
"Hay... selamat menempuh hidup baru." ucap sang wanita yang sedang menggendong bayi perempuan mungil dan cantik.
Tangannya terulur dan senyumnya merekah seperti bunga yang bermekaran dan ada tersirat rasa kerinduan yang teramat dalam diwajah ibu muda itu.
Hal yang sama pun dilakukan oleh Zava, matanya berkaca-kaca dia juga rindu dengan wanita ini karena setelah kepergiannya mereka hilang kontak dan tidak pernah bertemu lagi.
Tak segan-segan Zava memeluk wanita muda itu menghimpit anaknya yang baru berusia sekitar 1 tahun.
"Lila...!"
"Titi...!"
"Aku rindu denganmu?"
"Aku juga!"
Tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.
"Hey, ingatlah putrimu kalian menghimpitnya." ucap salah seorang lelaki bisa dipastikan bahwa lelaki itu adalah ayah dari bayi itu.
"Oh...!" mereka berdua tersadar dan langsung melepaskan pelukan mereka lalu tertawa bersama.
"Kau sudah punya anak Lila, siapa ayahnya?" tanya Zava tersenyum memainkan jari-jari bayi yang mungil itu.
"Tuh ayahnya!" tunjuknya dengan dagunya kearah pria disampingnya.
"Hay, Titi!" sapa pria itu dengan tersenyum.
Zava mendongak dan sedikit terkejut, Lila berhasil mengambil hati pria itu bahkan mereka sampai menikah dan mempunyai anak yang tak lain adalah Ardan.
"Ardan."
"Iya, selamat yah Ti, atas pernikahan kalian aku senang mendengarmu dipersunting oleh pria yang sangat tepat untukmu. Dan satu lagi kau cantik sekali." puji Ardan dengan tulus mengagumi kecantikan Zava.
"Iya kau cantik sekali Titi. Aku juga tidak menyangka nasibmu bagus sekali Ti, kau pantas mendapatkannya." kata Lila tersenyum.
"Eh, maaf sepertinya dipersingkat saja yah! acara reuni kalian ditunda dulu, karena lihat... tamu dibelakang sudah mengantri." ucap Rian dengan tersenyum, tangannya menunjuk kebelakang Lila yang ternyata memang sudah mengantri banyak.
Dion yang sedari tadi diam hanya tersenyum tipis melihatnya dia bahagia jika Zava juga bahagia.
"Ehehe... maaf kak Rian," Lila terkejut melihat Rian, karena yang dia tahu Rian hilang waktu itu. "Titi aku tunggu dibawah yah, banyak sekali yang ingin aku tanyakan !" Lila tersenyum meringis saat melihat kebelakangnya ternyata banyak orang.
Zava juga ikut tersenyum dan mengangguk
"Kak Dion terimakasih sudah mengundang kami." kata Lila sebelum beranjak pergi. Dion hanya tersenyum mengangguk.
Lalu giliran ketiga pria tampan itu menyapa, mereka adalah teman-teman Doni yaitu Alvian Rendi dan Joni.
__ADS_1
"Hay, Titi selamat yah!" Alvian pertama menyapa.
"Terimakasih Al."
"Hay Ti, masih ingat aku laki-laki paling tampan disekolah!" ucap Joni narsis.
"Bukan paling tampan, tapi paling petakilan." jawab Rendi meledek.
"Hey, tapi tetap saja aku tampan." Joni tak mau kalah.
Rendi tidak menanggapi dia menyapa Zava, "Selamat yah Ti, kau cantik sekali sekarang."
"Hey, tentu saja dia cantik, bahkan sangat cantik, aku jadi terpesona denganmu?" ucap Joni asal tak melihat pria disamping Zava yang sudah menatapnya tajam.
"Kalian ku undang bukan untuk merayunya tetapi hanya untuk datang." tegas Dion dengan dingin.
"Eh Kak Dion, rupanya Titi istrimu yah! maaf yah aku hanya becanda jangan tutup usahaku yang baru seumur jagung." ucap Joni memelas namun dengan tersenyum keki.
"Iya kak aku juga hanya becanda maaf yah!" tambah Rendi karena melihat tatapan tajam dari Dion.
Dion tidak menanggapi dan mereka pun turun bersama sambil menyatukan tangannya di dada.
Zava hanya menahan tawa melihatnya.
Saat teman-teman Zava sedang menikmati santapan mewah dan Lezat dan para tamu undangan sudah sepi.
"Mas, apa kau yang mengundang mereka."
