Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Dion atau Gilang


__ADS_3

Zava sudah membawa minuman dingin rasa jeruk dan beberapa kue cemilan itu kedepan dan mendapati mereka masih berdiri bersitegang. Zava jadi merasa bingung ada apa dengan mereka? padahal mereka baru bertemu atau mereka sudah saling kenal sebelumnya dan mempunyai dendam pribadi.


Waduh gawat kalau begitu disini bukan tempatnya dia bisa jadi sasarannya nanti.


"Ehem..!" Zava berdehem kemudian untuk menyadarkan mereka.


Mereka pun menoleh secara bersamaan dan bersikap normal kembali saat Zava sudah ada didepannya.


"Em... apa kalian masih mau berdiri saja disitu? maaf yah aku memang tidak punya kursi tapi lantai ini selalu bersih kok! benar." kata Zava mengalihkan, kemudian menaruh minumannya dibawah lantai yang sudah beralaskan karpet.


Mereka pun ikut duduk meskipun Dion agak susah untuk duduk lesehan karena seumur hidupnya baru kali ini dia duduk dibawah tapi karena Zava dan tidak ingin kalah dengan Gilang diapun berusaha untuk duduk dibawah.


Zava meringis melihat Dion mengerti kalau Dion kesusahan untuk duduk, sedangkan Gilang tersenyum sinis melihat usaha Dion yang ingin terlihat sempurna dimata Zava,


Tapi akhirnya Dion bisa juga duduk bersila.


"Silahkan diminum tuan, Gilang!" ucap Zava pada mereka berdua dengan menyuguhkan minuman itu didepan mereka.


Mereka langsung meminumnya hingga tandas membuat Zava meringis kembali.


"Kalian berdua haus yah! sini aku tuangin lagi.!" Zava kembali menuangkan air itu kegelas masing-masing dengan diawali mengisi gelas Dion dulu.


Lalu tiba-tiba datanglah Wawan dan Daryna yang menyerobot masuk tanpa permisi dengan kehebohan mereka.


"Hei kau ini tidak sopan, masuk rumah orang sembarangan!" kata Daryna pada Wawan tanpa melihat didepannya yang terdiam melihat mereka.


"Kau pun sama kau malah mendahuluiku untuk masuk kedalam." balas Wawan tak mau kalah.


Zava merasa tidak enak dia berdiri untuk menegur mereka.


"Hey, kalian berdua sama saja tidak sopan tidak lihat disini ada tamu." ucap Zava menyentak Daryna dan Wawan.


Daryna dan Wawan terdiam mendengar ucapan Zava, kemudian mereka menengok untuk melihat siapa tamu Zava.


Alangkah terkejutnya mereka saat melihat siapa didepannya kemudian tertawa sumbang dan merasa tidak enak.


"Eh tuan bos, maaf tuan saya tidak tau kalau ada tuan bos disini!" ucap Wawan meringis pada Dion yang diam saja tanpa reaksi apapun karena sebenarnya Dion tidak perduli.


"Iya pak, maaf yah saya juga tidak tau ada bapak disini jadi malu saya!" kata Daryna pada Gilang karena kelakuannya sendiri.


Gilang tersenyum, "Tidak apa-apa itu sifat alamiah manusia tidak perlu malu."


Dion hanya mendengus mendengar jawaban Gilang.


Daryna kemudian melihat Dion dan dia langsung berbinar matanya dan merona pipinya karena melihat Dion yang begitu tampan dengan setelan jasnya meskipun dengan duduk bersila juga tidak memudarkan karismanya.


"Va, pria itu siapa? tampan sekali." bisik Daryna pada Zava.


"Dia bosku." Wawan yang menjawab karena diapun mendengar.

__ADS_1


"Hey, aku bertanya pada Zava bukan padamu." sungut Daryna kesal.


"Eh aku bicara benar!" balas Wawan.


"Eh sudah-sudah jangan ribut terus, malu. Iya Daryna dia memang bos nya Wawan." jawab Zava pelan.


"Kenapa aku bisa berada bersama orang-orang seperti kalian." ucap Dion dingin menyindir mereka.


Gilang menatap kesal, "Kalau begitu kenapa kau tidak pergi saja!" jawab Gilang.


"Kau yang seharusnya pergi, sudah mengganggu acaraku dan membawa teman-temanmu." ucap Dion lagi dengan santai.


"Untuk apa aku pergi aku juga tamu disini." balas Gilang.


