Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Pergi Ke Pesta


__ADS_3

Zava berjalan keluar menghampiri pria yang ditebaknya dengan hati-hati saat sampai terlihat seorang pria yang berdiri memunggunginya dengan tegap dan gagah hanya terlihat dari punggungnya saja.


"Tuan, nona sudah selesai.!" ucap pegawai yang mengiringi Zava hingga kehadapan pria itu.


Pria itu berbalik saat yang ditunggu telah selesai, dia melihat seorang wanita cantik yang dibalut dengan pakaian mewah dan riasan yang tipis, sungguh dia terpesona dan tak bisa berkata-kata melihat keindahan didepan matanya.


Seolah seperti tersihir dia maju mendekat tangannya reflek terulur menyuruh pegawai itu pergi dan meninggalkan mereka berdua. Pegawai itu pun mengerti dia menundukkan kepala hormat tanpa berkata langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang masih sama-sama terpesona.


Tebakan Zava benar pria itu memang Dion yang datang menghampirinya dengan gagah dan tampan, pipi Zava bersemu merah dan dia menunduk malu karena Dion memandangnya tak berkedip.


Saat sudah dekat Dion menyentuh dagu Zava untuk mendongakkan wajahnya terlihatlah wajah Zava dari dekat dan semakin cantik, bahkan sangat dekat dan sangat intim membuat Zava benar-benar malu dibuatnya.


"Tatap mataku!" kata Dion dengan suara serak karena dia malah memandangi bibir Zava yang membuatnya candu.


Zava pun reflek menatap wajah Dion, seketika pandangan mereka bertemu jantung keduanya pun tak berhenti berdetak seirama dengan musik yang mengalun tiba-tiba diruangan itu, entah siapa yang memutar tapi alunan itu sangat indah.


Keduanya sama-sama mengagumi dan terpesona dengan penampilan masing-masing, Dion masih betah memandangi Zava sampai Zava menunduk lagi karena tak tahan ditatap seperti itu.


"Kau cantik sekali malam ini. Aku benar-benar ingin memilikimu Zava!" bisiknya pelan ditelinga Zava membuatnya merinding. Zava hanya tersenyum mendengarnya.


"Setelah pesta perusahaan ini sudah selesai, aku akan mengumumkan kepada semua orang bahwa kau adalah milikku, dan aku akan menikahimu secepatnya." ucap Dion serius.


Kemudian dia menangkup kedua pipi Zava sehingga lagi-lagi mata mereka bertemu.


"Apa kau merasakan hal yang sama denganku?" tak dapat dipungkiri bahwa Zava memang memiliki perasaan yang sama dengan malu-malu dia mengangguk pelan.


Dion tersenyum senang, "Lalu maukah kau menikah denganku?" tanyanya lagi.


Jantung Zava benar-benar tak karuan pipinya semakin memerah, ini pertama kalinya ada pria yang mengajaknya menikah apalagi pria itu juga sudah ada dihatinya.


"Jawablah dengan suara, aku ingin mendengar suaramu." kata Dion lembut.

__ADS_1


"I-iya aku mau menikah denganmu!" sungguh kata itu membuat Zava malu, pria ini benar-benar selalu membuatnya berdebar hanya dengan menatapnya saja.


"Terimakasih!" ucap Dion, lalu dia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Zava membuat Zava semakin memerah pipinya.


Saat bibir mereka sudah hampir bertemu sedikit lagi dan Dion akan merasakan bibir manis itu lagi tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan keras disakunya membuat menghentikan aksinya.


Zava yang memejamkan mata jadi merasa lega mendengar suara ponsel itu karena dirinya tidak jadi dicium karena selain dia tidak bisa menolak dia juga tidak ingin menambah dosa.


"Sial, mengganggu saja!" Dion menjauhkan wajahnya dan menggeram kesal lalu mengambil ponselnya serta mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelfon.


"Jika tidak penting, aku kubunuh kau!" ancamnya pada seseorang dibalik telfon membuat yang diseberang itu mengernyit. Zava pun sampai kaget dibuatnya.