"Tentu saja, memang siapa yang bisa melakukan ini selain aku.!" jawabnya sombong membuat Zava menyipitkan matanya.
"Sombong sekali, tapi terimakasih karena sudah mengundang mereka untukku. Tapi... bagaimana kau mengundangnya aku saja yang temannya sama sekali tidak tau nomor mereka dan tidak pernah mendengar kabar mereka juga." ujar Zava heran.
"Sudah kubilang, aku Dion Raditya bisa melakukan apapun dan hal itu sangat mudah bagiku. Sudah yang penting kau senang kan dengan kejutan yang kuberi". ucap Dion tersenyum manis.
"Iya, aku senang sekali terimakasih banyak."
"Aku tidak ingin terimakasihmu, aku ingin kau memberikan sesuatu yang lain sebagai rasa terimakasihmu." bisik Dion ditelinga Zava membuat gadis itu merinding.
"Eh.. apa itu?"
"Nanti malam akan kuberi tahu." ucapnya mengerlingkan mata.
Zava hanya menelan ludah kasar, dia mengerti apa yang diinginkan oleh suaminya itu.
****
"Titi... sini aku rindu denganmu!" Lila menyeret tangan Zava yang baru turun dan menuntunnya untuk duduk dengannya.
__ADS_1
"Eh.. kak Dion maaf yah aku pinjam dulu istrinya." ucapnya pada Dion yang dibelakang Zava.
"Silahkan," kata Dion memberikan ruang untuk sahabat Zava.
Sementara Zava diseret Lila, Dion mengobrol dengan para koleganya.
Zava duduk ditengah-tengah temannya ada Ardan yang sedang menggendong putrinya, Alvian, Rendi serta Joni.
"Wah ini dia bidadari kita." sambut Joni dengan senyum narsisnya.
Zava hanya tersenyum kemudian duduk dengan anggun disamping Lila.
"Ti, aku benar-benar tidak menyangka kau menikah dengan kakak tiri Doni." ucap Lila mengawali.
"Kau tau dia kakaknya Doni." Zava malah balik bertanya.
"Ya, aku juga baru tau, kalau Alvian tidak memberitahukan aku juga tidak akan pernah tau." kata Lila karena dia sendiri juga baru tau.
"Bagaimana kau bisa menikah dengannya? dan dimana kalian bertemu. Bukankah Dion berada diluar negri." lanjutnya lagi dengan antusias.
"Ini semua sudah takdir, Allah mempertemukan aku dengannya begitu saja. Awalnya juga aku tidak tau kalau dia ternyata kakak tiri Doni, tapi... semuanya terungkap dengan sendirinya." ungkap Zava.
"Tapi kalian pasti tau kan kalau Dion adalah kakak tiri Doni." tunjuk Zava pada ketiga teman Doni.
"Iya kita memang tau tentang Dion, tapi kita memilih diam karena menurut kami itu bukan urusan kami. Aku hanya terkejut saja saat Gilang meminta bantuan untuk menolongmu dan ternyata kau kekasihnya Dion." ungkap Alvian apa adanya.
"Tapi kau sungguh beruntung Titi, kau menikah dengannya kau tau dia itu orang terkaya di Indonesia ini apalagi dia juga mempunyai perusahaan diluar negri dan dia juga sangat tampan lebih tampan dari Doni. Wahh... aku benar-benar tidak menyangka." Lila tak henti-hentinya berdecak kagum dengan keberuntungan sahabatnya.
"Hey, jangan mengagumi pria lain didepan suamimu." ucap Ardan yang sewot.
"Oh maaf ada yang cemburu rupanya." Lila terkikik geli melihat wajah Ardan yang cemberut.
"Tapi, kau juga berhasil menikah dengannya!" ucap Zava pada Lila matanya menunjuk kearah Ardan.
"Tentu saja, siapa yang mampu menolak pesonaku?" kata Lila bangga.
"Dan lihat putriku cantik kan." dan mengambil begitu saja putrinya dari gendongan Ardan.
"Iya cantik sekali mirip denganmu. Siapa namanya?"
"Namanya Azalea Cassandra. Lea ini aunti Titi!" kata Lila menggerakkan bayi mungil itu.
"Hay Lea, ini aunti sahabat mamamu." jawab Zava ikut menyentuh bayi mungil itu.
"Hey, lihatlah bukankah itu Gilang." tunjuk Joni tiba-tiba pada Gilang yang sedang mengobrol dengan teman-teman SMA nya.
"Benar itu Gilang, panggil dia kesini.!" perintah Alvian pada Joni.
__ADS_1