
hari senin pun tiba, Bram dan wina pun mulai beraktifitas kembali, damar pun sudah mulai masuk kerja, satya dan reni pun memulai aktivitas seperti biasa,di perusahaan nya sedang doni pun sudah mulai masuk kerja.
wina.:" mas.. tolong naikin resleting dress ku dong "
bram :" sayang.. kenapa pagi pagi kamu udah godain mas hem.." menaikan resleting dress wina kemudian mencium tengkuk wina
wina :" siapa yang godain mas .. " membalikkan badan nya dan memasangkan dasi bram . bram pun meraih pinggang wina
bram :" kamu seksi sayang walau udah punya anak tiga " memperhatikan wajah wina
wina :" o ya.. jadi gak sia sia dong mas.. aku perawatan seminggu sekali " tersenyum
Bram :" ya tentu nya itu semua buat mas kan ?"
wina :" jadi kalau gak buat mas buat siapa lagi hem.. dan mas juga harus segera merapikan brewok nya mas.. tu dah mulai lebat " meraba rahang Bram.
Bram :" iya nanti ...mas belum sempat sayang.. "
wina :" atau mas mau ke salon langganan mas"
Bram :" gak perlu.. nanti malam aja biar mas rapihin sendiri " tersenyum
wina :" ya sudah yuk berangkat "
wina dan Bram pun berangkat sebelum nya wina dan Bram pun berpamitan dengan baby kembar nya dan bu mila serta pak bima . seperti biasa wina dan Bram di antar oleh pak deddy dan di kawal boy "
wina :" mas nanti aku gak ke kantor mas ya.. aku mau meninjau ceatring cabang,kata della ada sedikit masalah "
Bram :" iya sayang.. hati hati ya." merangkul Wina wina pun hanya tersenyum
bram :" boy sudah tau tugas kamu "
boy :" iya tuan.." tersenyum
tak lama wina pun sudah sampai di tempat usaha nya,kemudian Bram pun langsung menuju kantor nya .sedangkan doni dan damar pun sudah berada di ruangan
damar :" doni... maaf saya tidak bisa menghadiri acara pemakaman ibu kamu, dan saya turut berduka cita " menatap doni
doni :" iya Pak.. saya memaklumi, Bu tiyas lebih membutuhkan bapak. "
damar :" kamu yang sabar ya.. saya juga seperti kamu,tidak punya siapa siapa lagi " tersenyum dan menepuk lengan doni
__ADS_1
doni :" iya pak.. saya sudah mengikhlaskan kepergian ibu saya "
damar :" yah.. kita memang harus mengikhlaskan kepergian orang yang kita cintai. dan kita harus tetap melanjutkan hidup kita "
doni :" iya pak.. Terima kasih "
damar :" ya sudah.. apa kamu sudah siap untuk bekerja kembali "
doni :" siap pak.. dan selamat ya pak atas kelahiran putra bapak.. " tersenyum dan berjabat tangan dengan damar
damar :" iya don.. Terima kasih.. " tersenyum
damar dan doni pun mulai bekerja kembali dengan profesional. doni memang harus benar-benar mengikhlaskan kepergian sang ibu walaupun sangat berat. tak selang lama bram menghubungi doni.
bram :" hallo doni.. "
doni :" iya pak.. bisa saya bantu.. "
bram :" tolong keruangan saya sekarang,om satya ingin berbicara dengan mu "
doni :" baik pak saya segera ke rungan bapak " doni pun menutup telfon nya
doni :" pak damar.. saya permisi .. saya di minta pak bram ke ruangan nya "
doni pun bergegas ke ruangan bram,sesampainya Damar di ruangan bram,doni pun di minta duduk oleh satya sedang kan bram memilih untuk keluar ruangan,sementara bram ke ruangan damar, karena bram tau satya akan membicarakan apa bersama doni,karena satya sudah cerita semua soal Doni kepada bram.
tok..tok..
bram :" masuk.. !
doni :" maaf pak.. bapak memanggil saya?"
