Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
MUSIM KE-3 : Episode 36 ~TAMAT~


__ADS_3

Satu jam kemudian, Gavin terbangun. Dia melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan hampir pukul enam sore. Seperti mimpi telah melakukan malam pertama mereka. Meskipun bukan malam hari melakukan nya. Tapi tetap saja sangat nikmat. Pikir Gavin.


Gavin menatap wajah sendu sang istri yang terlelap dengan sangat nyenyak. Reghata tidur dengan menjadikan lengan kanan Gavin menjadi bantal nya.


Gavin mengelus-elus lembut kepala dan pipi Reghata. Tidak pernah terbayangkan oleh nya jika cinta sepihak nya selama ini. Sudah bukan cinta sepihak lagi namanya. Tetapi menjadi saling mencintai. Semoga mereka berdua selama nya bersama melewati lika-likunya kehidupan ini.


Sedih maupun senang mereka lewati bersama. Gavin mengecup kening Reghata dengan penuh kasih sayang. Reghata membuka matanya, ketika merasakan ada benda basah dan lembut menyentuh kening nya.


"Gavin?"


"Ada apa sayang? Apa kau mau mandi?"


"Sepertinya begitu! Aku merasa badan ku sangat lengket karena keringat..."


"Ayo mandi bersama....." ajak Gavin.


Seketika wajah Reghata memerah. Bagaimana bisa dengan entengnya Gavin berkata seperti itu. Membuat Reghata gugup dan salah tingkah jadinya.


Gavin menyeringai mengecup pipi sang istri. Lalu menggendong tubuhnya yang dibalut selimut kedalam kamar mandi.


Sekitar dua puluh menit mereka mandi bersama berendam didalam bath up berisi aromaterapi. Saling menggosok satu sama lain. Terkadang Reghata memijit-mijit kepala sang suami. Begitu pun dengan Gavin.


***


"Kau mau kemana?" tanya Reghata ketika melihat Gavin tengah bersiap dengan rapi.


"Aku mau keluar sebentar sayang...Cups" Gavin memeluk sang istri lalu berlalu keluar dari kamar.


Reghata cemberut menatap kepergian Gavin yang menghilang dari balik pintu.


"Dia mau kemana sih buru-buru seperti itu, main tinggal-tinggal aja lagi sebel...." gerutu Reghata sembari memakai pakaian. Kini dia hanya memakai dress berwarna maroon selutut. Dengan rambut basah yang dibiarkan berantakan dan terurai. Reghata hanya mengaplikasikan lipstik saja di bibirnya tanpa memakai tambahan riasan yang lain. Sangatlah natural.


Reghata pun segera keluar dari kamar. Membuat minuman ginseng merah yang hangat. Mengingat cuaca semakin dingin. Sendirian menonton tv, Reghata sangat bosan.


Ia pun segera menghubungi ponsel Gavin. Menunggu beberapa detik panggilan pun tersambung.


"Halo? Iya sayang ada apa?" tanya Gavin dari seberang panggilan.


"Kamu dimana Vin? Kok sampai sekarang belum juga balik? Aku kira kita mau makan malam sama-sama ?" ucap Reghata dengan nada suara letih.


"Sabar yah sayang, aku masih ada urusan bentar lagi aku balik...."


"Terserahlah, kalau begitu lanjutkan apa yang kau lakukan...." Reghata menghela nafas panjang. Dia pun segera memutuskan panggilan.


Jika benar Gavin ada urusan mendadak masalah pekerjaan. Yah mau di apa? Reghata tidak mau egois, pekerjaan juga sangat penting.


"Baiklah Vin, aku akan menunggu mu sayang...." ucap Reghata sembari merebahkan tubuhnya diatas sofa.

__ADS_1


"Oops...." Reghata tersentak kaget sendiri menutup mulut nya. Dia tersenyum seperti orang gila.


"Apa tadi aku memanggilnya dengan sebutan sayang? hahaha...kenapa lidah ku terasa gatal dan tidak biasa" Reghata tergelak. Mengingat kata 'Sayang' yang baru saja dia sebutkan. Terasa geli sendiri mendengar nya.


