Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
bonus


__ADS_3

bram yang baru saja sampai dari kantor pun melangkah memasuki kantor nya dengan hati berbunga bunga,membayangkan perut istri nya yang kelak nanti akan membuncit,dan melahirkan anak nya, dan sesekali tersenyum sendiri. itu membuatnya bahagia luar biasa.


disisi lain di ruangan damar, tiyas sudah mulai bekerja sebagai sekretaris damar,


entah mengapa damar selalu melirik tiyas, dan itu membuat jantung damar berdesir, damar perhatikan cara kerja tiyas, ekpresi tiyas saat serius dan sampai saat tiyas minum pun damar memperhatikannya tiba tiba tiyas tak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di meja nya " pyaaaarrrrrr " ..


" Astaga.. " Ucap tiyas lalu memundurkan kursinya lalu berjongkok dam membereskan pecahan gelas nya dengan tisu,


" kenapa yas.. " Tanya damar yang sudah berjongkok di depan tiyas


" maaf pak saya gak sengaja menyenggol gelas " Jawab tidak melihat damar sekilas lalu membereskan pecahan gelasnya


" aw... " Pekik tidak terkena pecah gelas "


" Astaga.. " Ucap damar lalu tanpa sadar ia meraih tangan tiyas lalu menghisap darahnya


" jangan pak.. aw sakit " Ucap tidak lalu meringkis kesakitan


" Sudah diam " Jawab damar lalu, menarik lembut tiyas kemudian mereka berjalan menuju sofa lalu mereka duduk, damar pun mengambil tisu dan membalut nya dengan tisu kemudian damar mengambil kotak obat lalu mengobati jari tidak yang terkena pecahan gelas


" sudah pak, biar saya sendiri " Ucap tiyas tidak enak hati


" Diam lah.. " Jawab damar melihat tiyas lalu melanjutkan mengobati jarinya

__ADS_1


" aw.. perih pak " Pekik tiyas lalu damar meniup jari tiyas kemudian membalut nya dengan plester


" Lain kali hati hati " Ucap damar lalu tersenyum


" Terima kasih pak " Jawab tiyas lalu tersenyum


" pak maaf.. " Ucap tiyas tiba-tiba karena melihat darah di sudut bibir damar , lalu tanpa sadar tiyas menyeka darah yang menempel di sudut bibir damar.


"Maaf Pak ada sedikit darah yang menempel di bibir bapak " Ucap tiyas lalu tersenyum


" Terima kasih " Jawab damar lalu tersenyum dan menjadi salah tingkah, kemudian mereka kembali duduk di kursi nya masing-masing.


🍁


" Pagi mas.." Sapa wina yang datang tiba tiba lalu menghampiri bram yang duduk di kursi kerjanya


" Sudah mas, hanya mengecek sebentar saja " Jawab wina sambil mengusap perutnya lalu tersenyum dan berdiri di samping kursi bram


" Hai.. Apa kabar, apa kamu merindukan papa ? " Ucap bram pada perut wina, lalu menciumi perutnya, wina pun hanya tersenyum dan mengusap lembut rambut bram.


" Bram... " Panggil damar tiba tiba masuk ruangan bram


" Astaga.. Apa yang kamu lakukan " tanya damar melihat bram masih menciumi perut wina lalu ia duduk di sofa

__ADS_1


" Wina hamil dam.. " Jawab bram santai dan tersenyum melihat wina yang juga tersenyum


" Benarkah ? , boleh aku memegang nya " Canda damar seketika bram melebarkan bola matanya


" Bercanda bram " Jelas damar lalu tersenyum, Wina yang melihat bram dan damar pun hanya tertawa


" Ada perlu apa ? " Tanya bram lalu berdiri dan mengajak wina duduk di sofa


" Kita menang tender proyek yang ada di kota k " Jawab damar penuh semangat dan melihat bram dan wina, seketika bram dan wina saling memandang


" Benarkah.. ? Kalau begitu ini rejeki calon anak ku dam, " Ucap bram lalu mengusap perut wina


" Bisa jadi, calon anak mu membawa berkah " Jawab damar


" Baiklah, berikan bonus pada semua karyawan yang terlibat " Ucap bram melihat damar


" Ok.. Aku juga sudah mendapatkan bonus sendiri " Jawab damar membayangkan tiyas dan itu membuat bram dan wina menjadi heran.


" Baiklah, aku kembali ke ruangan ku, dan selamat ya wina, atas kehamilan nya ternyata bram ok juga " Ucap damar lalu tertawa kemudian keluar dari ruangan bram


" Brengsek kamu dam.. " Jawab bram, lalu tersenyum ke arah wina


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2