Zava menyentuh pangkal hidungnya, ini lagi seperti anak kecil yang sedang memperebutkan satu mainan.


Bahkan Daryna dan Wawan pun sampai melongo melihatnya.


"Zava mereka berdua kenapa?" tanya Daryna heran.


"Punya dendam pribadi." jawab Zava asal kemudian dirinya melangkah kedapur dan Daryna mengikuti.


Wawan sebagai lelaki tidak enak jika mengikuti Zava dan Daryna kedapur karena biasanya dia akan ikut nimbrung ke para gadis.


Tapi karena dia merasa tidak enak pada bosnya dan Gilang diapun mendekati mereka.


"Eh pak kenalkan saya Wawan anak pemilik kontrakan ini juga teman Zava." ucap Wawan pada Gilang karena dia belum mengenal Gilang.


"Oh teman SMA apa cinta masa lalu pak!"


brakkk


Wawan dan Gilang kaget saat Dion dengan sengaja membanting gelas yang dipegangnya saat mengatakan cinta masa lalu padalah Wawan hanya asal mengucapkannya.


"Eh tuan bos, ada apa?" gugup Wawan melihat Dion dengan tatapan dinginnya.


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja!" kata Dion.


Gilang yang mengerti hanya tersenyum sinis.


*****


"Zava kau ingin buat apa?" tanya Daryna saat mereka didapur.


"Aku ingin membuat makan malam." jawab Zava.


"Oh aku bantu yah!"


"Boleh, terimakasih."

__ADS_1


"Va, itu si bos Wawan suka yah sama kamu." ucap Daryna asal membuat Zava kaget hingga dia teriris pisau tajam saat memotong bawang.


"Aww...!" rintih Zava melepaskan pisaunya.


"Aduh Zava hati-hati dong!" ucap Daryna khawatir.


"Maaf...!" Zava mengobati lukanya sendiri dengan memakai hansaplas.


"Habisnya kau membuatku gugup Rin.!" lanjutnya.


"Gugup, gugup kenapa?"


"Iya, mana mungkin seorang tuan muda bos pula bisa menyukaiku." sangkal Zava.


"Eh bisa saja kan buktinya mau apa dia kesini? bahkan dia sampai duduk bersila kayak gitu akupun bisa melihat betapa gemetarannya dia karena tidak terbiasa." ungkap Daryna memang benar bahkan mungkin Dion sekarang sedang kesemutan.


"Lebih baik setelah ini kau beli kursi saja untuknya duduk, kasihan masa bos duduk dibawah tidak sopan tau.!" saran Daryna dan Zava mulai berfikir.


"Dan juga pak Gilang dia juga sama menyukaimu." sambungnya lagi.


"Kau ini bicara apa sih!" Zava seperti malu.


"Cie... Zava kau disukai dua lelaki tampan. Siapa yang kau pilih Zava cinta masa lalu atau masa sekarang?" Daryna malah meledek Zava yang memerah malu.


"Daryna sudah, tidak mungkin mereka berdua menyukaiku. Lagipula aku tidak suka mereka berdua. Gilang sudah kuanggap temanku sendiri dan Tuan Dion..." Zava tidak tau Dion dalam arti apa karena mereka belum lama bertemu tapi sudah seperti lama bertemu malah Zava selalu berdegup jika berdua dengan Dion, diapun tersenyum sendiri membayangkannya.


Daryna melihat Zava tersenyum saat mengucapkan nama terakhir diapun ikut tersenyum juga.


"Wah kayaknya aku tau nih siapa lelaki yang kamu sukai." ledek Daryna membuyarkan lamunan Zava.


"Hah siapa?"


"Itu tuan Dion."


Seketika Zava langsung terbatuk-batuk padahal dia tidak sedang minum atau memakan sesuatu dia hanya gugup saja.


"Daryna... kau itu."


"Hahaha..." Daryna tertawa senang karena telah meledek Zava.


Zava jadi malu sendiri tapi sebenarnya dia juga tidak bisa membohongi bahwa didalam hatinya ada nama Dion disana.


_____________


Maaf yah author baru up sekarang karena kemarin-kemarin author lagi sibuk banget dikehidupan nyata.


Dan sekarang sudah masuk bulan Rajab,


author ucapin selamat beribadah puasa bagi yang menjalankannya.

__ADS_1


Terimakasih.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca yah!!!😘☺️


__ADS_2