Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2

Terjerat Cinta Kakak Tiri Cinta Masa Laluku (Usia 17) Season 2
Seperti Putri Tidur


__ADS_3

"Tuan, ada hal yang ingin aku bicarakan?". Kevin bertanya setelah Dion selesai makan.


"Apa?." jawab Dion singkat.


"Kakak dari nona Zava berada disini, dia sedang dirawat karena sabetan senjata tajam yang diberi racun dan itu sengaja dilakukan oleh tuan Edgar." terang Kevin.


"Lalu bagaimana keadaannya?". tanya Dion datar.


"Aku belum mendapat kabar lagi tuan, tapi secepatnya aku akan mencari tau." jawab Kevin.


****


Tomi keluar sebentar berniat ingin mencari Kevin, pucuk dicinta ulampun tiba dia menemukan Kevin hendak masuk mobilnya diapun segera berlari menyusul sebelum terlambat.


Pada saat Kevin hendak kembali ke perusahaan Dion yang sudah ditinggalkannya selama dua hari itu tiba-tiba saja dirinya dipanggil oleh seseorang.


"Tuan...tunggu?". ucap Tomi dengan berteriak.


Kevin mengurungkan niatnya yang ingin membuka kenop pintu mobil dan menoleh ke asal suara.


"Tuan Kevin, tunggu beri aku waktu aku ingin bicara?".


"Siapa kau? dan katakan secepatnya." ujar Kevin dengan menatap datar.


"Aku Tomi teman dari Rio kakak nona Zava alias Rian."


"Rian, bagaimana dia sekarang?". Kevin kini memandang serius.


"Sekarang dia sudah ingat siapa dirinya dan juga keluarganya." jawab Tomi.


"Jadi dia sudah ingat. Itu bagus sekali, lalu bagaimana sekarang?".


"Dia baru diberi obat penenang setelah tadi berontak. Dan dia ingin bertemu keluarganya."


ucap Tomi.


"Baiklah, aku akan memberi tahu tuan Dion."


"Baik, aku akan kembali."


Mereka pun bergegas pergi kearah yang berbeda. Kevin menunda lagi untuk keperusahaan untungnya perusahaan dalam keadaan stabil jadi tidak perlu dikhawatirkan.


****


Didalam Dion masih setia duduk disamping Zava sambil berbincang-bincang mengajak Zava mengobrol berharap Zava dapat meresponnya, sampai mereka kedatangan banyak orang.


"Zava anakku apa yang terjadi?". ibu Lusi datang dengan heboh dirinya tak mempedulikan Dion yang menatapnya datar.


"Bu, jangan berisik ini rumah sakit." Wawan sang anak tersenyum meringis menegur ibunya yang seperti anak kecil.


"Apa sih Wan? ibu itu mau lihat keadaan Zava." ibu Lusi tak terima anaknya malah berbuat seperti itu.

__ADS_1


"Bu, tidak lihat disitu ada apa siapa?" tunjuk Wawan pada Dion dengan dagunya membuatnya merasa tidak enak pada yang lain juga atas kelakuan ibunya.


Ibu Lusi melihat didepannya dan tersenyum malu sekaligus takut karena Dion menatapnya tanpa ekspresi.


"Eh maaf tuan, saya saking khawatirnya dengan Zava jadi tidak melihat tuan disini."


Dion diam saja tidak menjawab karena moodnya tiba-tiba menghilang karena kedatangan orang-orang ini tapi dia pun tidak bisa mengusirnya karena berkat Gilang juga dia bisa menemukan gadis yang dicintainya.


Sementara yang lain seperti Gilang, Daryna dan Salma menahan tawanya melihat sikap Dion pada ibu Lusi.


Ibu Lusi pun mencebikkan bibirnya kearah lain, karena ucapannya tidak digubris oleh Dion.


"Bagaimana keadaanmu?" Gilang maju kedepan Dion.


"Aku baik." jawab Dion singkat tak mengalihkan pandangannya dari Zava.


"Syukurlah, kau lebih cepat pulih dibanding dengannya." tunjuknya pada Zava.


"Tapi kau tenang saja dia tidak akan menjadi putri tidur untuk waktu yang lama " ucap Gilang mengumpamakan.


"Jika dia putri tidur, maka akulah pangerannya." kata Dion yakin.


Tak lama kemudian Kevin datang dengan wajah seperti biasa datar tanpa ekspresi melewati begitu saja para manusia yang menatapnya bingung.


