Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Pergi Sebentar


__ADS_3

"Dia...!"


Tok tok tok


Pintu terketuk dari luar menghentikan ucapan Zava yang hampir menyebutkan siapa lelaki yang dimaksud.


Dion pun menggeram karena tidak jadi mengetahui siapa nama lelaki itu.


"Masuk.!" ucap Dion dingin, Dion tau siapa yang mengganggu, sudah pasti asistennya yang ingin menyampaikan kabar penting.


Karena sudah mendapat ijin Kevin masuk sendiri dengan menundukkan kepala hormat.


"Maaf tuan mengganggu, ada hal mendadak yang harus saya bicarakan." ucap Kevin tenang dan sopan.


Zava mengambil kesempatan dengan datangnya Kevin dia segera pergi dengan cepat.


"Aku pulang dulu permisi.!" Zava pamit setelah berada diambang pintu yang belum tertutup.


Dion yang baru menyadari jadi berdecih.


"Wanitaku memang lincah! awas saja kau." kata Dion tersenyum menyeringai. Dia membiarkan Zava pergi begitu saja.


"Ada apa?" tanya Dion dingin, kembali duduk dikursi kebesarannya.


Sebelum Kevin mengutarakan niatnya dia menutup pintu terlebih dahulu.


"Begini tuan, aku mendapat kabar perusahaan tuan yang berada diluar negri sedang mengalami kebocoran data, diduga ini ulah rival tuan dan dibantu oleh orang kita." ucap Kevin setenang mungkin.


"Sial, berani sekali dia bermain denganku." Dion mengepalkan tangan menahan emosi.


"Aku rasa dia hanya memancing tuan" kata Kevin berargumen.


"Mau memancing ataupun tidak, dia tetap harus ditangani." ucap Dion menatap tajam kedepan.


"Tuan, sebaiknya anda tidak boleh gegabah ingat tuan dia sangat licik."


"Kau tenang saja, aku tau apa yang harus aku lakukan. Dia juga yang mencoba mencelakaiku." terang Dion.


"Malam ini juga kita kesana dan masalah ini harus selesai sebelum acara pesta perusahaan kita disini. Dia selalu bersembunyi di ketiak seseorang, heh pengecut." sambung Dion lagi


Kevin hanya terdiam menanggapinya.


Rivalnya ini bisa dibilang sahabat dulunya karena insiden yang tidak terduga dan salah paham yang berlanjut membuat mereka menjadi musuh padahal dulu mereka sahabat sejati bahkan tak pernah lepas.


"Tuan ingin meninggalkan nona." tanya Kevin, nona yang dimaksud adalah Zava.


"Aku hanya sebentar, aku yakin dia baik-baik saja dan belum ada yang mengetahui identitasnya." jawab Dion yakin.


"Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya. Permisi tuan." Kevin lalu pergi menunduk hormat.

__ADS_1


Dion terdiam dikursi kebesarannya sekilas mengingat tentang identitas dia jadi teringat dengan gadis yang dititipkan oleh adik tirinya, karena sampai sekarang pun dia belum menemukan gadis itu hingga kini.


Dia hanya mengingat dan menebak kalau gadis yang waktu ditempat pemakaman Doni itu adalah gadis yang dicarinya.


Tapi akhir-akhir ini dia merasa seperti dekat dengan gadis itu tapi dia tidak tau dimana entahlah kapankah Dion bisa menemukannya lalu setelah bertemu apa yang akan dilakukannya?.


*****


Zava sudah sampai dikontrakannya, dia pulang diantar oleh Wawan dan Wawan sudah memberitahukan bahwa Gilang pulang dulu, Zavapun memaklumi.


Saat ada didalam terlihat Salma sedang membersihkan kontrakan Zava, karena Salma termasuk gadis yang rajin jadi dia dengan senang hati melakukannya.


"Assalamualaikun Salma...! tidak usah repot-repot membersihkan ini." ucap Zava saat melihat Salma.


"Tidak apa-apa kak! hanya sedikit." jawab Salma tersenyum.


"Ya ampun aku jadi tidak enak padamu, tamu kok yang beres-beres." kata Zava tidak enak.


"Ya ampun kak harusnya aku yang tidak enak. Aku bukan tamu sekarang karena aku juga akan tinggal disini" timpal Salma tetap membersihkan.


"Oh iya kak Gilang mana kak, bukannya tadi bareng kakak." tanya nya lagi saat melihat tak ada Gilang setelah Zava masuk.


