
wina: " akhirnya rapat selesai ...aku rindu syasa mas "
bram: " iya.. mas juga rindu.. "memeluk Wina
wina: " mas.. di lihatin orang banyak,, mas aneh rindu sama syasa kenapa meluk aku "
bram: " mama nya lebih mengemaskan " membopong Wina
Wina: " mas.. ini lobby hotel.. "
bram: " biarin ini hotel punya mas.. jadi bebas.. haha " berjalan menuju lift.
dicky: " maaf bu.. siang ini ibu harus ke kantor "
wina: " iya.. sebentar lagi aku menyusul, kamu duluan.. " teriak Wina dalam gendongan Bram
batin dicky: " ck.. membuat ku iri saja .. " dicky pun kembali ke kantor
bram dan Wina pun sampai di kamar nya, dan membereskan barang bawaan nya karena sore ini Bram dan Wina kembali ke Surabaya
Wina: " mas aku ke kantor papa dulu ya.. ada hal yang harus aku sampai kan "
bram: " nanti mas temani sekalian kita langsung pulang ke Jakarta, "
Wina ;" baik lah.. tapi aku mau menyusui abi dulu " Wina pun menghubungi Rahma agar abi di antar ke kamar Wina
tak lama Rahma pun memberikan abi kepada Wina
Rahma: " saya permisi nyonya.. "
Wina: " iya bilang sama yang lain, bereskan semua barang barang, sore ini kita pulang, "
Rahma: " baik nyonya " Rahma pun keluar dari kamar Wina dan Bram
Wina: " sayang.. anak ibu.. em.. " mencium pipi abi "
bram: " makin hari makin mengemaskan
Wina: " ya dong pa.. hem.. " mencium abi sembari menyusui abi
Bram: " sayang.. nanti kalau mau punya anak lagi, mas boleh reques gak.. "
Wina: " request sama Tuhan, jangan sama aku mas haha "
Bram: " maksudnya mas mau anak laki-laki lagi "
Wina: " sedikasih nya Tuhan mas.. tapi.. aku juga mau laki laki lagi hehe "
tiba tiba ponsel Wina berdering
Wina: " mas tolong ponsel ku.. "
Bram: " dicky.. "memberikan ponsel Wina
Wina: " hallo ****.. "
dicky: " bu.. ibu sudah di tunggu dewan direksi "
__ADS_1
Wina: " ok.. saya segera ke kantor " mematikan sambungan ponsel nya
Wina: " mas ayo.. berangkat sekarang, kekantor papa nanti setelah selesai kita ke rumah papa ..sore..kita pulang ke Surabaya "
Bram: " ok.. let's Go.. "
Bram pun menghubungi boy dan para baby sister untuk bersiap siap.. dan langsung menuju kantor pak Herman
Wina: " Rahma, rina dan tuti kalian masuk ke ruangan sana ya..itu ruang tunggu bebas rokok dan boy tolong kamu jaga anak anak..saya agak sedikit lama, nanti kamu belikan makanan untuk mbak nya anak anak "
boy: " baik nyonya.. " para baby sister pun masuk ke ruangan khusus dan boy menjaga nya
sedangkan Wina dan Bram menuju ruang rapat. banyak mata yang melihat Wina datang, dan banyak juga karyawan yang belum tau jika Wina mewakili pak Herman. Bram pun langsung masuk ke ruang rapat sedangkan Wina ke ruangan pak Herman terlebih dahulu dan mengambil beberapa laporan. setelah mengambil laporan Wina pun langsung keluar dan memanggil beberapa Staf..
wina " siska , Rani.. aldo.. ikut saya ke ruang meeting, dan kamu reyhan tolong panggil kan asisten saya dicky dan bagian keuangan dahlia " Siska, Rani dan aldo pun langsung menuju ruang meeting
Reyhan: " baik bu.. "
tiba tiba karyawan baru bernama restu tiba-tiba menyela
restu: " maaf anda siapa, dengan berani memerintah anak buah saya.. "
Wina: " maaf.. anda yang bernama restu bagian marketing? " tersenyum
restu: " anda tau banyak tentang saya "
Wina: " mari pak restu kita ke ruang meeting, kita sudah di tunggu dewan direksi " tersenyum berlalu di hadapan restu
batin restu: " siapa wanita ini.. " mengikuti langkah Wina ke ruangan meeting tak lama, Reyhan, dicky dan dahlia pun masuk ke ruangan meeting, sedangkan bram duduk di sebelah Wina dan Wina duduk masih berdiri di depan ujung meja meeting
Wina: " sudah hadir semua.. " melihat semua karyawan nya
Wina: " duduk lah.. " Wina pun duduk dan menatap Bram, dan tersenyum, sembari meraih jemari Bram dan meremasnya dengan lembut seolah meminta dukungan, Bram pun membalas remasan jemari Wina dengan lembut, dan tersenyum dan mengedip kan kedua matanya seolah memberikan semangat.
