
satya :" erick, bagaimana penyelidikan mu, sudah dua minggu aku menunggu kabar dari mu,siapa doni sebenarnya "
Erick :" iya tuan maaf, semua tentang doni sudah saya dapat kan informasi nya.
nama panjang doni,doni Ferdinan,usia dua puluh empat tahun, menjadi asisten pak damar kurang lebih baru tiga bulan, sebelum nya ia bekerja menjadi OB di perusahaan sanjaya grub,dan kuliah di Universitas surya bakti, doni bekerja sambil kuliah tuan dan baru lulus kuliah beberapa bulan yang lalu,ibu nya berdagang di pasar, nsma ibu nya, nia rahmawati, kehidupan sangat sederhana, .ayah nya dulu adalah seorang pengusaha batu bara,namun ayah nya sudah meninggal semenjak ia lulus sekolah SMP,dan ayah nya meninggalkan banyak hutang hingga rumah,mobil dan semua aset perusahaan nya di jual untuk membayar hutang hutang nya, dulu ia pernah tinggal di jakarta,karena ayah nya meninggal maka doni dan ibu nya pindah di kota ini tuan,
satya :" nama ayah nya ?"
erick :" dion Ferdinan "
satya :" apa.. dion Ferdinan " terkejut dan mengingat kejadian beberapa tahun silam saat ia kecelakaan, namanya tidak asing di telinganya.
satya :" dion Ferdinan, erick apa kau juga mendapatkan foto dion "
erick :" iya.. tuan.. sebentar saya kirim kan " erick pun memgirim foto dion melalui ponsel nya
erick :" sudah tuan.. " satya pun membuka foto yang dikirim erick melalui ponsel nya,sontak satya pun terkejut, orang yang ia cari selama ini sudah meninggal.
satya :" erick.. aku memang mencari dion, hari ini juga saya akan terbang ke Indonesia,besok saya akan menemui doni dan sekaligus aku ada rapat di perusahaan sanjaya "
erick :" baik tuan.. " satya dan erick pun memutuskan panggilan nya masing-masing
batin satya :" jadi doni adalah anak dion Ferdinan,orang yang selama ini aku cari, ya Tuhan... pantas saja wajah nya tidak asing "
semua sudah di ruang rapat,bram,damar,doni dan juga reni beserta dewan direksi, mereka menunggu kedatangan satya, yang masih dalam perjalanan. tak lama satya pun sudah sampai,satya pun memandang doni penuh arti,namun ia tahan,karna rapat segera di mulai , namun tiba tiba damar mendapat telfon dari sang mertua bu tuti.
damar :" hallo bu.. "
tuti :" dam.. istri mu mau melahirkan.. "
damar :" apa bu .. tiyas mau melahirkan.. " semua yang berada di ruang rapat menatap damar "
tuti :" iya.. cepat kamu datang ke rumah sakit cempaka "
damar :" baik bu.. damar akan segera ke sana " damar pun mematikan telfon nya
damar :" maaf Bram, om satya,saya tidak bisa ikut rapat,istri saya mau melahirkan "
Bram : ya sudah, kamu cepat pergi ke rumah sakit, tiyas pasti membutuhkan mu, biar saya menghendel rapat ini "
damar :" Terima kasih bro, om satya,dan semua nya ,saya permisi " damar pun bergegas ke rumah sakit.
sedangkan rapat terus berlangsung,namun saat di pertengahan rapat doni mendapat kan telfon dari seseorang, namun tidak ia angkat, sudah beberapa kali ponsel nya bergetar namun, ia abaikan, hingga selesai rapat,dan dewan direksi pun sudah meninggal kan ruangan rapat . dan yang masih di ruang rapat adalah reni ,satya dan juga Bram. ponsel doni pun masih ada pangilan dari seseorang,doni pun mengangkat nya
doni :" hallo bu.. maaf doni tadi sedang rapat
no name :" maaf tuan ini suster di rumah sakit "
doni :" apa..suster, apa yang terjadi dengan ibu saya sus "
Suster :" maaf tuan, ibu anda di antara kan seseorang sudah dalam keadaan meninggal, terkena serangan jantung. ibu anda sudah tiada,"
doni :" gak.. gak mungkin sus.. ibu saya tadi pagi pagi masih baik baik saja " doni tak percaya
suster :' baik nya anda segera kemari tuan untuk mengurus jenazah nya,beliau ada di rumah sakit puri dekat pasar induk
doni :" ibu..... " teriak doni dengan syara berat nya mehan sesak di dada nya
reni , Bram,dan satya yang sedari ikut tegang melihat ekpresi doni ketika menerima panggilan dari ponsel nya pun langsung menghampiri doni yang sudah berlutut di lantai,karena syok mendengar kabar Ibu meninggal.
