Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Ingatan Kevin


__ADS_3

Gilang dan Salma sudah pergi kini Zava sendiri namun tak berapa lama kemudian tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya lagi segera Zava membuka pintu.


Saat pintu dibuka, Zava terkejut bukan main saat tau yang bertamu adalah orang asing beberapa pengawal berpakaian serba hitam dan berkaca mata tubuh mereka besar dan tegap membuat Zava mengira dirinya ingin diculik.


Saat ingin menutup pintu salah satu tangan pengawal menghalangi hanya dengan satu tangan membuat Zava kesulitan menutup.


"Siapa kalian jangan culik saya? saya cuma orang miskin saya tidak punya apa-apa? pergi sana cari gadis yang kaya saja." teriak Zava dari balik pintu, dia ketakutan sangat.


Mereka mengernyit mendengar penuturan Zava lalu satu pria yang baru saja datang menjawab.


"Nona, nona tenang saja kami tidak ingin menculik nona tapi kami hanya ingin membawa nona." ucap Pria itu sopan dibalik pintu.


Zava mendengar suara itu dan mengenalnya.


"Siapa dia? seperti kenal." gumamnya berfikir.


"Aku Kevin, Nona bukalah pintunya." jawab pria itu ternyata Kevin menjawab keraguan Zava.


"Kevin..!" Lalu Zava berbalik dan membuka pintu lebar-lebar terlihat Kevin berdiri bersama empat pengawal.


"Kevin kau...!" Zava sebenarnya kaget apalagi saat melihat sekelilingnya ternyata dia jadi pusat perhatian tetangga-tetangga nya semua pada melihat dan menonton saking penasarannya.


"Hey, siapa kalian? kalian mau culik gadis ini yah!" teriak Ibu Lusi yang baru saja melihat dan langsung menghampiri membuat yang lain jadi ikut menghampiri.


Kevin menghela nafas, " maaf, nyonya kami bukan penculik tapi kami hanya ingin menjemput nona Zava atas perintah tuan Dion." ucap Kevin dengan sopan.


Ibu Lusi merasa tersanjung saat dipanggil nyonya dia juga jadi tersenyum malu saat ternyata Dion yang menyuruh.


"Oh tuan Dion yang menyuruh calon suami Zava. Iya." jawabnya antusias.


"Benar nyonya.!" jawab Kevin singkat.


"Ahh kenapa tidak bilang dari tadi? jadikan tidak perlu berdebat seperti ini." ibu Lusi berbicara sambil memukul lengan Kevin tapi Kevin tidak bergerak sama sekali seolah pukulan itu hanya sentilan kecil.


"Kalau begitu saya bisa membawa nona Zava sekarang." ucap Kevin lagi mencoba bersabar.


"Silahkan!" ibu Lusi merentangkan tangannya kearah Zava seperti ibu yang mengijinkan anaknya berkencan.


"Baiklah, ayo nona kita berangkat sekarang." ucap Kevin pada Zava.


Zava tersenyum meringis memandang ibu Lusi dan ibu Lusi hanya mengangguk.


Mau tak mau Zava pun ikut Kevin.


"Sebentar, aku ganti baju dulu yah!" kata Zava.

__ADS_1


"Tidak perlu nona karena semuanya sudah dipersiapkan." tolak Kevin karena tidak ingin membuang waktu.


"Sudah Zava calon suamimu pasti sudah mempersiapkan semuanya." ucap Ibu Lusi tersenyum mengerling.


"Emm... ya sudah!" Zava kemudian mengunci pintu kontrakannya dan mengikuti Kevin serta pengawalnya, tersenyum malu pada ibu Lusi dan juga tetangga yang lain.


Tetangga nya balas tersenyum matanya masih menatap penasaran pada Zava yang memasuki mobil mewah sampai melaju meninggalkan semuanya.


Ibu Lusi yang sadar karena tetangganya belum juga bubar segera menghardik mereka.


"Hey, kenapa masih disini? bubar bubar."


kata ibu Luis menegur mereka.


"Bu, itu calon suami gadis itu tampan sekali yah!" tanya salah satu dari mereka dengan penasaran melanda karena baru kali ini melihat pria tampan berjas.


"Bukan, mungkin itu asistennya kalau calon suaminya lebih tampan lagi dan orang kaya." jawab ibu Lusi tersenyum bangga seperti anaknya saja.


