Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Senyuman Yang mencurigakan


__ADS_3

"Kau senang sekali bertemu dengan teman-teman mu?" tanya Dion pada Zava saat mereka hendak kembali ke tempat semula.


"Tentu saja aku senang, aku sudah lama sekali tidak bertemu mereka dan mereka semua sudah berubah sekarang. Terimakasih mas, kau sudah memberikan kejutan yang sangat indah untukku, aku benar-benar merasa tersanjung sekali." ungkap Zava tak henti-hentinya mengucap syukur dan mengungkapkan rasa bahagianya.


Tiba-tiba Dion merangkul pinggang Zava sehingga membuat Zava dekat sekali.


"Jangan lupa ini tidak gratis!" bisiknya pelan begitu menggelitik ditelinga Zava karena perkataan Dion yang membuatnya bergidik.


"Lebih baik kau beristirahat, kau pasti lelah kan." ucap Dion lagi menuntun Zava.


****


Pesta pernikahan kini telah usai, semua tamu dan teman-teman Zava sudah pulang ke negaranya masing-masing.


Sungguh hari yang bahagia untuk Zava dan Dion karena mereka bisa bersama dan hidup bersama, mereka juga akan menghabiskan waktu mereka divila tersebut menghindari keramaian dari hiruk pikuk dikota sekaligus untuk honeymoon mereka.


Urusan pekerjaan kini diserahkan sepenuhnya oleh Kevin dan Rian, Rian kini bekerja dengan Dion sebagai asisten kedua Dion atau menjadi pendamping untuk Kevin dikala hal seperti ini maka akan sangat dibutuhkan.


Selain itu juga karena Rian sudah ahli dan pintar dalam bidang ini juga jadi Kevin tidak harus capek-capek untuk mengajarinya.


****


Malam hari tiba, saat para pelayan dan pengurus WO sedang membersihkan semua atribut pernikahan mereka dibawah.


Diatas lain lagi halnya Dion sudah mengganti pakaian pengantinnya dengan pakaian kemeja, sedang Zava berada dikamar mandi sedang melepas sendiri atribut pakaian pengantinnya.


Padahal Dion sudah menawari untuk membantunya tapi karena malu Zava jadi menolak jadi Dion hanya membiarkannya saja sambil melihat sejauh mana Zava bisa melakukan sendiri.

__ADS_1


Jadi Dion hanya bertopang kaki sambil memainkan ponselnya sambil menunggu dirinya dipanggil istrinya.


Bagian atas sudah Zava lepas semua dan rambutnya juga terjuntai kebawah sampai punggungnya, kini dia kebingungan bagaimana cara melepas resleting gaun pengantinnya yang tidak bisa dia jangkau.


Zava menggerutu, apakah gaun ini sengaja dikhususkan untuk pengantin laki-laki yang membukanya karena sangat sulit sekali.


"Duh... bagaimana ini, aku malu jika menjilat ludah sendiri. Masa aku harus keluar lalu minta bantuannya padahal tadi aku sudah menolaknya." gumamnya bingung sambil menggigit kecil kuku jari-jari nya.


"Ah.. terserahlah dari pada aku disini terus aku bisa kedinginan nanti, lagi pula dia juga suamiku sudah sah untuk apa juga aku harus malu." monolognya sendiri dengan mengesampingkan rasa malunya.


Lalu perlahan Zava membuka pintu, hanya kepalanya saja yang keluar dan mengintip keluar, matanya langsung menangkap seseorang yang dibutuhkannya.


"Eh... mas Dion, boleh aku minta tolong." cicitnya pelan sehingga membuat Dion menyipitkan matanya.


Jelas saja karena letak kamar mandi dengan Dion tidak dekat tapi Dion tau jika Zava keluar dan membutuhkan bantuannya.


"Ishh.. mas Dion kesini aku butuh bantuanmu." ucap Zava lebih keras tanpa mempedulikan malunya lagi.


Dion mengangkat sudut bibirnya keatas merasa menang dengan dugaannya sendiri, tapi dia malah sengaja mengerjai istrinya itu.


"Bicara yang jelas sayang, itu masih kecil suaramu dan bicara lah yang lebih lembut." ucap Dion tersenyum samar.


Zava mendesah kesal, "Dia pasti sengaja baiklah akan kuturuti." gumamnya lirih.


"Mas.. Dion tolong aku, aku butuh bantuanmu kemarilah...!" panggil Zava sekali lagi dengan lembut dibuat-buat.


Jika Dion masih ingin mengerjainya juga maka dia akan mengurung dirinya dikamar mandi atau dia akan turun dan meminta bantuan pelayan dibawah.

__ADS_1


Mendengar suara lembut istrinya yang dibuat-buat namun tetap terdengar membangkitkan gairahnya. Dion beranjak dari duduknya, perlahan Dion berjalan mendekati istrinya yang sedang menunggunya sambil tersenyum tipis.


"Ada apa sayang? memanggilku." tanya Dion basa basi ketika sudah dekat.


"Aku minta tolong, ternyata sulit sekali jika sendiri." Zava tersenyum meringis menampakkan giginya yang putih dan rata.


Tanpa basa basi lagi Dion langsung masuk dan menyeret tubuh Zava masuk kedalam membuat Zava sedikit terhenyak lalu menutup pintunya.


Zava dihadapkan kecermin besar dibelakangnya Dion sedang memandangi pemandangan indah yang jarang dia lihat dari Zava, dengan perlahan Dion menyentuh rambut panjang itu dan menaruhnya disamping depan pundaknya lalu membuka resleting Zava dengan perlahan.


Dion seperti sengaja membukanya secara perlahan sehingga jari-jarinya menyentuh langsung ke kulit punggung Zava yang putih mulus.


Zava terdiam namun jantungnya berdegup dengan kencang dia menelan ludahnya berkali-kali ingin cepat mengakhiri acara buka resleting ini.


Dion tersenyum samar melihatnya sebenarnya jantungnya juga bertalu-talu, hasrat yang dulu terpendam ingin segera disalurkan dan kini dia sangat tepat untuk menyalurkan hasratnya.


Yang dibawah sana pun sudah meronta-ronta karena terbawa suasana namun hebatnya Dion dia tidak menampakkan itu dia bisa menahannya hingga sampai resleting itu terbuka semua sampai bawah pertahanan Dion akhirnya runtuh juga karena tak kuasa lagi menahan hasratnya.


Sedangkan Zava kini memasrahkan diri pada suaminya, apapun yang ingin dilakukan Dion dia tidak akan menolak lagi, dia juga tertunduk demi menyembunyikan wajah merahnya yang pipinya tiba-tiba menghangat.


Wajah Dion kini ia dekatkan dibelakang leher Zava dan berbisik lirih dengan suara yang parau.


"Sayang, kau benar-benar menggodaku, kau memancingku kesini untuk membangkitkan hasrat ku kan." ucapnya sambil mencium kecil daun telinga Zava.


Zava tidak menjawab dia hanya memejamkan matanya saja, kedua tangan Dion pun membuang gaun yang sudah terbuka itu hingga gaun itu terjatuh kebawah menampakan tubuh Zava yang ternyata yang putih mulus menggoda.


Kini Dion tidak tahan lagi mungkin dia akan memulainya disini untuk menyalurkan hasrat dan meraih keturunannya dari gadis yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2