Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Dunia Memang Sempit


__ADS_3

Dion telah memberikan sambutannya disambut dengan tepuk tangan meriah kebanggaan sayangnya pendiri perusahaan pertama itu sudah tiada dan kini diteruskan oleh Dion.


Saat Dion memberikan sambutan di luar gedung gedung dihebohkan dengan kedatangan dua orang pria yang tampan juga pria sukses dibidangnya.


Diketahui bahwa pria itu adalah teman masa kecil Dion yang sekarang jadi rivalnya datang ke acara pesta perusahaan Dion.


Karena kedudukan pria itu juga tinggi dan hampir sama dengan Dion jadi mereka juga kerap dibicarakan dan disanjung apalagi diusia muda mereka telah berhasil mendirikan perusahaan yang besar.


Jepretan kamera pun kini tertuju pada mereka pasalnya mereka dikabarkan akan menetap disini karena ada beberapa proyek kerjasama dengan negara ini entah dengan perusahaan mana yang pasti bukan dengan Dion.


"Hei, bukankah itu tuan Edgar!" tanya salah seorang yang mengenali.


"Iya benar, kenapa dia bisa datang kesini? bukankah dia dan tuan Dion sedang tidak baik." jawab yang lain.


"Mungkin mereka sudah berbaikan, dan tuan Dion sendiri yang mengundangnya."


"Mungkin, dan dia tampan juga yah." kata seorang wanita yang mengagumi paras Edgar.


"Hey, masih tampan tuan Dion yah dia idolaku." balas temannya.


Begitulah bisik-bisik mereka yang melihat sambil membicarakan.


Ya pria itu adalah Edgar Alexander bersama asistennya Rio mereka sebenarnya tidak diundang tapi Edgar mempunyai banyak cara agar bisa masuk kesana dengan bebas dan aman.


Edgar dan Rio memasuki acara itu dengan elegan meski banyak mata yang memandangnya Edgar tampak tak peduli dia terfokus pada satu orang yang berada dipanggung yang berdiri dengan gagah dia adalah Dion.


Dion mengumumkan sesuatu yang baginya sangat penting dan mereka menunggu dengan antusias.


"Baiklah, sebelum aku mengakhiri sambutan ini, aku ingin memberikan sebuah kata bonus untuk kalian. Kalian tau apa itu? aku ingin mengenalkan seseorang kepada kalian seseorang yang sangat penting dalam hidupku dan akan menjadi pendampingku untuk seumur hidupku." ucap Dion panjang lebar membuat mereka yang mendengarnya tak percaya seorang Dion akan memulai hubungan serius dengan seorang wanita.


Para wanita yang menyukai Dion tampak patah hati karena Dion sudah menemukan tambatan hatinya.


"Dia adalah wanita cantik luar dalam aku menyukainya pada pandangan pertama dan aku akan menjadikannya sebagai istriku, ratu dalam hidupku dia adalah gadis yang sedang duduk didepanku yang memakai hijab dengan senyuman yang manis."ucap Dion lagi sengaja tidak menyebutkan nama Zava hanya matanya saja yang menatap Zava penuh harap.


Semua mata pun menuju kearah pandang Dion dan tertuju pada Zava membuat Zava jadi salah tingkah dan menunduk.

__ADS_1


Nyonya Mega yang penasaran sejak tadi jadi tidak bisa mendapat jawabannya karena lagi-lagi Dion tidak memberi tahu dengan detail entah sengaja atau tidak.


Meskipun begitu tetap saja pencari berita yang haus akan berita tetap akan mengulik semuanya.


"Kalau begitu itu saja yang bisa saya katakan, sekali lagi terimakasih atas kehadiran kalian dan selamat menikmati." itulah kata terakhir dari Dion kemudian meninggalkan panggung menuju Zava disambut dengan tepuk tangan meriah.


Edgar pun dibuat penasaran dengan siapa gadis yang dipilih rivalnya itu karena bagaimana mungkin gadis itu ada disini tapi seolah Dion menyembunyikannya.


"Siapa gadis itu? kenapa Dion mengumumkannya hanya setengah membuatku penasaran saja." gumam Edgar dengan raut wajah kesalnya.


Saat Dion duduk disamping Zava, Zava segera berbicara.


"Tuan, terimakasih karena tidak menyebutkan diirku secara detail kalau tidak aku akan malu terus," kata Zava berbisik pelan.


