Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Mengungkap Fakta Masa Lalu


__ADS_3

"Sialan, gagal rencananya semua ini gara-gara wanita itu awas saja kau.!" Anetta marah-marah tidak jelas saat mengetahui rencananya gagal.


Dan dia kembali bersama Mega yang mengawasi.


"Apa!! jadi rencananya gagal? kau ini gimana sih masa begitu saja gagal." oceh Mega disampingnya.


"Ini semua tidak akan gagal jika wanita itu tidak ikut campur." kata Anetta emosi.


"Wanita siapa?" tanya Mega.


"Wanita yang diumumkan Dion, dia yang menggagalkan.".


"Aku jadi penasaran siapa sih wanita itu?" Mega semakin penasaran siapa wanita itu sebenarnya.


****


Dion dan Zava keluar dari ruangan VIP dan bertemu dengan Kevin.


"Bagaimana kau sudah menemukan orangnya?" tanya Dion langsung ke intinya saat bertemu Kevin.


"Sudah tuan, ternyata pelakunya adalah nona Anetta bersama nyonya Mega." jawab Kevin.


Tentu saja Kevin langsung mengetahuinya karena ini sangat mudah bagi Kevin.


Zava yang mendengar nama Mega jadi teringat dengan ibunya Doni tapi nama Mega kan bukan cuma satu dan banyak yang memiliki nama itu.


"Sudah kuduga, mereka benar-benar ingin bermain-main denganku rupanya." kata Dion menyeringai.


"Ayo sayang ikut aku!" Dion menggenggam tangan Zava dan Zava pipinya memerah saat dirinya dipanggil sayang.


Dion dan Zava kembali kedalam pesta yang ternyata masih ramai dan meladeni mereka yang menyapa, setelah itu akhirnya mereka menemukan orang yang dicari merekapun menghampiri.


"Oh, aku baru tau ternyata kau seberani itu Anetta." Dion yang berucap membuat kedua wanita itu menegang sempurna.

__ADS_1


Mereka kemudian berbalik dan menatap Dion dan Zava. Mega terbelalak begitu juga dengan Zava, meskipun Zava berbeda dengan yang dulu tapi rupanya Mega mengenal gadis itu dengan baik sedang Zava tentu saja mengenalnya karena dia masih mengingat bagaimana ibu Doni dulu sangat membencinya.


Dion yang menyadari perubahan wajah mereka berdua jadi bertanya.


"Zava ada apa?" tanya Dion pada Zava.


"Tante...!" ucap Zava tak mampu melanjutkan kata-katanya.


"Oh jadi kau rupanya, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini dan kau yang telah membuatku penasaran." kata Mega tersenyum sinis.


"Tante, mengenalnya." tanya Anetta bingung.


"Tentu saja Tante kenal kau tau gadis ini adalah penyebab anakku meninggal." katanya masih mengingat kejadian dulu.


"Apa jadi anak Tante yang namanya Doni itu meninggal gara-gara dia." ujar Anetta entah kaget beneran atau hanya mendramatisir.


Dion langsung mendelik saat Mega berbicara soal adik tirinya Doni, dia pun jadi kembali teringat dengan gadis yang dititipkan adiknya.


"Iya kau adalah pembawa sial gadis miskin, gadis jelek dan aku tau perubahan wajahmu ini pasti dari anakku kan dan sekarang kau ingin merayu anak tiriku juga. Kau memang wanita ular, rubah betina." bentak Mega dengan emosi mendadak menggebu sambil menunjuk-nunjuk wajah Zava.


"Hei, jangan sembarangan menghina wanitaku." ucap Dion dengan dengan nada membentak pula. Meskipun dia masih bingung dengan yang terjadi tetapi dia tidak akan membiarkan gadisnya dihina apalagi oleh ibu tirinya.


Sedangkan Zava jadi mengingat masa lalu dan tentu saja dia mengingat Doni dia pun menangis tertunduk.


Sedangkan Anetta hanya terdiam melihatnya dan menyimak apa yang terjadi antara mereka.


"Dion, asal kau tau dia ini adalah gadis yang telah menyebabkan Doni meninggal dan dia juga yang telah membuat Doni jadi selalu membangkang perintahku karena gadis ini Doni jadi tidak menurut padaku sampai akhirnya dia meninggal dan masih bisa tersenyum padanya. Dan sekarang dia datang lagi dengan merayumu dan menggodamu Dion kau harus sadar itu." ucap Mega panjang lebar.


Dion tentu saja terkejut ternyata Zava adalah gadis yang pernah dibahas dengan Doni dulu, dan gadis itu juga yang dia lihat dipemakaman.


