
KANTOR
"Brengsek kamu Bram, sabtu ini kamu menikah dan tidak memberitahu ku, benar benar" tanya Damar geram, Bram tertawa kecil melihat sahabat kesal
"Dari mana kamu tahu'' jawab Bram santai lalu ia berdiri dari duduknya
"Om Bima menghubungi ku tadi pagi'' balasnya lalu duduk di sofa
"Sebenarnya hari ini aku akan memberitahu mu" ucap bram santai lalu berdiri dari kursi kerjanya
"Terlambat, dan hari ini aku harus mengurusi pernikahan mu, membuat undangan, menghubungi tante winda dan catering "
"Catering urusan wina dam.. " ujar Bram yang duduk kini duduk di sofa bersamanya.
"Astaga.. aku lupa kalau wina mempunyai catering, jadi tidak terlalu banyak pekerjaan ku'' balas Damar tertawa kecil
"Baiklah, kalau begitu, urusi semua, sebentar lagi papa datang kemari dan aku mau mengurusi baju pengantin ku bersama wina " ucap bram yang langsung berdiri dan di angguki Damar Lalu bram keluar ruangan menyusul wina di cateringnya.
🍁
WINA CATERING
"Rina,Riyan, dan kamu Arin, untuk seminggu ini kalian yang mengurus catering, jangan lupa sabtu pagi, kalian semua harus mempersiapkan menu spesial di acara ku di hotel Bima'' jelas Wina pada ketiga orang kepercayaannya
"Acara apa bu..? " tanya Arin penasaran
"Acara pernikahan ku'' jawab wina tersenyum malu
"Menikah?, akhirnya bu Wina menikah dengan Pak Bram" ucap Arin antusias
"Selamat ya bu" ucap Riyan
"Selamat bu semoga pernikahan nya nanti berjalan lancar, dan tenang kami akan menyiapkan menu andalan " ucap Rina lalu tersenyum, tak lama ada suara langkah kaki seseorang yang masuk kedalam, Wina hafal betul suara langkah nya lalu ia menoleh dan tersenyum saat melihat wajahnya.
"Sayang'' sapanya yang terus berjalan menghampirinya Wina
__ADS_1
"Mas.."jawab wina lalu tersenyum, bram sekilas mencium keningnya. tidak perduli karyawan Wina sedang melihat adegan romantis mereka, ketiga karyawan merasa senang dan terharu melihat kemesraan bos dan calon suaminya.
"Kalian boleh keluar" ucap wina kepada ke tiga karyawan nya
"Baik bu,permisi'' jawab arin lalu mereka semua keluar dari ruangan wina
"Mas tidak ke kantor hari ini?" tanya Wina melihat Bram
"Tidak.. hari ini kita akan ke butik tante Winda untuk fitting baju pengantin "
"Oh ya, aku hampir lupa "
"jangan pernah melupakan hari bahagia kita sayang''ucap bram lalu mengecup kening wina
''Maaf, Ayo kita berangkat'' jawab wina lalu mengambil tas nya
🍁
BUTIK
"Ada tuan, tuan langsung saja keatas'' jawab pegawai butik
"Selamat datang keponakan ku, calon pengantin, sudah lama Bram kamu tidak berkunjung ke tempat tante'' ucap winda yang baru saja turun dari lantai atas
"Biasalah tante, sibuk di kantor'' jawab Bram lalu memeluk Winda sekilas
"Wina apa kabar?" sapa Winda lalu memeluk wina sekilas
"Baik tante" jawab Wina singkat dan tersenyum
"Kamu semakin cantik saja, pantas Bram Bram tergila gila pada mu'' puji Winda yang melihat Wina begitu cantik dan elegan.
"Harus tante, karena aku harus mengimbangi ketampanan mas Bram,supaya tidak ada yang berani meliriknya'' canda wina lalu ketiganya.
"Sudah, kamu jangan membuat Bram besar kepala, Ayo ikut tante, tante sudah menyiapkan gaun dan kebaya khusus untuk mu'' jawab Winda lalu menarik lembut lengan wina. kemudian mereka bertiga naik ke lantai atas.
__ADS_1
"Ini kalian pilih mana yang sesuai untuk mu, kelima gaun ini belum ada yang memakainya " ucap Winda setelah sampai di lantai atas lalu memperlihatkan koleksi gaun dan kebaya nya . Wina dan bram memilih jas dan kebaya pengantin sesuai selera dan keinginan mereka, pertama wina yang memilih, di bantu oleh tante Winda, dan bram menunggu di sofa.
Wina mencoba kebaya pertama, lalu ia keluar untuk memperlihatkannya pada Bram, Namun Bram tidak menyukainya karna bagian dada terlalu terbuka. mana mungkin Bram membiarkan dada calon istrinya terlihat oleh banyak orang, tante winda hanya tersenyum melihat tingkah ponakan nya itu.
Kemudian wina memilih gaun kedua. ,namun saat wina mencoba dan ingin menaikan resleting di punggung nya, tante Winda turun dari lantai atas karena ada pengunjung yang mencarinya, winda pun menyuruh Bram untuk membantu wina jika wina membutuhkan bantuan.
"Mas.. Mas.. kemari" panggil wing di balik tirai fitting room
"Apa.. " jawab bram sambil mendekat
"Tolong bantu aku menaikkan resleting nya " bisik Wina, lalu bram masuk dan menutup tirai nya. kemudian wina membalikkan badannya menghadap ke arah cermin besar, dan nampak lah punggung mulus wina yang putih mulus, sontak bram berkeringat dingin, jantungnya berdetak tak beraturan, Awal nya bram gugup namun otak mesum nya lebih dominan, ia pun meraba punggung mulus wina dan mendekat kan wajah nya di punggung Wina, menghirup nya aroma tubuhnya yang begitu menggoda, kemudian meraba punggung wina dari bawah lalu keatas, Wina terkejut namun ia menikmati sentuhan jemari Bram, di lihat nya Wina dari kaca, Wina sedang memejamkan matanya sontak bram semakin berani menciumi leher Wina dan terus meraba punggung mulus miliknya, tiba tiba Tante Winda memanggil mereka
" Bram.. bagaimana "
Bram tersadar begitu juga Wina, Bram seketika menaikan resleting nya
"Iya tante, Bram sedang membantu Wina" jawab nya sedikit gugup namun ia tetap bersikap biasa Wina memperlihatkan kebaya nya namun Bram lagi lagi. tidak menyukai nya alasan nya punggung nya terlalu transparan.
" Tante apa tidak ada kebaya yang tertutup, itu saya suka tapi punggung terlalu transparan. Wina menjadi salah tingkah,mendengar ucapan Bram dan menurut saja pilihannya
"Hem... bagaimana kalau yang ini " ucap winda sambil memperlihatkan kebaya warna putih sesuai keinginan Bram.wina mencoba nya dan terlihat pas dan sesuai keinginan Bram
"cantik" gumam nya
"Tante yang ini saja'' ucap wina
"ok.. nanti biar pegawai tante yang ngantar ke rumah mu " jawab winda
Dan tiba giliran Bram memilih setelan jasnya, setelah itu mereka berpamitan
"Kami pulang tante dan Terima kasih " ucap Bram lalu memeluk sekilas Winda begitu juga Wina.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