reni :" kok doni.. ibu kenapa?" masih bingung dan memegang kedua pundak
satya :" doni ibu kamu kenapa.. "
__ADS_1
doni :" ibu ren.. ibu... " menangis sejadi nya
Bram :" katakan don.. ibu kamu kenapa "
doni :" ibu meninggal pak " menahan sesak di dada nya
reni :" apa.. gak mungkin.. " Reni pun ikut menangis dan reflek memeluk doni,dan doni pun menangis di pelukan Reni
satya :" baik nya kita segera ke rumah sakit don.. mari Saya antar." memapah doni
satya :" Bram kamu urus urusan kantor, nanti baru kamu menyusul "
Bram :" baik om.. dan doni kamu yang tambah, " menepuk pundak doni
reni :" pi reni ikut ke rumah sakit, " satya pun mengangguk
Bram :" baik nya biar pak deddy yang mengantar kerumah sakit " Bram pun menelfon pak deddy untuk menyiapkan mobil nya dan mengantar doni,satya dan reni ke rumah sakit puri
~~~ ruang jenazah ~~~
di hampiri nya tubuh sang ibu yang terbujur kaku ,di bukanya kain yang menutupi seluruh tubuh ibu nya. sontak doni pun menangis sejadi jadi nya dan memeluk jasad ibu nya dengan sangat erat , wanita yang paling ia cintai,ia sayangi lebih dari apa pun,kini pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya lamanya. reni yang melihat nya pun ikut menangis di samping doni dan merangkul tubuh doni ,sedang satya inisiatif membereskan semua administrasi pemulangan jenazah ibu doni. ,
reni :" kak.. jangan kayak gini kak.. yang tabah kak, " ikut menangis
doni :" katakan ren. ibu cuma tidur kan.. iya kan ren.. ! aku sudah kehilangan ayah ku ren..,dan sekarang ibu yang paling aku cintai,pergi ninggalin aku sendiri ren.. aku sendirian..! " tubuh nya lunglai di lantai dan reni pun ikut terduduk di lantai
doni :" aku sudah tidak punya siapa siapa ren..!! " mengacak rambutnya frustasi
Bram dan wina yang sudah datang pun hanya bisa menyaksikannya dan ikut menitih kan air mata nya , pak satya sempat ingin menghampiri doni dan reni namun di cegah boleh Bram
Bram :" om biarkan doni meluapkan kesedihan nya dan biar kan reni menenangkan doni, "
satya :" baik lah. " tiba tiba suster menghampiri.
suster :" maaf tuan ini surat surat pemulangan jenazah ibu nia, dan jenazah sudah di mandikan dan di kafani. sudah siap untuk di bawa kerumah duka.
satya :" Terima kasih sus " menerima surat surat nya
satya pun menghampiri doni dan reni.
satya :" doni.. jenazah ibu kamu sudah bisa di bawa pulang dan siap di makam kan ,mau di bawa pulang ke rumah atau langsung di makamkan "
doni :" langsung di makam kan saja pak,saya tidak mau ibu menunggu " mencoba tegar
satya :" baik lah kalau gitu langsung Kepemakaman "
satya pun menginstruksikan petugas dan orang orang nya untuk mengurus semuanya. dan saat di pemakaman.
doni :" ibu.. doni minta maaf,doni terlambat membahagiakan ibu, dan Terima kasih untuk cinta dan dukungan mu selama ini bu,doni bisa seperti ini berkat doa ibu ,doakan doni selalu bersama ibu " mengusap batu nisan ibu nya ,doni akan tunjukkan pada ibu bahwa doni busa sukses bu" menitihkan air mata.
reni :" kak.. yang tabah ya.. jangan merasa kakak sendiri lagi ,ada Reni di sisi kakak " merangkul pundak doni "
__ADS_1
doni :" makasih ren.. " sekilas tersenyum
bram :" yang tabah don.."
wina :" doni.. sabar ya..
doni :" makasih bu.. pak.. doni sudah ikhlas.."
satya :" yang tabah don.. gak mudah memang melepas kepergian orang yang kita cintai apa lagi untuk selamanya."
doni :" terima kasih pak.. "
reni :" ayo kita pulang kak,sudah mau magrib "
doni :" iya.. " mengusap air matanya
doni :" bu.. doni pulang ya, ibu istirahat yang tenang " mengusap batu nisan dan berdiri kemudian pulang kerumah ..
~~ kediaman doni ~~
semua tetangga pun sudah pulang ke rumah masing masing selepas acara tahlilan, wina dan Bram pun sudah pulang,tinggal satya dan reni
reni :" kak are you ok.."
doni :ya.. kakak udah gak papa.." tersenyum namun di paksa
satya :" nak doni...kalau gitu saya dan reni pamit pulang "
doni :" iya pak.. terimakasih.." satya pun mengangguk
reni :" pi.. papi duluan ke mobil,Reni mau bicara berdua dengan kak doni "
satya :" baik lah .. papi tunggu di luar " satya pun menunggu di luar sedang reni berbicara berdua dengan doni
reni :" kak reni pulang ya.. kakak udah gak papa kan " mengusap lengan doni,namun doni menitih kan air mata
reni :" kak.. ini mungkin berat untuk kakak jalani, tapi mengikhlaskan ibu adalah jalan terbaik kak.. " doni pun reflek memeluk reni dan reni pun membalas pelukan doni
doni :" ren.. Terima kasih sudah menguatkan kakak, kakak sekarang gak punya siapa siapa ren.. "
reni :" kak.. ada reni yang selalu ada buat kakak.. jangan sedih lagi ya kak.. " melepaskan pelukan doni
doni :" ya.. makasih ren.. pulang lah.. sudah malam,kakak gak papa " mencoba tersenyum
satya yang melihat di balik pintu pun hati seperti di iris sembilu, awalnya akan mengucapkan terimakasih pada ibu doni pun ia urungkan. karna sang ibu sudah tiada.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Terima kasih,jangan lupa vote likw komen,
jika ada yang ingin memberi saran,masukan dan kritik silakan bergabung di grup ya,
dan maaf bagi yang menunggu LARISA KU , ditunggu aja ya,karna author fokus di "terjerat cinta singel parent "
__ADS_1
next👉