"Oh Gilang pulang duluan tadi, katanya ada urusan mendadak disekolah." jawab Zava merasa gerah.


"Eh Salma aku mau ke kamar dulu yah! sebentar." pamit Zava pada Salma yang masih beberes.


"Tidak usah Sal." tolak Zava.


"Tidak apa-apa".


"Oh iya kamu kapan mulai mengajar?" tanya Salma sebelum masuk kamar.


"Besok kak, bareng sama Kak Gilang." jawab Salma dan Zava hanya ber oh ria lalu masuk kekamarnya.


*****


Tok tok tok


Terdengar pintu diketuk dikontrakan Zava.


"Biar aku saja kak!" Salma bangun dari duduk ketika Zava ingin membukanya. Karena Zava berada dikamar dan Salma berada diruang depan.


"Oh iya!" jawab Zava santai lalu masuk lagi kekamarnya.


Setelah dibuka ternyata kurir pengantar bunga.


"Maaf apa disini tempat tinggal bernama nona Zava?" tanya kurir itu ramah.


"Iya ada apa yah!" jawab Salma ramah juga.

__ADS_1


"Ini ada pesanan untuk nona Zava." kurir itu menyerahkan sebuket bunga mawar merah yang sangat cantik dan harum bahkan Salma saja sampai kagum.


"Wah... iya akan saya sampaikan tapi dari siapa yah?" tanya Salma sambil menerima buket bunga itu.


"Disitu sudah tertulis nama pengirimnya. maaf bisa anda tanda tangan disini." kata kurir itu menyerahkan kertas serta pulpen.


"Baik.!" Salma kemudian menanda tangani kertas dan menyerahkannya kembali.


"Kalau begitu saya permisi terimakasih!" kurir itu pergi dengan menunduk hormat.


"Sama-sama." Salma pun menutup pintu kembali dan menuju kepada Zava untuk menyerahkan bunga itu.


"Kak ini ada bunga untukmu, cantik sekali?" Salma memberikan bunga pada Zava pada malam hari saat mereka sedang beristirahat.


Zava beranjak dan menghampiri Salma, "Bunga, dari siapa?" Zava menerimanya kemudian mencium bunga itu. Hemm harum sekali.


"Dari kekasih kakak mungkin." jawab Salma asal sambil tertawa meledek.


"Ah kamu, aku itu belum punya kekasih." balas Zava ikut tersenyum tapi malu.


"Lalu penggemar rahasia kakak mungkin." tambahnya tersenyum jahil.


"Ah kamu sudah ah, aku mau buka ini dulu." kata Zava menutup pintu dengan salah tingkah membuat Salma makin terkekeh.


"Awas kak jantungnya mau copot." timpal Salma tertawa geli kemudian kembali duduk.


Tidak ada sahutan karena Zava sekarang sedang sibuk dengan bunganya sambil terus mencium bunga mawar merah itu berkali-kali.


Jujur ini pertama kali bagi Zava mendapatkan bunga dari seseorang tentu saja dia berdebar hatinya dan merasa tersanjung, dia penasaran siapa yah yang mengirim bunga untuknya.


Lalu Zava menemukan secarik kertas yang dikemas cantik juga dan membuka kertas itu kemudian membacanya.


*Dear Wanitaku...


Aku Dion lelaki yang kau kagumi..


Malam ini aku akan terbang ke Inggris dan mungkin aku akan lama disana hanya 1 Minggu dan aku harap kau jaga dirimu baik-baik selama tidak ada aku.


Satu pesanku selama aku disana kau jangan nakal dan jangan pergi bersama pria lain siapapun itu. Mengerti


Aku akan selalu mengawasimu ingat itu


Dion Raditya*.


Zava mengernyit kemudian tersenyum setelah membaca isi surat itu menurutnya ini sangat lucu kenapa Dion seperti memilikinya padahal dia tidak pernah berbicara aku mencintaimu atau apalah yang bisa jadi kata pemilik sungguh mirip Doni sekali.


Sedangkan Zava hanya bisa berdoa kalau mereka berjodoh maka dekatkanlah kalau tidak maka jauhkanlah dan jangan sampai menjadi luka yang sulit diobati jika sudah benar-benar mencintai.


Zava menutup kertas itu kemudian kembali mencium bunga mawar itu tak henti-hentinya.

__ADS_1


__ADS_2