"Jadi ternyata kau adalah Titi." ucap Dion dengan kata yang tertahan. Akhirnya dia menemukan gadis itu juga yang dia tidak menyangka adalah dia telah jatuh cinta pada kekasih adik tirinya sendiri.


Zava juga jadi teringat kalau Doni pernah bercerita bahwa dirinya mempunyai kakak tiri yang membencinya dan tidak mau bertemu dengannya dan Zava tidak tau apakah sampai Doni meninggal mereka belum pernah bertemu.

__ADS_1


Tapi malam ini semuanya terbuka dan saling terdiam tak mampu berkata hanya untuk menormalkan keadaan yang tiba-tiba hening.


Mega tersenyum puas saat melihat raut wajah Dion berubah jadi tidak menentu dia jadi meyakini sendiri bahwa Dion akan marah pada Zava dan meninggalkannya.


Sedangkan Zava hanya pasrah dengan yang terjadi, dirinya hanya difitnah oleh kebencian ibu Doni hingga sekarang.


"Tante, sudah selama ini Tante masih membenciku, memang apa salahku Tante. Aku juga tidak ingin semua itu terjadi dan Doni meninggal karena ingin menolongku. Tolong Tante jangan buat Doni tidak tenang dialam sana." ucap Zava membela diri dengan berlinang air mata.


"Apa kau bilang? justru karena dia menolongmu dia jadi korban coba kalo dia biarkan saja dirimu yang dibunuh malam itu, pasti anakku masih hidup sampai sekarang." kata Mega dengan semangat memarahi.


"Tante, aku juga sedih telah kehilangan Doni dan bukan cuma itu aku juga telah kehilangan keluargaku, kehilangan identitasku aku jadi seperti ******* dinegaraku sendiri Tante dan itu karena Tante." ucap Zava mengungkapkan semuanya.


Mega malah tersenyum, "Itu hukumanmu, justru kau harus bersyukur aku tidak memenjarakanmu seumur hidup dan masih membiarkanmu hidup. Tapi ternyata aku salah kenapa kau tidak aku bunuh juga waktu itu." Mega berteriak lantang pada Zava sampai ingin memukul tapi Dion segera mencegahnya.


"Sudah cukup bicaranya, jangan kau buat aku semakin marah padamu." ucap Dion dingin dengan menggertakan giginya menahan emosi sedari tadi dan mencengkeram erat pergelangan tangan Mega hingga membuat siempunya meringis kesakitan.


"Doni lepaskan tangan ibu nak, kau menyakiti ibu." kata Mega kesakitan sedang Anetta dan Zava jadi panik begitu juga dengan para tamu.


Kevin yang menyadari situasinya jadi tidak terkendali segera menyuruh para pengawal untuk menghentikan aksi para wartawan yang semakin antusias merekam kejadian ini dan menggiring mereka semua keluar.


Tentu saja mereka tidak terima tapi mau bagaimana lagi mereka kalah kuat dengan para pengawal itu sedang tamu yang lain dialihkan untuk tidak mempedulikan mereka.


"Kau... bukan ibuku kau adalah wanita sampah yang telah merenggut semua milik ibuku dan aku membencimu sangat membencimu." balas Dion dengan mata memerah sambil menghempaskan tangan Mega dengan kasarnya dirinya benar-benar marah pada wanita ini paruh baya ini.


"Dan aku juga tau, kau yang telah berencana ingin membunuhku saat aku baru sampai kenegara ini, tapi aku diamkan saja karena aku masih memberi toleransi untukmu tapi kali ini aku tidak akan diam saja. Kau memang harus kuhabisi." ucap Dion pelan namun penuh penekanan tersirat sebuah ancaman didalamnya membuat Mega langsung bergidik ketakutan tak menyangka reaksinya seperti ini tidak seperti dugaannya.


Zava pun juga merasakan kemarahan Dion yang tidak diduganya dia jadi bingung bagaimana menghentikan emosi Dion yang seperti ingin meledak.


"Dion kenapa kau bicara seperti itu pada ibumu sendiri? seharusnya kau marah pada gadis..."


"Diam...!" bentak Dion yang membuat Mega jadi berhenti berbicara karena dirinya merasa takut juga saat melihat Dion marah.


Zava dan Anetta pun bahkan sampai terlonjak saking kerasnya bentakan Dion begitu juga dengan yang lain tapi karena mereka sudah disuruh untuk menutup telinga oleh Kevin mereka jadi acuh dan mengabaikan perdebatan sengit itu.

__ADS_1


"Sekali lagi kukatakan kau bukan ibuku." ucap Dion dengan amarah yang menggebu-gebu.


Nyonya Mega langsung terdiam dengan wajah pucat pasi.


__ADS_2