Apa aku telah mengganggu tuan muda? sehingga dia berteriak seperti itu.


ucapnya dalam hati.


"Maaf tuan aku mengganggu tapi tuan sudah ditunggu acaranya sudah dimulai beberapa menit yang lalu." Kevin sang asisten berbicara dengan tenang meski Dion marah-marah.


Benar-benar asisten yang teladan.


"Ayo kita pergi sekarang! mereka sudah menunggu." ucap Dion lembut pada Zava dengan menggenggam tangannya.


Zava hanya mengangguk membiarkan Dion menggenggam erat tangannya.


*****


Disebuah gedung hotel mewah berbintang lima tempat diadakan pesta itu seluruh agensi dan relasi serta pejabat-pejabat tinggi sudah hadir diacara bergengsi itu.


Bahkan para artis dan model papan atas pun mereka undang untuk memeriahkan acara ini sungguh pesta yang benar-benar mewah dan berkelas dengan dihadiri tamu-tamu penting.


Mereka saling bercengkrama untuk membahas hal-hal penting pula karena acara ini juga dimanfaatkan untuk kerjasama bisnis.

__ADS_1


"Eh Dion kemana? dia belum datang." tanya salah satu wanita yang berdandan glamor dan seksi.


"Iya dia belum kelihatan, aku penasaran wanita mana kali ini yang beruntung bersanding dengannya?" kata wanita satu lagi yang tak kalah glamor dan seksi penasaran akan kehadirannya.


"Iya coba kita lihat artis atau model siapa yang belum datang berarti dia datang bersama Dion." tambah wanita yang bergincu merah menyala dengan penampilan yang mencolok.


Lalu Artis atau model yang dielu-elukan datang dengan pasangan masing-masing bahkan ada yang datang sendiri, mereka yang tadi membicarakan Dion jadi semakin penasaran karena bukan seperti tebakannya.


"Loh! Dion datang dengan siapa yah apa dia membawa artis atau model luar negri sehingga wanita-wanita cantik itu semua sudah hadir."


"Iya, mungkin dia datang dengan artis internasional kali ini."


Anetta dan nyonya Mega sudah hadir sedari tadi, mereka juga sama menunggu kehadiran Dion yang belum kunjung datang.


Mereka juga penasaran siapa wanita yang akan menjadi pendamping Doni malam ini karena tidak mungkin jika Dion pergi sendiri.


"Tante, kok Dion belum datang yah!" tanya Anetta menoleh kanan kiri disamping nyonya Mega.


"Dia pasti datang Anetta kau tunggu saja." jawab Mega tenang tapi ada hal yang dia pikirkan yaitu tentang wanita yang diceritakan Anetta.


"Seharusnya kau pikirkan siapa wanita yang menjadi pendamping Dion malam ini, mungkin saja wanita yang kau ceritakan itu." kata Mega lagi memancing Anetta.


"Ah iya benar Tante bagaimana kalau wanita itu, ahh aku tidak mau kalah. Wanita itu tidak ada apa-apa nya denganku dia juga norak." kata Anetta dengan menggebu-gebu.


"Hey, tidak masalah siapapun wanitanya yang terpenting malam ini kau harus melancarkan aksimu." kata nyonya Mega lagi tersenyum smirk.


"Tante tenang saja, aku sudah menyiapkannya matang-matang dan ini pasti berhasil. Lihat saja Dion akan menjadi milikku." ucap Anetta tersenyum bangga dan yakin.


Lalu tiba-tiba seseorang yang ditunggu-tunggu kehadirannya pun datang dengan mobil mewahnya semua tak sabar menantikan orang nomor satu yang dielu-elukan itu.


Kamera serta wartawan telah siap ditempat inilah yang mereka tunggu-tunggu untuk mendapatkan berita yang fenomenal.

__ADS_1


Jepretan kamera telah menghiasi ruangan itu memotret setiap orang yang bergengsi.


Sungguh acara pesta ini benar-benar meriah dan mengagumkan mereka juga tak henti memuji atas kerja keras perancang seluruh acara ini.


__ADS_2