Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Pernikahan Dion dan Zava


__ADS_3

Kini Zava dan Dion telah sampai di rumah Dion, akibat kejadian dipasar tadi, Dion tidak mengijinkan Zava untuk kesana lagi bahkan kepasar manapun, tapi ada yang lucu menurut Dion karena Dion tau bahwa Zava ingin mengerjainya tapi malah ujung-ujungnya Zava jadi kesal karena Dion dikerubuti oleh para wanita bahkan sampai disentuh.


Dion terkekeh kemudian membuat Zava yang sedang menata bahan-bahan makanan menjadi heran.


"Ada apa? kenapa tertawa? ada yang lucu." tanyanya dengan wajah yang mengkerut dalam.


"Ada, bahkan sangat lucu. Padahal kau sendiri yang membiarkanku masuk dan dikerumuni tapi kau juga yang marah saat ada wanita yang menyentuhku." kata Dion terkekeh.


"Tentu saja aku marah, memangnya mas tidak marah jika ada yang menyentuhku." ujar Zava asal fokus dengan belanjaannya.


Raut wajah Dion berubah saat Zava mengatakan itu dia jadi lebih serius. Seketika Dion menarik lengan Zava untuk menghadapnya dan mengukung tubuhnya dengan tubuh tegapnya. Tak ayal Zava pun kaget dengan pipi yang memerah karena Dion begitu dekat melihatnya sampai nafas Dion pun dapat dia hirup.


"Jika ada yang menyentuhmu barang sedikit saja atau bahkan mendekatimu, maka orang itu cari mati denganku." ucapnya dengan dingin dan mata yang menyipit tajam.


Zava menjadi gugup dengan jantung yang berdebar-debar.


"Eh... iya aku percaya tapi, bisa tidak jangan dekat-dekat. Aku jadi risih." ucap Zava gugup.


"Kalau aku ingin dekat-dekat. Kenapa?" Dion malah semakin mendekatinya membuat Zava terus memundurkan wajahnya.


Disaat itu datanglah Kevin penyelamat untuk Zava tapi pengganggu untuk Dion.


"Tuan...!"


"Eh maafkan aku." Kevin berbalik karena malu telah memergoki tuannya sedang bermesraan.


Zava mendorong dada Dion dan menyingkir dari situ.


"Eh tidak apa-apa Kevin. Silahkan!" Zava segera pergi meninggalkan mereka.


Dion menggeram kesal, "Ada apa Kevin?"


"Tuan, saya hanya ingin melaporkan bahwa persiapan pernikahan tuan sudah 100 persen." ungkap Kevin senang.

__ADS_1


"Bagus, ingat pastikan pengamanan diperketat aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan." tegas Dion memperingati.


"Aku pastikan acara pernikahan tuan berjalan aman." Kevin sangat yakin dengan persepsinya.


"Bagus, aku percaya padamu."


"Terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi."


"Hey, tunggu... Setelah kau mengacaukan kemesraanku kau mau pergi begitu saja."


"Lalu aku harus apa tuan?" katanya bingung.


"Temani aku berolahraga." perintah Dion berjalan lebih dulu diikuti Kevin yang mau tak mau harus mematuhi padahal dirinya ada urusan lain tapi dia tidak bisa menolak apapun keinginan tuannya.


****


Hari yang dinantikan Dion pun akhirnya datang juga, Dion sangat senang sekali karena hari ini Zava akan menjadi miliknya.


Dion mengenakan pakaian pengantin pria berwarna putih untuk awalannya, Dion sangat tampan dan penuh kharisma membuat para wanita terpesona bahkan para pria pun iri dengannya dan ikut terpesona juga.


Bagaimana tidak? Dion yang sudah tampan kini makin tampan dengan setelah pengantin itu dan kini mereka penasaran bagaimana tampilan pengantin wanitanya, pasti sangat cantik sekali.


