reghata bertanya dengan suara bergetar. Seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"....Nathan, kenapa kamu diam saja? Apa kamu sudah mengetahui semua ini?" lanjut Rens menatap ke arah suaminya.


"Bukan kah aku sudah pernah memperingatkan mu tentang perjodohan ini? Jangan memaksakan kehendakmu terhadap masalah pernikahan Reghata? Biarkan dia memilih pasangan nya sendiri...." Nathan memalingkan wajah kecewa nya, berbalik badan.


"....biarkan mereka berdua yang menjelaskan nya" lanjut nya membiarkan Reghata dan Gavin menjelaskan.


"Jelaskan Re....kenapa bisa kamu menikah dengan anak haram ini?" cetus Rens menatap tidak suka Gavin.


Seketika itu juga hati Anna seperti tertusuk belati tajam. Perih sekali mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Rens. Tanpa sadar air matanya mengalir. Sedih melihat sang anak dikatai seperti itu.


"Mommy....kenapa Mommy berkata seperti itu?" decak Reghata.


Sedangkan Gavin tetap diam tak menjawab cacian dari Rens. Meskipun itu sangat menyakitkan hatinya. Dia malah menatap Kevin. Sang ayah yang begitu kecewa terhadapnya.


PLAK....


Satu tamparan dari Kevin untuk Gavin. Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan Kevin.


Gavin menarik nafas dalam-dalam, menciba untuk sabar. Memang itu pantas dia dapatkan. Dari awal Gavin sudah bisa menebak hal ini akan terjadi.


"Paman jangan salahkan Gavin....ini semu---" ucapan Reghata terpotong ketika Gavin menggenggam tangan nya. "Ini memang salah Gavin ayah.....Gavin lah yang meminta Reghata melakukan ini....Gavin juga yang memaksa Marvin untuk mundur..." sanggah Gavin mengakui kesalahan nya.


"Apa kamu bilang? Berani-berani nya kamu memaksa anak ku untuk melangsungkan pernikahan seperti ini?"


Plak....


Satu tamparan lagi dari Rens. Dia begitu geram terhadap Gavin. Dia semakin membenci Gavin.


"Aku tidak sudi anak ku menikah denganmu....pernikahan ini, aku tidak merestui nya..." lanjut Rens.

__ADS_1


"Mommy....sekarang aku dan Gavin adalah suami istri, dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kami....Reghata harap Mommy bisa menerima ini semua...."


"Apa kamu bilang? Menerima semua ini? Jangan harap Re, Mommy begitu kecewa padamu..."


"....Sampai kapan pun Mommy tidak akan merestui kalian" Rens hendak melangkah pergi. Namun tiba-tiba saja Marvin datang.


"Tunggu....ini bukan salah Gavin atau Reghata....tapi ini semua adalah salahku? Aku yang memohon pada mereka untuk melakukan ini..." sontak semua mata tertuju pada Marvin.


"Terserahlah....kalian sama saja semua....Kevin kamu telah gagal mendidik anak-anak mu, Mia pasti sangat kecewa...." lagi-lagi perkataan kasar keluar dari mulut Rens.


"RENESMEE....Sudah cukup cacianmu itu" bentak Nathan, yang sudah tidak tahan dengan cacian dan makian yang keluar dari mulut sang istri.


Rens menatap skeptis sang suami. "Kenapa? Apa perkataanku itu salah....kamu juga mau membela orang-orang ini? Terserah kau saja, aku sudah muak disini...."


Rens pun berlalu pergi, menutup pintu dengan hempasan keras. "Renesmee?" teriak Nathan memanggil sang istri.


Nathan pun berbalik menatap Reghata dengan tersenyum paksa. Masih ada rasa kecewa di dalam hatinya. Tapi sungguh dia tidak tega dengan sang anak.


"Jangan khawatirkan Mommy mu, Daddy akan membuatnya mengerti..." Nathan mengusap air mata yang sudah mengalir dari sudut mata Reghata.


"Daddy...." Lirih Reghata. Nathan mengangguk sambil tersenyum.


"Dengarkan penjelasan mereka Vin....Jangan dengarkan ucapan Rens barusan...." Nathan menepuk pundak kanan Kevin sebelum akhirnya dia pergi menyusul sang istri.


Sepeninggal Rens dan Nathan. Kevin langsung mencengkram kerah baju Gavin. Sontak dengan sigap Anna langsung menghalat Kevin yang terlihat sangat marah itu.


"Jangan....jangan sakiti Gavin, aku mohon..." Anna menangis memegangi tangan Kevin yang mencengkram kerah baju Gavin.


"Minggir An....ini urusanku dengan anak ku"


"Tapi dia juga anak ku...." Anna berteriak.


"Ars tarik istrimu..." titah Kevin kepada Arsen.


Dengan sigap Arsen pun menarik Anna mundur. Anna menangis di dalam dekapan sang suami. Tak tahan melihat apa yang akan dilakukan Kevin terhadap sang anak.


TBC.

__ADS_1


Note : Jangan lupa like, koment, & vote nya, biar aku makin semangat untuk up.🌹🌹 Happy Readings🌹🌹


__ADS_2