"Gavin Sayang...." Reghata mengulangnya. Tapi lagi-lagi dia malah tertawa geli hingga terbahak.


Saking girang nya, tangan Reghata tak sengaja menyenggol gelas berisi minuman Ginseng merah tadi yang dia buat. Hingga terhempas dilantai dan pecah.


"Oh shit....Reghata kau bodoh sekali...." Reghata merutukki dirinya sendiri. Ia pun segera beranjak membersihkan serpihan kaca tersebut. Ia tak mau jika sang suami yang jarang memakai alas kaki dirumah. Nanti menginjak serpihan kaca itu.


Reghata membuang serpihan kaca tadi di dalam bak sampah yang ada di balkon luar. Tetapi ketika hendak kembali masuk. Tiba-tiba saja sesuatu yang lembut seperti kapas jatuh diatas kepalanya.


Sontak Reghata langsung meraba kepala nya. Ternyata sesuatu yang selembut kapas itu adalah butiran salju. Reghata tersenyum bahagia. Menatap keatas langit. Malam ini salju pertama di tahun ini turun.


Ada perasaan sedih didalam hati kecil Reghata. Dia sangat berharap jika saat ini juga Gavin berada disampingnya. Tapi kenyataan nya tidak ! Saat ini Gavin tengah ada urusan lain.


Reghata berdiri memegangi pagar di balkon tersebut. Memandangi indah nya kota Beijing. Ketika salju pertama turun dimalam ini. Cahaya jingga senja sore itu sangat indah ditambah butiran-butiran salju yang bertebaran jatuh dari langit. Pemandangan yang sangat indah.


"Terima kasih tuhan, kau telah mengirimkan seorang pria yang baik untuk ku! Aku benar-benar sangat bersyukur telah dicintai oleh nya, tidak hanya wajah nya yang berparas tampan! Tetapi dia juga memiliki hati yang sangat baik dan tulus...." tutur Reghata sembari tersenyum.


Tiba-tiba saja Reghata merasakan ada sepasang tangan yang melingkar di pinggul rampingnya. Sontak Reghata langsung berbalik. Cups!


Bibir nya bertabrakan dengan Gavin sang suami. Reghata memundurkan wajah nya, lalu mengelap bibir nya menggunakan punggung tangan.


"Siapa yang sedang kau bicara kan bersama tuhan sayang?" Gavin menyatukan dahinya dengan dahi Reghata. Ia tersenyum dengan tampan nya. Memperlihatkan deretan giginya.


Deg deg deg.


"Gavin apaan sih, jauh-jauh aku sangat gerah...." Reghata mendorong mundur dada Gavin. Tapi lagi-lagi Gavin menarik pinggul nya. Hingga tubuh mereka menempel.


"Dihari turun nya salju seperti ini kau bilang gerah? Mustahil, dasar pembohong" Gavin tergelak lalu mengusap-usap pucuk kepala Reghata yang penuh dengan butiran salju.


"Minggir Vin, aku tidak bisa bernafas..." Reghata semakin risih. Dia hampir mengalami serangan jantung mendadak. Jika Gavin terus-terusan menempel padanya.


"Jawab dulu siapa yang sedang kau bicarakan kepada tuhan? Jika tidak aku tidak akan melepaskan mu" Gavin mengeratkan pelukan nya.


"Ya kamulah, memang nya siapa lagi orang yang sangat kucintai..." Reghata mendengus kesal. Menjawab dengan intonasi tinggi diawal tapi pelan diakhir.


Setelah mengatakan nya. Wajah Reghata merah dia kembali menunduk malu. Tapi tidak dengan Gavin yang malah tersenyum puas. Berhasil dia mengerjai istri pemarah nya itu.


Cups !


Reghata terkejut matanya membulat. Gavin kembali mengecup bibir nya dengan cepat.


"Itu hadiah untuk mu, yang sudah jujur padaku...." ucap nya tersenyum manis tanpa merasa canggung. Reghata memegangi bibir nya melongo menatap wajah sang suami.