satya :" saya yang memanggil kamu..,kemari lah.
bram :" om.. saya permisi sebentar ya.. " satya pun mengangguk
satya :" duduk don.. " doni pun duduk di sofa
doni :" maaf Pak satya ada perlu apa bapak memanggil saya ,atau bapak mau membicarakan masalah administrasi rumah sakit ibu saya tempo lalu,saya akan menganti nya pak "
satya :" kamu pikir saya akan menagih nya haha" melihat kepanikan doni
__ADS_1
satya :" saya memanggil mu karena saya,mau berterima kasih pada ayah mu"
doni :" ayah.. tapi ayah saya sudah meninggal pak,dan Terima kasih untuk apa " doni terlihat binggung
satya:"yah..saya sudah tau soal ayah mu, karena ayah kamu sudah menyelamatkan nyawa ku waktu itu,aku berhutang budi pada ayah mu ayah kamu sudah mendonorkan darah nya untuk ku, kalau tidak ada ayah kamu mungkin saya tidak bisa berdiri disini "
doni :" apa..! ?"
satya :" ya.. dan maaf.. saya diam diam menyelidiki mu dan latar belakang keluarga mu,karena saya melihat anak saya reni menaruh hati pada mu, sudah seharus seorang ayah tau latar belakang seseorang yang dicintai anak nya, bukan?"
doni :" lantas.. selanjutnya apa tindakan bapak setelah mengetahui latar belakang saya , bapak sudah mengetahui siapa saya "
satya :" saya tidak mempermasalahkan lantar belakang mu seperti apa, yang terpenting anak saya bahagia bersama mu dan apa kamu juga menaruh hati pada putri ku "
doni :" maaf pak.. kalau boleh jujur,saya memang menaruh hati pada anak bapak sedari dulu,sejak kami masih di bangku SMP, tapi dulu saya mengira hanya cinta monyet namun berjalan nya waktu, saya berharap bisa bertemu dengan reni kembali,"
satya:" yah.. saya harap kamu tidak mempermainkan hati anak saya,dan ini mungkin yang di maksud ayah mu,jika saya dan ayah kamu berjodoh pasti akan bertemu kembali,namun kenyataan nya, mungkin saya tidak bisa bertemu lagi dengan ayah mu, walau hanya sekedar ucapan terimakasih kasih,tapi dengan pertemuan mu dan reni,mungkin ini adalah jodoh " tersenyum
doni :" maaf pak,.. bapak tidak bermaksud untuk melamar saya untuk reni kan?"
satya :",haha.. ini lah yang saya suka dari kamu doni , kamu tidak suka bertele-tele. tentu saja tidak, saya akan memberi mu waktu untuk menyatakan perasaan mu pada anak saya "
doni :" apa menurut bapak saya pantas untuk reni, seperti bapak tahu saya hanya asisten pak damar dan itu hanya pengganti,"
satya :" kalau kamu tidak pantas,untuk apa saya membicarakan ini pada mu ,dan saya tidak pernah mempermasalahkan apa profesi pekerjaan mu selagi anak saya bahagia ,masalah materi itu bisa di cari , saya tau kamu berpotensi menjadi orang sukses dan saya tidak menyuruh mu untuk segera melamar anak ku,,nyatakan saja perasaan mu terlebih dahulu " menatap tajam doni
doni pun tak bisa berbuat apa apa atau mengatakan apa apa, karena memang ia menaruh hati pada reni .
doni :" baik pak.. jadi artinya bapak merestui hubungan kami "
satya :" yah.. dan nyata kan lah segera perasaan mu, sebelum aku berubah pikiran ! tersenyum
doni :" terimakasih pak " menyalami satya
satya :" dan panggil saya om jika tidak di tempat formal "
doni :" em.. baik om.. ' tersenyum
satya :" baik lah sekarang kembali bekerja " doni pun langsung berpamitan untuk kembali bekerja.
********************
__ADS_1
terimakasih.. jangan lupa like komen,vote ya