
kamar wina di rumah pak Herman
Bram :" sayang kenapa kamu memandangi foto alfin seperti itu , kamu merindukan nya hem " memeluk wina dari belakang
Wina :" em.. hanya sedikit.. " tersenyum
wina :" mas.. " menghadap ke arah Bram
Bram :" ya.. "tersenyum,Wina pun memandang lekat mata Bram
wina :" tolong tutup sementara foto mas alfin "
Bram :" baik lah mana kain nya " wina pun mengambil kain dan memberikan nya pada Bram,dan Bram pun menutup foto pernikahan wina dan alfin yang terpajang di dinding kamar
Bram :" sudah.. terus kamu mau ngapain "
wina :" mas apa aku harus selalu memulai terlebih dahulu "
Bram :" haha baiklah.. " membopong tubuh Wina dan di letak kan di ranjang "
Bram :" sayang.. " mengusap lembut pipi wina
wina :" kelamaan mas... " menarik Tengkuk Bram dan mencium bibir nya
dan tangan wina membuka kancing piyama Bram begitu juga Bram, dan akhirnya nya mereka melakukan di kamar alfin "
wina :" huh... makasih mas.. "mengecup bibir bram sekilas dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh nya dan tubuh Bram
Bram :" ini yang membuat mas gak bisa berpaling dari mu sayang.. kamu membuat mas tergila gila setiap saat " memeluk wina
Bram :" jadi ini maksud kamu, menyuruh mas buat nutup foto alfin
wina :" em... " tersenyum
°°°°°°°°kediaman reni dan doni °°°°°°°
reni :" papi... jangan terlalu ganas pi.. suara mami terdengar sampai ruang tamu " teriak reni,karena mendengar suara seksi nindi karena ulah satya "
__ADS_1
doni :" sayang.. sudah.. jangan ganggu papi sama mami "
reni :" biarin... "
doni :" apa kamu juga mau.. "
reni :" gak.. gak sekarang.. nanti aja hehe "
doni :" awas ya.. "
tiba tiba satya keluar dengan menggunakan kimono, karena ingin mengambil air minum dan melewati ruang tamu
satya :" brisik kamu ren.. katanya mau adek.. dan ngapain kalian jam segini masih di sini nonton tv ,sana naik ke atas,bikin cucu buat pipi sama mami " mengambil air minum
reni :" udah bikin pi.. "
satya :" kapan.. " berjalan melewati reni dan doni ,hendak kembali ke kamar
reni :" kemaren malam hahaha " sontak reni pun di lempar bantal sofa oleh satya
reni :" Papi.. !! hahaha " satya pun tertawa
doni :" kamu sama papi itu bukan seperti anak dan ayah.. tapi seperti sahabat "
reni :" iya kak.. semenjak reni SMA, papi memperlakukan reni seperti sahabat, bukan anak,tapi reni masih punya batasan kok kak, reni tetap hormat sama papi " tersenyum
doni :" istri sholeh.. "
reni :' hehe.. "
doni ;" ya sudah ayo istirahat,sudah malam, besok harus ke kantor "
reni :" gak minta kan... "
doni :" gak sayang.. kakak capek "
reni ;" ya udaj yuk."
__ADS_1
mereka pun naik ke atas dan tidur
\=\=\=\=\=\= rumah tiyas \=\=\=\=\=\=\=
damar :" sayang.. ink buat kamu " memberikan map
tiyas :" apa ini mas "
damar :" buka .. " tersenyum
tiyas :" astaga... mas.. makasih.. ini serius "
damar :" iya sayang.. sejak kapan mas bercanda tentang kita "
tiyas :" liat nak.. papa mu membelikan kita rumah.. " berbicara pada damian
tiyas :" makasih ya mas.." mencium pipi damar
damar :" em.. itu saja, apa kamu biarin mas ini puasa berbulan bulan, "
tiyas :" em.. maaf mas.. " tersenyum
tiyas :" kalau mau, silahkan.. " tersenyum malu
damar :" serius.. "
tiyas :" em... "mengangguk
damar pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ia tunggu sampai tiga bulan lebih itu
***********************
jangan lupa like,komen vote,
jangan lupa baca juga Bram untuk wina " cerita cinta yang sama namun berbeda alur
Terima kasih ☺
__ADS_1