Terjebak Takdir Cinta Presdir

Terjebak Takdir Cinta Presdir
PART 57


__ADS_3

Keesokan paginya....


Seperti biasa Nathan keluar dari kamar nya dan menghampiri Kevin dimeja makan. Dia menoleh kekiri kekanan, mencari-cari sosok yang begitu ingin dilihat nya.


Namun sosok itu tidak nampak sama sekali. Raut wajah kecewa sedikit terpancar diwajah nya. Nathan pun duduk dimeja makan dan menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh Kevin.


"Apa Renesmee, belum keluar dari kamar nya?" Tanya Nathan sembari menyantap sarapan nya.


"Nona Rens, sudah pergi dari tadi tuan...." jawab Kevin.


"Dia sudah berangkat? Sepagi ini?" ucap Nathan, tak percaya jika Rens menghindar darinya.


"Benar tuan....." ucap Kevin.


"Aku tak menyangka, kau benar-benar ingin menjauh dariku...." Bathin Nathan.


"Oh iya.....cepat selesai kan sarapan kita lalu berangkat ke kantor" ucap Nathan sedikit dingin.


".....Ada sesuatu yang ingin kutanya kan padamu Kevin" lanjut Nathan, kini dengan tatapan tajam nya ke Kevin.


"Baik tuan....." balas Kevin.


"Seperti nya dia sudah melihat rekaman cctv hari itu....." Gumam Kevin.


***


Didalam ruang kantor Nathan....


Nathan sedang termenung dimeja kerja nya, fikiran nya benar-benar tak tenang. Tidak bisa dilupanya kejadian semalam, apa yang sudah membuat Rens begitu marah padanya.


Ditengah-tengah lamunan nya, Kevin pun masuk dan membawakan beberapa dokumen untuk ditanda tangani.


Tok...tok...tok


Suara ketukan pintu pun membuyarkan lamunan nya. Nathan berdiri duduk nya dan menatap tajam kearah Kevin.


"Kemarilah dan duduk disitu Kevin..." ucap Nathan, sembari berjalan mendekat dan duduk disofa yang memang ada disana.


"Baik Tuan...." ucap Kevin langsung menuruti ucapan Nathan dia pun ikut duduk disofa itu tepat berhadapan dengan Nathan. Beberapa dokumen yang tadi dibawa nya pun belum sempat diberikan nya.


Nathan terlihat gelisah dan sudah gidak sabar ingin menanyakan sesuatu yang terus mengganggu fikiran nya.


"Kevin.....selama aku tidak ada, apakah terjadi sesuatu? Yang aku tidak ketahui"


"Benar tuan...." Kevin menjawab dengan sigap, dia memang sudah mempersiap kan diri untuk menjawab pertanyaan Nathan dengan jujur.


"Katakan ini apa? Kenapa direkaman ini Renesmee menangis dipelukan mu?" tanya Nathan dingin, dia menatap Kevin dengan begitu sinis.

__ADS_1


".....aku tidak pernah tau jika kalian sedekat itu" lanjutnya dengan heran.


"Apa maksud anda Tuan.....apa anda sedang meragukan ku?" ucap Kevin membalas tatapan Nathan dengan tajam. Ucapan Nathan terdengar kasar bagi Kevin.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Heh....kalian juga bertengkar seperti sepasang suami istri hahaha" Tawa Nathan menggema diseluruh sudut ruangan itu.


"Apa maksud mu?" ucap Kevin dingin.


"Aku tidak bermaksud apa pun....aku hanya bertanya apa kalian sedang bermain dibelakang ku?" ucap Nathan pelan, namun terdengar kasar ditelinga Kevin. Senyuman licik pun tergambar jelas diwajah Nathan.


Kevin pun terpancing emosi, segera ia beranjak dari duduk nya dan menarik kerah baju milik Nathan. Nathan hanya terkekeh melihat kekesalan Kevin.


"Jangan limpahkan kesalahan kepada orang lain....." ucap Kevin sembari ia terus mencengkram kerah baju Nathan dengan erat. Kini dia berbicara pada Nathan bukan seperti bawahan dan bos nya.


"....itu semua salah mu" lanjut Kevin, sembari ia melepaskan kerah baju Nathan dan mendorong Nathan kembali duduk disofa.


"Heh...berani nya kau seperti itu padaku Kevin....." Nathan berdiri dihadapan Kevin.


"Kamu memang tidak pernah tau cara menghargai orang terdekat mu!!" ucap Kevin, Nathan geram mendengar nya.ia pun melayangkan tinju nya tepat diwajah Kevin.


Bugh....


"Tutup mulut mu itu Kevin...."


"Kenapa? Apa Renesmee menjauhi mu? Hahaha" ucap Kevin sedikit tertawa sembari ia mengelap darah dipinggiran bibir nya.


Bugh.....


Nathan kembali memukul nya dan menendang Kevin hingga tersungkur. Kevin pun kembali berdiri dan memukul balik Nathan beberapa kali. Mereka saling melayangkan tinju satu sama lain, hingga berhenti saat merasa kelelahan berkelahi.


"Kau tau dia menangis karna mu.....seharus nya kau sadar diri" ucap Kevin terengah-engah.