****


Sedang diruangan sebelahnya Zava wanita yang berhasil menaklukan hati Dion sedang gugup sekarang karena hari ini hari pernikahannya.


Zava dirias sedemikian rupa dengan MUA ternama dan profesional. Dion sangat memperhatikan semuanya dan tidak ingin asal maka dia menyewa semua yang bersangkutan adalah yang profesional.


Mereka yang dipanggil sangat senang dan merasa beruntung karena telah menjadi bagian dari acara pernikahan bos besar 'Wijaya grup'.


Sungguh tak pernah terbayangkan oleh mereka dapat terpilih.


Mereka menikah disuasana indoor dan terbuka tempatnya di Vila milik Dion dipulau yang sangat indah.

__ADS_1


Dion sengaja memberikan kejutan ini untuk sekali seumur hidup mereka, tapi Dion tidak memberi tahu Zava jika mereka menikah secara indoor. Zava hanya dibawa dengan mata tertutup dan langsung dibawa keruangan make up tanpa mengetahui dimana dirinya sekarang.


Dia hanya merasakan perjalanan yang lumayan tidak jauh dan merasakan angin yang begitu kencang dan sejuk yang terus melambai-lambai dirinya.


Tentu saja hatinya sangat bahagia dan berbunga-bunga dan tak lupa jantungnya yang terus berdebar menantikan apa yang ingin diberikan oleh calon suaminya itu.


"Waw... Zava kau sangat cantik, cantik sekali. Kau benar-benar jadi ratu sekarang ini dan tentunya ratu dihati mas Dion untuk selamanya." puji Daryna menyentuh kedua pipinya. Zava yang menikah tapi dirinya yang ikut berbunga-bunga.


"Iya kak Zava cantik sekali pasti kak Dion semakin cinta padamu kak!" tambah Salma memuji juga.


"Sudah pasti, tuan Dion juga pasti sangat tampan dan kalian adalah pasangan yang serasi." ucap Daryna lagi senyum-senyum sendiri.


"Daryna yang ingin menikah itu kak Zava, kenapa jadi kau yang senyum-senyum sendiri." kata Salma terkekeh.


"Eh, memangnya tidak boleh aku senyum-senyum. Ini menandakan kalau aku juga ikut bahagia melihat sahabatku menikah." oceh Daryna lalu memeluk Zava dengan sayang.


"Ya.. terimakasih yah! kalian sudah hadir di pernikahan ku. Aku senang sekali bisa berkumpul seperti ini." kata Zava mengelus lengan Daryna yang masih memeluknya.


"Zava, hari bahagiamu harus disambut dengan bahagia juga. Aku senang kok senang sekali malah bisa ikut andil dalam pernikahanmu."


"Iya kak Zava apalagi aku yang orang baru tapi sudah dianggap seperti sahabat." Salma pun ikut terharu karena kebaikan Zava padanya.


"Salma, kau ini sahabatku sejak pertama kau datang kau sudah sahabatku jadi jangan sungkan-sungkan yah!. Dan untuk Gilang aku yakin dia akan membuka hatinya untukmu, dia lelaki baik dia tidak akan mampu menyakiti hati seorang gadis apalagi jika gadis itu mencintainya. Percayalah." ungkap Zava dengan menggenggam tangan Salma, memberikan kekuatan pada gadis itu untuk tidak berhenti berharap.


"Terimakasih kak Zava, aku senang sudah mengenalmu." Salma terbaru kemudian memeluk Zava dengan sayang.


"Em.. aku ikutan." Daryna yang iri ikut memeluk manja kedua sahabatnya.


"Sini, ikut" kata Zava memeluk Daryna.


Daryna dan Salma sengaja dibawa terbang oleh Dion untuk menemani Zava karena dia mengerti Zava pasti butuh teman untuk mengurangi kegugupannya.


Tentu saja Daryna dan Salma terkejut sekaligus senang atas kedatangan pengawal Dion yang secara tiba-tiba, mereka pun tergesa-gesa dalam mempersiapkan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2