Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
program


__ADS_3

restoran mall


" bagaimana pi.. mas bram.. ada masukan untuk produk terbaru kita ini " ucap doni


" aku rasa cukup.. komposisi pas.. tapi apa kita yakin mengeluarkan prodak ini. " jawab bram sedikit ragu


" doni yakin mas..ini akan meledak di pasaran, apa lagi kalau mbak Wina dan mas bram jadi bintang iklan nya " jelas doni lalu tersenyum bram pun tertawa mendengar jika Wina dan dirinya yang menjadi model nya


" masalah nya mbak mu itu susah di bujuk " jawab bram


" keluarkan jurus maut mu bram " jawab satya menimpali lalu tertawa bran jua ikut tertawa


" om bisa saja.. kita lihat saja nanti semoga saja Wina mau, caranya akan aku pikirkan " ucap bram lalu tersenyum


" dan ini contoh minuman nya mas.. sudah ada, dan ini khusus wanita dan yang ini khusus laki laki untuk stamina " ucap doni memberikan minuman prodak nya


" doni.. apa kamu sudah memikirkan minuman untuk pria dewasa ? " tanya satya yang belum mengetahui jika doni mengeluarkan prodak khusus laki-laki dewasa


" sudah pi.. maaf, jika doni tidak konsultasi dulu sama papi, minumannya aman pi.. semua komposisi nya dari baham alami, contoh nya kopi ini pi, kopi yang sudah di formulasi khusus ada campur pasak bumi yang bagus untuk stamina pria " jelas doni jelas doni


" bram.. rayu istri mu pakai ini " ucap satya menunjuk minuman khusus laki laki dewasa, bram pun tertawa


" om.. bram masih sanggup membuat Wina terlena tanpa minum ini.. tapi boleh lah, aku akan mencoba nya, aku akan membawa satu " jawab bram lalu tertawa


" dua juga tidak papa mas.. " goda doni lalu tertawa


" buat om satya saja yang sudah tua " jawab bram melihat satya


" brengsek kamu bram.. tua tua begini masih ok " ucap satya sambil menepuk pundak bram


" sudah.., kapan produk nya keluar Don " tanya satya

__ADS_1


" sebulan lagi pi.. "


" ok rayu istri mu bram agar mau jadi bintang iklan nya.. kalian icon pas buat produk kita " jelas satya lalu diiringi tawa


" ok.. meeting hari ini selesai " ucap doni lalu tersenyum


" baiklah ,sebenarnya bram masih capek om seminggu ada meeting di jakarta bersama Wina."


" Wina ikut meeting..? "


" iya, wina mewakili papa Herman , om tahu betapa kacau nya sekarang perusahaan papa herman, Wina sampai emosi om, om tahu sendiri jika Wina sudah marah seperti apa.. ? " jelas bram


" seperti singa " jawab satya lalu tertawa


" entah lah bram, mas Herman sudah semakin tua tapi masih mengurusi perusahaan, dan adik adik nya mengurusi perusahaan masing-masing, siapa lagi kalau bukan wina yang di percaya untuk mengelola perusahaan, syasa masih kecil, dan hebat nya Wina mampu menyelesaikan semua masalah yang ada di perusahaan , bahkan khusus David yang di London , ia bisa menyelesaikan dari jarak jauh..dan ia masih bisa mengurusi bisnis catering nya " jelas satya


" begitulah om di balik sisi manja nya,wina wanita hebat " ucap bram membayangkan wina


" kalau begitu aku pamit " pamit bram lalu menyalami satya dan doni


" doni kita juga harus pulang, istri istri. kita juga sudah menunggu , kandungan mereka sudah memasuki tujuh bulan, kita harus menjadi suami siaga " ucap satya lalu tertawa


" tentu pi.. mari.. " jawab doni lalu mereka berdua pun pulang ke rumah


🍁


" ma.. wina mana " ucap bram saat sampai rumah


" ada.. sedang bermain dengan ke empat anak mu " jawab bu mila yang sedang duduk santai di ruang keluarga dan tersenyum bram pun langsung menyusul wina ke ruangan bermain anak anak nya


"tunggu dulu bram.. bersihkan badan mu dan ganti baju mu baru menyusul anak anak mu " ucap bu mila saat melihat bram ingin menyusul anak anak nya

__ADS_1


" iya ma.. " ucap bram lalu memutar badan nya dan menuju kamar nya lalu membersihkan badannya dan mengganti baju nya, baru menyusul wina ke tempat bermain anak anak.


" Hai sayang.. " ucap bram menghampiri wina dan ke empat anak nya


" papa.. ? sudah pulang..? " ucap syasa lalu berlari memeluk bram


" sudah sayang.. " jawab bram lembut lalu mencium pipi syasa


" mas mau minum apa.. " tanya wina lalu tersenyum


" tidak perlu, aku ingin bermain dengan anak-anak " ucap bram lalu berjalan sambil menggendong syasa menghampiri putra putri dan abi


" syasa duduk sini " ucap bram menurunkan syasa lalu bram memangku putri


" papa " celoteh putri, bram yang mendengar pun terkejut tak percaya jika putri menyebut kata " papa "


" sekali nak " ucap bram melihat wajah putri


" papa.. " ucap putra tiba tiba menghampiri bram


" ow.. jagoan papa juga mau di pangku " ucap bram saat putra menghampiri nya lalu memangku putra dan mencium pipinya, wina yang melihat pun tersenyum


" mas aku mau menambah bayi kembar laki laki " ucap wina tiba tiba


" sekarang ? ayo! ucap bram semangat


" tidak sekarang nanti biar mereka sedikit besar, nanti kita program bayi kembar " ucap wina yang memangku abi


" em.. baiklah, biar rumah ini bertambah ramai " jawab bram lalu tersenyum


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2