"Dan asal kalian tau calonnya juga adalah bos dari anakku, hebatkan." tambahnya semakin tinggi memuji.


"Wah iya hebat, eh Bu kalau boleh kenalin dong sama asistennya juga tidak apa-apa untuk anak saya." ucap tetangga lagi yang lain manggut-manggut mengikuti.


"Heh, anak kalian itu tidak pantas dapat pria seperti itu lihat anak kalian masing-masing! ngaca yah!" balasnya sok membuat para tetangga menyorakinya.


"sudah-sudah sana bubar pertunjukkan selesai pulang-pulang." ibu Lusi membubarkan para tetangga itu.


Mereka pun bubar sambil menyoraki.


*****


"Tuan, ngomong-ngomong aku mau dibawa kemana?" tanya Zava pada Kevin yang didepannya saat dalam mobil sambil tengok kanan tengok kiri.


"Nona ikuti saya saja, nanti juga nona mengetahuinya." jawabnya membuat Zava tambah penasaran.


"Kenapa jawabannya seperti itu? aku tidak butuh jawaban itu. Cepat beri tahu." paksanya Karena Zava tidak ingin penasaran.


"Biar tuan yang memberitahu nona." jawabnya keceplosan.


Nona kau telah berhasil membuatku memberikan jawaban yang seharusnya tidak dijawab.


batinnya menyesali


Zava terhenyak saat mendengar kata tuan yang berarti Dion.


"Apa Tuanmu sudah pulang?" tanya Zava badannya dicondongkan kedepan.

__ADS_1


Entah kenapa dia jadi senang mendengarnya dan tiba-tiba pipinya memerah. Dan itu terlihat oleh Kevin sehingga membuatnya ikut tersenyum.


Sepertinya nona Zava senang sekali mendengar kata tuan, aku yakin dia akan lebih senang jika bertemu langsung.


ucapnya sambil menatap Zava dikaca spion depan.


Makin lama diperhatikan Kevin semakin mengingat wajah Zava. Dia mengingat bahwa dia pernah menolong seorang gadis remaja pada tengah malam dari para preman.


Sekilas memang terlihat mirip meski Zava yang dulu terdapat bekas luka dipipinya namun wajah seseorang tidak bisa dirubah.


Kevin jadi meyakininya bahwa gadis yang pernah dia tolong adalah Zava maka diapun bertanya untuk mengurangi keraguannya.


"Maaf, nona aku ingin bertanya sesuatu padamu?" tanya Kevin.


"Iya tanya apa?" jawab Zava.


"Apa dulu nona pernah saat dimalam hari diganggu para preman?" tanyanya pelan.


Zava kemudian berfikir dan mengingatnya, "Iya dulu pernah, waktu aku masih sekolah SMA dan pulang kemalaman dan akhirnya aku diganggu oleh preman bahkan aku ingin diperkosa tapi untungnya ada seorang pria yang menolongku." ungkap Zava pada Kevin dengan sendu, tapi kemudian dia bertanya dari mana Kevin tau.


"Eh tunggu! dari mana kau tau tentang itu.?"


Kevin tersenyum yakin, "Karena orang itu adalah aku, apa kau tidak mengingatku nona."


Zava membulatkan matanya saat mendengar pengakuan Kevin.


"Apa..? jadi pria itu kau." Zava tidak habis pikir kalau dia bisa bertemu penyelamatnya malam itu.


"Iya nona." jawab Kevin singkat.


"Lalu... apa pria yang didalam mobil itu adalah tuan Dion?" ucap Zava tidak percaya.


"Benar sekali nona!" ujar Kevin.


Hah aku tidak menyangka kalau aku dipertemukan lagi dengan mereka dan jas itu masih aku simpan sampai sekarang


ucap Zava dalam hatinya.


Dunia memang sempit atau memang mereka ditakdirkan untuk bertemu lagi dan mengukir kisah baru yang romantis.


Dan Zava pernah berjanji akan mengembalikan jas itu jika bertemu dengan pria itu lagi pria dingin dan cuek bahkan waktu itu dia selalu menutup mata.


Dunia memang sempit, aku tidak tau apa reaksi tuan jika mengetahui bahwa gadis malam itu yang hendak dia abaikan adalah nona Zava yang kini dia akui adalah wanitanya.


ucap Kevin membayangkan.

__ADS_1


__ADS_2