Kemudian Kevin berbisik di telinga Dion, seperti rahasia saja padahal Gilang juga mengenal kakak dari Zava hanya saja tidak pernah bertegur sapa.


Dion mengangguk lalu beranjak dari duduknya dan berkata pada Gilang.


"Tanpa kau suruh pun aku akan akan menjaganya." jawab Gilang tegas.


Setelah itu Dion pergi diikuti Kevin dibelakangnya dan tanpa pamit pada yang lain membuat yang lain mencebikkan bibirnya merasa Dion begitu sombong dan dingin.


"Wan, kenapa bos mu dingin sekali?" tanya ibu Lusi pada anaknya merasa ngeri dengan wajah dingin Dion.


"Maklumilah Bu, wanitanya sedang terbaring tak berdaya seperti ini mana bisa dia tersenyum." jawab Wawan, masuk akal juga.


"Em.. betul juga sih!" ibu Lusi manggut-manggut.


Gilang duduk menggantikan posisi Dion dia menatap Zava penuh cinta terlihat dari sorot matanya dan itu berhasil membuat Salma merasa cemburu.


"Kak, bagaimana keadaan Kak Zava.!" Salma mendekati Gilang dengan bertanya tentang Zava, meski dia harus menahan perasaan ini.


"Kita doakan, semoga Zava segera sadar." jawab Gilang tanpa menoleh pada Salma.


"Kasian kak Zava.." ucap Salma lirih.


"Lang, ngomong-ngomong apa ya yang lagi dibahas sama mereka, sampe mereka pergi gitu aja " tanya Wawan berbisik di telinga Gilang .


"Aku tidak tau, kenapa tadi kau tidak tanyakan langsung padanya saja?" jawab Gilang seketika


membuat Wawan mencebikkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Kenapa sebelas dua belas dengan tuan bos.?" gumam Wawan pelan.


****


Dion dan Kevin kini sedang diruangan dimana Rian dirawat ditemani dengan Tomi temannya.


Mereka sedang menunggu Rian tersadar.


"Jadi, sebenarnya Rian dimanfaatkan oleh Edgar hanya untuk mendapatkan Zava dan mempermudah perbuatannya." ucap Dion datar.


"Benar, sebenarnya aku sudah tau dari awal hanya saja aku tidak berani untuk memberi tahunya, tapi untunglah dia sudah tewas jadi Rian bisa terbebas." ungkap Tomi.


Kemudian mata Rian mengerjap dan jarinya bergerak membuat mereka sedikit terhenyak dan menunggu reaksi Rian selanjutnya.


Setelah itu terbukalah mata itu dengan sempurna dan menyipit saat melihat banyak sekali orang. Karena Rian hanya mengenal baik Tomi dan tidak mengenal Dion dan Kevin hanya saja pernah melihat dan mendengar tentang mereka.


"Tomi, kenapa aku disini lagi?" tanya Rian mengerutkan alisnya.


"Karena kau berontak Rian." jawab Tomi santai.


"Lalu dimana keluargaku Tom."


"Tenang Rian, adikmu baik-baik saja." kemudian terdiam dan menunjuk pada Dion dan berucap lagi. " Kau mengenal dia?".


Rian menatap Dion dengan kerutan di dahinya, sekilas dia mengingat siapa lelaki itu tapi dia lupa.


"Dia tuan Dion, dan ini asistennya tuan Kevin." ucap Tomi, Rian masih menatapnya.


"Tuan Dion ini adalah kekasih dari adikmu."


Saat Tomi menyebut adikmu, Rian langsung bereaksi.


"Kekasih adikku, Titi. Lalu dimana dia sekarang?". tanya nya antusias dan langsung bangun dari tidurnya dengan meringis.


Tomi membantunya bangun.


"Kau, ingin bertemu dengan adikmu." ucap Dion pada Rian.


"Tentu saja dimana dia?" kata Rian.


"Baik tapi kau jangan terkejut dengan apa yang ada didepanmu dan menimpa keluargamu dulu." ucap Dion tenang.


"Apa maksudmu?".


"Adikmu sedang dirawat disini juga dan belum sadarkan diri."


"Apa... Titi dirawat, apa yang terjadi? dan dimana keluargaku yang lain?".tanya Rian.


"Biar adikmu yang menjelaskan, namun saat ini jenguklah dia dulu." kata Dion membuat Rian bingung.


"Ayo Rian aku antarkan kau kepada adikmu." ucap Tomi dan mereka pun segera pergi untuk melihat Zava.

__ADS_1


__ADS_2