"Hey, geer sekali kau memang gadis itu adalah kau, kau tidak lihat disini banyak wanita yang memakai hijab dan mungkin saja itu bukan dirimu." ucap Dion tertawa geli mengerjai Zava karena memang benar disana selain Zava ada banyak wanita yang memakai hijab jadi membuat mereka bingung siapa gadis yang dimaksud Dion.


Zava mengerucutkan bibirnya kesal, "Oh bukan aku yah kalau begitu aku mau pulang saja." kesal Zava hendak pergi tapi langsung ditahan pergelangan tangannya oleh Dion.


"Hey, kau marah tentu saja itu dirimu memangnya mataku melihatnya kemana? ayo duduk kembali." kata Dion lembut.


Dion terkekeh, "Jadi kau lapar, ayo antar."


Tapi sebelum Dion berhasil mengantar dirinya sudah dipanggil Kevin.


"Tuan, maaf ada seseorang yang sangat penting yang ingin bertemu dengan anda diruangan VIP." ucap Kevin menghentikan langkah Dion.


Dion berfikir kemudian Zava mengerti. "Tidak apa-apa aku bisa sendiri."


"Baiklah hati-hati aku hanya sebentar." Dion kemudian pergi bersama Kevin berbeda arah dengan Zava dan itu selalu diawasi oleh Anetta yang mempunyai rencana buruk.


"Tante, mereka berpisah ini kesempatan emas untukku." kata Anetta bersemangat.


"Itu bagus, cepat kau ikuti Dion dan aku akan mengawasimu." balas Mega pelan.


"Iya Tante." kemudian Anetta pun beranjak juga mengikuti Dion pergi.

__ADS_1


Sementara itu Zava sudah berkeliling ke area stand makanan dan Edgar telah mengikutinya dari Zava berpisah dengan Dion karena dia sangat penasaran dengan gadis pilihan Dion serta meninggalkan Rio bersama relasinya.


Saat Zava tengah asik menikmati bermacam aneka kue sendiri dirinya dikagetkan dengan suara asing.


"Apakah aku boleh berkenalan denganmu?" tanya Edgar dengan suara bass-nya.


Zava berhenti mengunyah reflek berbalik arah untuk melihat siapa yang berbicara dengannya. Zava membulatkan matanya saat tau siapa orang itu dan Edgar pun sama terkejut namun ia berhasil menguasai keterkejutannya.


"Kau, gadis yang melempariku dengan ice cream itu, akhirnya kita bertemu lagi." kata Edgar tersenyum devil.


"Eh... maaf tuan siapa kenapa ada disini juga?" tanya Zava ragu-ragu.


"Aku, kenapa ada disini? kau tau kekasihmu itu adalah sahabat masa kecilku." ujar Edgar masih dengan tersenyum dan Zava hanya melongo.


"Dan aku tidak menyangka kau gadis pilihan Dion, " Edgar kemudian tertawa tak percaya padahal dirinya sudah tertarik dengan Zava dan selalu memikirkannya. "Kenapa aku harus berebut dengannya? dunia memang tidak adil."


Zava tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pria itu dia hanya menatap bingung lalu Zava sedikit demi sedikit hendak melangkahkan kakinya tidak ingin berurusan dengan pria itu lagi.


"Hey, kau ingin menghindar dariku." Zava berhenti karena Edgar mengetahuinya pergi.


"Ingat, mungkin kali ini aku tidak akan peduli lagi walaupun kau telah dimiliki orang lain."


ucap Edgar membuat Zava semakin tak mengerti.


"Maaf tuan kau ini bicara apa dari tadi aku sama sekali tidak mengerti?" ucap Zava menatap Edgar.


Edgar pun ikut menatap sungguh Edgar juga sangat terpesona dengan penampilan Zava malam ini dia malah tidak dapat berkedip, dia memandangi Zava dari atas hingga kebawah membuat gairahnya memuncak dia jadi ingin memiliki gadis ini juga.


Saat masih sama-sama terdiam tiba-tiba asisten Edgar yaitu Rio menghampiri mereka karena ada suatu keperluan.


"Tuan maaf aku mengganggu." ucapnya membuat terdiamnya Zava dan Edgar buyar lalu menatap Rio.


Zava terkejut bukan main saat melihat pria yang menjadi asisten Edgar dia sampai menutup mulutnya dan matanya membola.


"Kak Rian...!"

__ADS_1


__ADS_2