
" halo tiyas... bagaimana acara wisuda mu tanya Damar dari seberang telepon
"lancar pak... eum ..bapak kapan pulang dari luar kota . " tanya tiyas ragu
" kenapa...?, apa kamu merindukan ku " Goda damar lalu tersenyum
" Tidak " Jawab tiyas tersipu malu
" Oh ya..,
"Eum .. "
" aku sudah kembali dari luar kota dan aku sudah di depan rumah mu " Jawab damar pasti
" Apa..? "
" keluar lah " Jawab damar yang sudah berdiri di depan pintu pagar seketika berlari dengan menggunakan baju santai,ibu tiyas yang melihatnya berlari pun terkejut
" Astaga.. Kamu kenapa, ada apa ? Tanya ibu tiyas kebingungan melihat tiyas berlari lalu mengikuti nya, tiyas yang melihat damar berhenti sejenak di depan pintu untuk menghilangkan kegugupan nya
" Ada tamu kenapa tidak di persilahkan masuk yas " Ucap Ibu tiyas di belakang tiyas
" Silahkan masuk pak, Pagar nya tidak di kunci " Ucap Ibu tiyas mempersilahkan masuk damar, lalu damar pun masuk setelah di teras rumah damar langsung menyalami Ibu tiyas
__ADS_1
" Maaf bu mengganggu " Ucap damar lalu tersenyum
" Maaf bapak siapa ya, yas siapa? " Tanya Ibu tiyas
" ini pak damar bu atasan tiyas " Jawab tiyas sedikit malu
" pak damar atasan mu , yang sering kamu ceritain sama ibu " Jawab tuti apa adanya dan melihat damar dari ujung rambut sampai ujung kaki
" Iya bu.. "
" Mari masuk pak.. " Ucap Ibu tiyas
" Iya bu.. Terima kasih " Jawab damar lalu masuk di ikuti tiyas
" Duduk pak.. Maaf rumah kami kecil " Ucap tiyas lalu tersenyum begitu juga damar kemudian mereka duduk di sofa sedang ibu tiyas menuju kebelakang membuat minuman b
" aku mau menagih janji mu " Jawab damar sembari meraih jemari tiyas, tiyas pun semakin gugup dan malu
" em... "
" yas... Aku menyukai mu "
" em ...bagaimana ya pak, kalau hanya sekedar suka,semua orang juga bisa melakukan nya,dan saya mau yang pasti pak "ucap tidak karena tidak memang sudah tidak mau lagi yang hanya sekedar pacaran
__ADS_1
" Pasti ? Eum.. baik lah... jika kamu ingin yang pasti detik ini juga aku melamar mu untuk jadi istri ku " Jawab damar meyakinkan
" Kalau itu maksud bapak, bapak harus bicara dengan ibu terlebih dahulu " Sambung tiyas, tak lama ibu tiyas keluar dari dapur dan membawakan minuman dan mendengar apa yg di sampaikan tiyas
" bu...maaf sebelum nya,bukan saya tidak sopan tiba-tiba datang dan melamar putri ibu, tanpa membawa orang tua atau wali saya , dan tanpa sepengetahuan ibu dan tiyas " Terang damar
"Kalau ibu.., semua ibu serahkan pada tiyas " Jawab bu tuti lalu tersenyum dan melihat tiyas
" Tiyas.. Bagaimana ? " Tanya damar melihat tiyas
" eum... " Jawab tidak kemudian mengangguk
" Alhamdulilah..Terima kasih " Jawab damar tersenyum bahagia lalu menyalami bu tuti
"Oh.. Sebagai simbol, izinkan aku menyematkan cincin ini di jari manis mu " Ucap damar sambil memegang cincin yang memang sudah biasa persiapkan lalu damar menyematkan cucunya di jari manis tiyas
" Syukur lah cincin nya pas di jari mu ? " Ucap damar lalu tersenyum begitu juga tiyas dan tuti
" Bu.. Mungkin sabtu depan saya akan membawa rombongan untuk menentukan tanggal pernikahan, tapi sebelum saya minta maaf jika ini kesannya mendadak " Ucap damar melihat bu tuti
" Iya.. Niat baik tidak mungkin saya tolak, yang terpenting tiyas putri ibu bahagia dengan pilihan nya " Terang tuti lalu mereka semua tersenyum, sangat jelas terpancar raut bahagia mereka semua terlebih tuti yang tak menyangka anak nya akan segera menikah.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Terima kasih
Vote like komen