Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
Kata-kata Menjijikan...


__ADS_3

Malam ini Rens dan Mia sudah mengatur pertemuan untuk Nathan juga Kevin. Berharap agar kedua pria egois itu kembali baikan lagi.


Dari kejauhan Rens dan Mia hanya bisa melihat punggung kekar kedua nya yang kini tengah duduk dibangku taman didepan sana.


Belum ada tanda-tanda sesuatu yang baik terjadi, perasaan kedua wanita itu. Tak menentu, penasaran akan hal yang dibicarakan Kevin dan Nathan.


" Semoga mereka bisa kembali baikan... " ucap Mia sambil menyatukan kedua tangan nya didada.


" Semoga aja Mi, karna hanya mereka berdua juga yang bisa mencari tahu siapa dalang dibalik ini " sahut Rens yang terus menatap kearah depan sana.


Mia pun mengangguk setuju.....


" Oh iya....apa kamu sudah memberi tahu Nathan tentang itu.... " Tanya Mia tiba-tiba.


Sembari ia menunjuk keperut rata Rens. Rens terdiam mengelus perutnya yang masih rata itu lalu tersenyum bebas pada Mia.


" Aku belum sempat memberi tahunya karna masalah ini duluan muncul.... " jawab Rens kembali menatap kedepan.


" Srbaiknya kamu harus memberi tahu Nathan secepat nya... " ucap Mia.


" Tenang aja, setelah masalah ini selesai aku pasti akan memberitahunya kabar bahagia ini.... " sahut Rens dengan tersenyum.


" Baiklah terserah padamu, jaga baik-baik yah keponakan ku awas aja kalau dia sampai kenapa-kenapa " ucap Mia dengan sedikit ancaman halus.


Mereka berdua pun tertawa bahagia sembari terus menatapi kedua pria didepan sana yang lagi berbicara serius.


Kemaren seharusnya sudah menjadi hari bahagia untuk Rens dan Nathan. Karna Rens hendak memberikan kabar bahagia kepada Nathan jika dia telah mengandung anak Nathan. Alias Rens tengah hamil....


Tetapi diurungkan nya niat nya malam itu, karna pertengkaran hebat Nathan dan Kevin. Bahkan setelah pertengkaran itu, Nathan malah mabuk berat. Jadi diurungkan niat nya malam itu....


Jadi dia memutuskan untuk memberikan kabar bahagia itu saat permasalahan antara Kevin dan juga Nathan terselesaikan.....


.


.


.


.


Nathan dan Kevin duduk dibangku taman yang sudah disiapkan disana. Kedua nya tampak canggung satu sama lain. Namun raut wajah mereka sangat berbeda.


Raut wajah Kevin sudah jelas sangat dingin dan datar, mengingat dia masih merasa kecewa pada Nathan. Sedangkan Nathan sesekali ia menoleh kearah Kevin yang menatap tajam kedepan.


Sangat jelas jika Nathan masih merasa bersalah pada Kevin, tetapi karna egonya dia tetap tak mau memperlihatkan nya. Masih tetap dia bersikap so cool saat itu.....


Lima menitan mereka hanya saling diam sampai akhirnya yang bersalah memulai pembicaran. Jelas pasti nya itu Nathan...


" Kevin.... " panggil nya dengan lirih.


Disambut dengan deheman saja oleh Kevin.


" Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan itu semua hanya saja.... "

__ADS_1


Belum sempat terselesaikan kata-kata Nathan, Kevin langsung memotongnya.


" Nunggu waktu yang tepat.... " ucap Kevin ketus.


" Benar....waktunya belum tepat "


Nathan kembali menatap kearah depan sama seperti Kevin yang enggan untuk menatap Nathan.


" Jadi langsung saja....katakan alasan kamu menyembunyikan nya selain waktu yang belum tepat "


Kevin menoleh tajam kearah Nathan dan berucap ketus.


Deg....


Apa yang harus dia katakan, apa dia harus jujur mengatakan jika dia takut? takut akan apa? takut akan Kevin yang meninggal kan nya? dia bukan type pria yang lembut serta so sweet mengatakan hal tersebut....


Tidak seperti dirinya sendiri, pasti Kevin akan tertawa mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Nathan. Begitu fikirnya...