"Kenapa melihatku seperti itu? Apa kau baru sadar jika suamimu ini sangat tampan?" ucap Gavin dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Hmm iya...." ucap Reghata yang matanya masih berbinar tidak berkedip menatap Gavin. Seakan terhipnotis dengan ketampanan yang dipancarkan. Pria itu jadi salah tingkah,wajah nya juga memerah.


"Hahaha, apaan sih sayang? Gak usah begitu juga" Gavin melambaikan tangan nya didepan wajah Reghata.


Seketika Reghata tersadar dia langsung berbalik badan. Malu, sangat malu rasanya. Reghata bingung sendiri kenapa dia bisa seperti itu?


Reghata dibuat terkejut saat Gavin melingkarkan sebuah Syal bulu-bulu tebal berwarna putih dileher Reghata. Syal mahal yang nota tanda terima yang dia lihat waktu itu.


"Syal ini?"


"Iya sayang, ini Syal yang aku beli khusus buat kamu....Aku pergi tadi untuk mengambil ini! Apa kau menyukainya? " ucap Gavin.


Reghata membalikan badan nya menatap ke arah suaminya. Tanpa disadari air matanya menetes. Reghata langsung mengusap nya. Kenapa akhir-akhir ini dia sangat melow drama seperti ini.


"Aku sangat menyukainya Vin, eh tidak-tidak....Aku sangat menyukainya sayang" Reghata berucap dengan terbata-bata karena gugup.


Nampak Sunggingan senyuman dibibir Gavin. Mendengar sang istri memanggil nya dengan sebutan sayang. Membuat hati Gavin berbunga-bunga.


"Aku sangat mencintaimu sayang" Reghata memeluk Gavin saat itu juga.


"Aku juga sangat mencintaimu Reghata.... sangat-sangat mencintai mu! Kamu adalah satu-satunya wanita yang menduduki singgasana di dalam hatiku Re...." Gavin mendekap Reghata dengan sangat erat. Lalu menghujami pucuk kepalanya dengan kecupan hangat.


"Berjanjilah untuk tidak akan pernah bosan dan lelah menghadapi ku...." tutur Reghata.


"Iya sayang, aku berjanji...bahkan sampai matipun aku akan tetap menjadi pelayan yabg setia untuk mu...."


Keduanya saling menatap dan tersenyum, kemudian bibir mereka menyatu. Romantis nya ciuman hangat ditengah turun nya salju pertama dimalam itu.


Reghata dan Gavin menjadi orang paling bahagia di dunia ini. Mereka tidak akan pernah melupakan hari ini. Hari yang sangat bersejarah untuk keduanya. Dimana cinta mereka menyatu. Menerima kekurangan masing-masing tanpa mengeluh.


......🌹🌹TAMAT🌹🌹......


...Yeahh🥳🥳🥳...


...Akhirnya kisah perjalanan kisah cinta Reghata dan Gavin telah selesai😍😍🌹🌹...


...Bagaimana kesan dari kalian? Apa kalian menyukainya? Jika ada yang merasa kurang, tenang aja yah nanti Author masih update extra-extra part nya deh😁...


...Berhubung Cerita ini sudah selesai, Author akan mulai lanjut update kisah mengenai Marvin yah !! Kakak tersayang nya Gavin yang merelakan Wanita secantik Reghata untuk sang adik......


...Ada apa kah gerangan dengan kisah hidup Marvin? Apa kisah cinta nya akan sangat rumit dari kisah cinta Gavin dan Reghata?...


...Cuss...lanjut dinovel Marvin yuk!...


...Mohon dukungan kalian yah ☺️☺️. Karena akan mulai update rutin setiap hari💪🏻💪🏻. Author berharap kalian akan sama menyukai kisah cinta Marvin sang CEO pemilik hotel dan resort dengan seorang gadis Mafia Cantik yang bernama Killa Roses....


...Ini dia novel nya "MAFIA CANTIK KESAYANGAN CEO". Author tunggu kehadiran nya yah☺️☺️....

__ADS_1



...🌹🌹Salam hangat dari Author yang masih perlu banyak belajar dan dukungan dari kalian semua🌹🌹....


__ADS_2