".....dia bertanya padaku mengenai Stephanie, dia juga mengira selama perjalanan keluar kota mu itu kau sedang bersama dengan Stephanie" lanjut Kevin menjelaskan.


"Apa....bagaimana bisa..." ucap Nathan tak percaya.


"....kenapa kau tidak menjelaskan padanya" lanjutnya.


"menjelaskan tentang apa? Bukan kah kau bilang tak perlu memberi tahunya jika kau keluar kota untuk urusan pekerjaan, dan mengenai Stephanie aku harap kau menjelaskan sendiri padanya aku tak mau ikut campur" ucap Kevin, sembari ia merapikan kemeja dan dasi nya yang acak-acakan karna berkelahi. Setelah itu dia pun berlalu meninggal kan Nathan yang masih termenung mencerna semua ucapan Kevin.


"Sial....sial....sial...." Nathan memaki-maki dan sesekali memukul pinggiran sofa.


"Aku harus bertemu Rens segera..." Nathan pun bergegas keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke mobilnya yang terparkir.


Dia melajukan mobil nya menuju kampus Rens dengan kecepatan sedang. Entah mengapa hari itu hujan turun dengan begitu derasnya.


Sesampai nya dikampus Rens Nathan memarkir kan mobil nya ditempat yang sudah disediakan. Tanpa berlama-lama ia segera turun dari mobil tanpa menggunakan payung atau semacam nya. Air hujan pun jatuh dan membasahi kemeja milik nya hingga meresap ketubuh nya, karna hujan begitu deras saat itu terlebih lagi jarak parkiran denga gedung kampus Rens sedikit jauh.

__ADS_1


Dia berlari ditengah deras nya hujan, sampai memasuki gedung kampus Rens. Ditelusuri nya satu persatu ruangan, mencari keberadaan Rens.


Semua mata tertuju padanya, bagaimana tidak penampilan Nathan begitu berantakan. Kemeja dan dasinya masih acak-acakan bekas perkelahian nya tadi, juga noda darah yang melecak dikerah kemeja nya karna hidung nya berdarah saat dipukul oleh Kevin, dan ditambah guyuran air hujan membuat nya semakin berantakan.


Ia tidak memperdulikan pandangan orang sekitar saat itu, yang dia fikir kan hanyalah bertemu dengan Rens. Tiba-tiba saja langkah nya terhenti saat melihat sosok yang sedikit familiar untuk nya.


Sosok itu adalah Mia sahabat Rens. Mia sedang duduk dibangku yang sudah disediakan didepan semuah kelas.


Dengan cepat Nathan pun menghampirinya. Mia terkejut dan langsung berdiri saat melihat Nathan tepat dihadapan nya.


"Nathan.....tidak tidak ...Tuan Nathan apa yang anda lakukan disini?" tanya Mia sedikit gugup.


"Dimana Renesmee..." tanya Nathan masih pelan.


"Sa-saya tidak tahu Tuan...." jawab Mia masih gugup.


"DIMANA DIA...." Nathan berteriak, hingga semua pandangan mata tertuju pada mereka berdua.


"A-aku benar-benar tidak tahu Tuan....tadi dia pergi begitu saja saat kelas pertama usai, aku rasa dia pulang keapartemen" jawab Mia semakin gugup dan ketakutan.


Mendengar jawaban dari Mia Nathan pun bergegas berlari kembali ke mobilnya. Lalu ia kembali melaju ditengah hujan deras menuju apartemen milik nya.


Sampai lah dia dibasement parkiran mobil diapartemen. Nathan berjalan menuju lift nya perlahan, lalu lift pun bergerak naik menuju unit nya dipaling atas.


Ting...


Lift pun terbuka...


Dengan bersemangat dia masuk kedalam unit nya, dan menyusuri ruang santai, ruang kerjanya,kamar Rens, bahkan balkon-balkon sekalipun namun tidak nampak keberadaan Renesmee...


Nathan sedikit kebingung an, dia merasakan sakit srkali dikepalanya, guyuran dingin air hujan juga membuat tubuhnya menggigil, pandangan nya sedikit kabur.


"Apa yang kau lakukan? Bukan kah kau sedang kerja?"


Nathan terkejut mendengar suara itu, suara seseorang yang saat ini ingin sekali dipeluk nya. Dia pun menoleh kearah sumber suara itu, benar sekali Rens sedang berdiri sembari menatap nya dengan tatapan heran nya.


Nathan pun menghampiri Rens dengan perlahan lalu memeluk tubuh mungil itu tanpa meminta persetujuan pemiliknya.


Rens terkejut dan berusaha melepaskan pelukan Nathan. Dia juga risih karna pakaian Nathan basah membuat nya ikut merasa kedinginan.


"Hei....apa yang kau lakukan, lepaskan aku" Rens menggeliat berusaha melepaskan pelukan Nathan.


Nathan pun tak menggubris nya, dia malah semakin meng erat kan dekapan nya tersebut dan berkata.....


"Pliss.....kali ini biarkan seperti ini


sejenak" ucap Nathan lirih.

__ADS_1


__ADS_2