Tapi jika dia tak mengatakan nya mungkin Kevin akan terus marah dan tak pernah tahu akan perasaan yang memang dirasakan nya.


Dengan tatapan tajam dan dingin Kevin Nathan pun memberanikan diri untuk bicara....


" Sebenarnya aku....aku.... " ucapan nya terhenti sejenak.


Keraguan kembali muncul.


" Aku apa? " Kevin menaikan kedua alis nya.


" A-aku....sebenarnya aku takut... " ucap Nathan semakin ragu dan gugup.


" Takut apa? " Kevin semakin menatap tajam Nathan.


" Aku takut kamu pergi dari ku.... " ucap Nathan lirih.


Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutnya dengan penuh paksaan. Kata-kata yang dirinya pun merasa jijik mengatakan nya....๐Ÿ˜…


Deg...


Seketika wajah Kevin memerah dan matanya membulat menatap Nathan. Dia begitu terkejut mendengan penuturan Nathan...


Apakah dia tidak salah dengar? Apa orang yang disampingnya ini benar adalah Nathan? Kevin langsung memalingkan wajah nya....


Sedangkan Nathan habis berkata seperti itu dia menutup matanya dan menghela nafas lega. Meskipun ujung-ujung nya dia bakal sangat malu terhadap Kevin....


" Apa aku tidak salah dengar? Menjijikan, dia kira aku ini pacar nya apa? Sakit kali yah nih orang " gumam Kevin merinding.


" Pasti dia akan menertawai ku....Aaagghh Nathan kamu berhasil mempermalukan dirimu sendiri " Bathin Nathan menggerutui diri sendiri.


Lama berdiam diri dan tidak saling menatap. Suasana semakim canggung...


Kamu... Ucap keduanya bersamaan, lalu kembali berpaling lagi.


Kevin pun beranjak dari duduk nya dan melangkah sedikit maju kedepan Nathan. Nathan menatap Kevin yang beranjak dan berdiri tepat di hadapan nya.

__ADS_1


" Apa benar itu alasan mu? Yang sebenar nya? " tanya Kevin dengan nada datar.


Dia masih membelakangi Nathan yang masih duduk dibelakang nya.


" Maafkan aku karna sudah terlalu egois.... " ucap Nathan lirih.


Kemudian dia ikut berdiri dibelakang Kevin sembari menunduk.


" Aku akan memaafkan mu... " ucap Kevin tiba-tiba.


Nathan terkejut dan langsung menegakan pandangan nya. Dia menatap Kevin dengan tatapan tak percaya.


" Tapi... " ucap Kevin lagi namun terhenti.


Nathan menaikan alis nya.


" tapi apa? Maksudnya? " Bathin nya.


" Tapi..... " Kevin berbalik menatap Nathan.


Mereka pun saling bersitatap yang satu datar dan yang satu lagi penuh dengan pertanyaan dikepalanya.


" Tapi kurasa tadi itu adalah kata-kata paling menjijikan yang pernah ku dengar.... "


Kevin berucap datar dan diakhiri dengan senyuman lepas. Sedangkan Nathan yang awal nya tegang menjadi terheran-heran melongo....


Mereka berdua pun tertawa lepas bersama, Kevin mendekat pada Nathan dan langsung memeluk nya. Nathan pun membalas pelukan Kevin.


" Aku akan memaafkan mu kali ini, karna alasan menjijikan mu itu.... "


ucap Kevin sembari menepuk punggung Nathan.


" Lepaskan aku.....menjijikan ngapain peluk-peluk segala "


Nathan mendorong tubuh Kevin membuat nya tersentak kebelakang sedikit. Saling tatap lalu mereka kembali tertawa lagi mengingat ucapan Nathan tadi...


" Hahaha.....Sumpah itu kata-kata menjijikan yang pernah kudengar " Kevin kembali menggoda Nathan sembari tertawa geli.


Wajah Nathan memerah tetapi dia mencoba menyembunyikan rasa malunya.


Saat itu juga Rens dan Mia menyapa dan menghampiri mereka. Membuat Nathan terkejut dan semakin merasa malu...


" Dari mana mereka datang? Jangan bilang mereka juga mendengar perkataan ku tadi... " gumam Nathan.


Nathan memalingkan wajah nya yang merah padam dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Vote, Komen, dan Like nya readers....๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2