Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Dion mensugar rambutnya dia gelisah karena Zava tidak ingin mengantarkan makanan itu padanya malah menitipkannya pada Wawan padahal kan dia ingin memberi hukuman pada Zava.


Dion tidak percaya jika alasan Zava tidak ingin mengantar itu karena lelah dia berfikir bahwa Zava pasti ingin menghindarinya sungguh Zava benar-benar bisa membuat Dion jadi kepikiran begini, sebelumnya dia tidak peduli pada siapapun apalagi pada wanita tapi kali ini Zava pengecualian.


"Sial, gadis itu benar-benar membuatku gila! kenapa aku jadi terus memikirkannya?". gumam Dion diruangannya padahal baru setengah hari tidak bertemu Dion sudah uring-uringan.


Lalu masuklah Kevin, "Tuan, ada yang bisa saya bantu sepertinya anda terlihat risau." tanya Kevin melihat raut wajah Dion yang terlihat gelisah.


"Kevin, cepat cari dimana gadis itu, dan sedang apa dia? perintah Dion pada asistennya.


"Baik tuan!" tanpa mengulur waktu Kevin langsung bergegas melaksanakan perintah Dion.


*****


"Zava kau sudah siap?" ucap Daryna mendatangi Zava untuk mengambil pesanannya.


"Iya aku sudah siap!" jawab Zava keluar rumah sambil menenteng satu kantong plastik besar dan kecil.


"Sini aku bantu, berat tidak?." tanya Daryna melihat Zava yang kesusahan.


"Tidak kok tidak berat." jawab Zava tersenyum.


"Ayo ini ditaruh didepan saja." ujar Daryna menyarankan kantong plastik besar itu ditaruh ditempat pijakan kaki karena mereka memakai motor matic.


"Iya, !" jawab Zava singkat.


Mereka pun menaiki motor matic itu tidak lupa Zava sudah mengunci pintu kontrakannya, lalu mereka melaju menuju sekolah dimana tempat Daryna mengajar.


Sampailah mereka ditempat tujuan dengan waktu 20 menit saja.


"Ayo ikut aku!" Daryna sudah memarkirkan motornya ditempat parkiran para guru dan menenteng kantong yang besar dan Zava yang kecil.


"Daryna sini biar aku yang bawa saja!" cegah Zava merasa tidak enak.


"Jangan biar aku saja, kan aku sudah dikasih gratis masa aku tidak membantu." Daryna mengerlingkan matanya saat kata 'gratis'.

__ADS_1


Zava hanya tersenyum, "Oke deh makasih yah!".


Mereka pun berjalan dan Zava sangat terpesona dengan sekolah tempat Daryna mengajar.


"Wah... Na, sekolahmu besar dan bagus juga yah!" kata Zava mengagumi arsitektur sekolah yang mirip dengan tempat wisata modern.


"Ahh biasa lah ini mah belum seberapa!" balas Daryna merendah.


"Kau ini, gedung sekolah ini bagus tau aku saja sampai melongo." kata Zava lalu tiba-tiba dari arah samping seseorang menabraknya hingga kantong plastik kecil yang dibawa Zava terjatuh untung saja tidak tumpah karena itu untuk dirinya dan Daryna yang ingin makan bersama.


"Maaf, mbak saya tidak sengaja." ucap Lelaki itu sambil mengambil bawaan Zava dan memberikannya pada Zava.


Daryna bersemu merah saat tahu lelaki yang menabrak Zava itu adalah guru baru yang sangat tampan dan Sholeh.


"Tidak apa-apa kak! saya juga salah tidak melihat-lihat." jawab Zava menerima kantong itu.


Deg..


Saat lelaki itu menengadahkan wajahnya, dia sangat terkejut bukan main tapi wajahnya menyiratkan kebahagiaan begitu juga dengan Zava yang terkejut saat mengenali lelaki itu yang ternyata sudah berbeda.


"Titi...".


Keduanya saling memanggil dengan keterkejutan tidak menyangka bahwa mereka di pertemukan disini.


Ya Gilang setelah keluar dari penjara dia mencari Zava dulu ditempat tinggalnya tapi dia tidak ada, ditempat tinggal sementara juga tidak ada. Zava waktu itu pergi juga tidak memberi tahu kepada RT mau pergi kemana jadi tidak ada informasi mengenai dirinya.


Sampai Gilang menemukan brosur pondok pesantren yang cocok untuknya dan dia langsung menuju kesana bermodal nyali karena orang tua Gilang sama sekali sudah tidak peduli.


Lama Gilang berada di pesantren itu hingga dia bisa merubah penampilan, akhlak dan juga menambah ilmu seperti janjinya dulu, dia sungguh beruntung karena pemilik pondok itu sangat baik dan mengijinkannya untuk tinggal disana.


Gilang kini sudah keluar dari pesantren itu karena ditawari pekerjaan sebagai guru agama dikota Jakarta dengan senang hati dia menerimanya dia bahkan berdoa semoga bisa bertemu dengan Zava cinta masa lalunya yang dia dapat informasi bahwa Zava ada disana.


Dan sungguh tidak terduga hari ini dia bertemu dengan gadis yang sangat dia rindukan, padahal dia sudah satu Minggu mengajar disitu. Allah sudah mentakdirkan mereka bertemu tapi bukan berarti berjodoh, mungkin karena keinginan kuat dari Gilang jadi Allah mengabulkan doa nya untuk bertemu dengan Zava gadis yang dia cintai dalam diam.


Mereka masih tertegun satu sama lain sungguh Gilang sangat terpesona dengan Zava yang sekarang walaupun Zava sudah dioperasi dan wajahnya berubah tapi Gilang tetap bisa mengenali wajahnya.

__ADS_1


Daryna yang melihat keduanya hanya terdiam dengan mata yang menyiratkan kerinduan pun mengernyit karena sepertinya mereka sudah saling kenal.


"Ehemm..!" Daryna berdehem untuk menyadarkan mereka.


Gilang dan Zava pun reflek salah tingkah mendengar deheman Daryna.


"Emm... kalian sudah saling kenal." kata Daryna mengalihkan.


"Ehh... iya kami dulu satu sekolah dan satu kelas." jawab Gilang tersenyum. Dan Zava mengangguk.


"Oh Zava! kau tau tidak, pak Gilang ini guru baru disini dia mengajar kelas agama," Lalu berbisik ditelinga Zava, "Dia juga guru yang paling tampan dan soleh kataku dan kata guru-guru yang lain." lalu tersenyum memandangi Gilang.


"Zava...!" Gilang heran saat Daryna memanggil Titi, dengan sebutan Zava.


"Iya Lang, panggil aku Zava mulai saat ini, itu juga sama saja mengambil dari namaku dan jangan tanya alasannya yah!" ucap Zava tersenyum kecil karena mengira Gilang tidak tau apa-apa tentangnya.


Gilang hanya tersenyum mengangguk, dia sebenarnya tau alasannya tapi biarlah tidak perlu membahasnya karena Gilang mengerti perasaannya..


"Waduh kayaknya kalian banyak yang mau diobrolin nih! tapi sepertinya keadaan tidak mendukung, karena kita sudah ditunggu Zava." ucap Daryna panik sendiri karena ponselnya sudah bergetar dari tadi yang sudah dia duga dari rekan guru lainnya.


"Iya, maaf ya Gilang aku harus mengantarkan ini." kata Zava pada Gilang.


"Baiklah, dimana rumahmu Zava?" tanya Gilang tak ingin kehilangan jejak lagi.


"Daryna tau kok, kamu tanya saja padanya." ucap Zava sambil berjalan karena Daryna sudah melangkah kedepan.


Gilang lagi-lagi hanya tersenyum melihat Zava yang sudah pergi. Dia sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Zava lagi.


*****


Daryna dan Zava sedang makan bersama diluar ruangan tepatnya disebuah kursi seperti taman.


"Pak Gilang tampan yah! sepertinya yang aku lihat dia menyukaimu." ucap Daryna disela-sela makannya.


"Kenapa kau bisa bicara seperti itu?" tanya Zava tak percaya.

__ADS_1


"Aku melihat dari matanya, betapa dia merindukanmu, aku yakin setelah ini dia pasti akan mencarimu, lihat saja!" kata Daryna meyakinkan dengan percaya diri.


Zava terdiam tak tau harus menjawab apa.


__ADS_2