Wina: " baik.. langsung saja, karena saya tidak punya banyak waktu, dan mungkin ada yang belum kenal siapa saya, saya Wina Wijaya, saya mewakili bapak Herman kusuma selama beliau masih ada di luar negeri " menatap sekilas restu dan restu kinu pun mengetahui siapa Wina
Wina: " saya di sini akan menyampaikan hasil meeting tadi pagi bersama rekan bisnis perusahaan kusuma group, dan salah satunya rekan bisnis kita hadir di ruang meeting ini, selamat datang bapak Bram sanjaya " tersenyum kepada Bram Bram pun hanya tersenyum
Wina: " beliau dari perusahaan sanjaya group.. baik langsung saja saya sampai kan hasilnya " Wina pun menyampaikan poin poin penting hasil meeting pagi tadi.
Wina: " ok.. itu poin Saja dan untuk lebih jelas nya .. dicky yang akan menjelaskannya Poin poin nya " tersenyum
Wina: " dicky sampai kan dengan sedetail detail nya, sementara itu saya akan memeriksa laporan keuangan, bu Dahlia saya minta hasil laporan keuangan "
dahlia: " ini bu.." Wina pun memeriksa laporan keuangan dengan detail, dan dicky menyampaikan kan hasil meeting nya.
tak lama dicky pun selesai menyampaikan hasil meeting, dan Wina pun selesai memeriksa laporan keuangan. namun raut wajah Wina sedikit kecewa
Wina: " bu dahlia, sudah berapa lama anda bekerja di perusahaan ini " menatap dahlia
dahlia: " lima belas tahun bu.. "
Wina: " baik.. lantas kenapa laporan yang anda berikan pada saya kacau seperti ini.. apa anda punya masalah.. kenapa laporan ini tidak sinkron dengan yang di lapangan.. "
dahlia: " maaf bu.. akan saya perbaiki "
Wina: " baik.. perbaiki semuanya.. " memberikan laporan nya kepada dahlia
__ADS_1
Wina: " pak restu, mana laporan pemasaran anda "
restu: " ini bu.. " Wina pun memeriksa nya
Wina: " kenapa masih sama seperti bulan lalu.. "
restu: " maaf bu.. di lapangan begitu adanya "
Wina: " ini tanggung jawab anda pak restu sebagai bagian marketing,dan pemasaran, saya tau anda anak baru di sini, seharusnya banyak ide, , saya tidak mau tau, bulan besok harus ada kemajuan.. " mengembalikan laporan nya pada restu
Wina: " Siska.. mana laporan proyek yang kamu pegang "
Siska: " ini win.. " Wina pun memeriksa laporan Siska
Wina: " sis.. kamu memegang proyek bukan sekali dia kali kan, dan bahkan kamu pernah kan satu tim dengan ku. , dan kenapa proyek kecil sepert ini seharus selesai dalam waktu 6 bulan, kenapa ini hampir satu tahun belum selesai..!!" nada tinggi Wina sembari menggebrak meja
Wina: " dimana loyalitas tim kamu sis.. !! apa saya harus turun tangan mengawasi kalian langsung hah.. dan kenapa semua pekerjaan kalian kacau seperti ini.. " berdiri
Wina: " jangan mentang-mentang pak Herman sudah semakin tua dan kesehatan sudah mulai menurun kalian jadi seenaknya bekerja, kalian di gaji di sini dan saya tau gajian kalian berapa, dan itu tidak sedikit,, bulan depan saya mau melihat perkembangan kinerja kalian. kalian PAHAM..!! teriak Wina
"paham bu" jawab mereka serentak
Wina: " ok.. jika kalian ada keperluan, hubungi dicky selaku asisten saya., selamat siang.. kalian boleh kembali bekerja.. " Wina pun duduk kembali.dan semua yang ikut rapat pun keluar dari ruangan rapat kecuali Bram dan Wina serta dicky yang masih di ruang rapat
Bram: " sayang.. tenang lah jangan emosi seperti ini. minum dulu " memberikan minuman pada Wina
wina: " iya mas.. Terima kasih... " Wina pun minum
Wina: " em.. ****.. tolong awasi semua kinerja mereka, jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi "
dicky: " baik bu... "
Wina: " ya sudah.. kamu kembali bekerja, dan sore ini saya langsung ke Surabaya, hendel perusahaan "
dicky: " baik bu " dicky pun keluar ruangan rapat
sementara itu di ruangan restu
restu: " aldo.. Wina itu siapa, kenapa seperti nya begitu tau banyak perusahaan ini "
Aldo: " beliau menantu nya pak Herman pak "
restu: " lantas kenapa begitu mesra dengan Bram sanjaya "
aldo: " Bram sanjaya itu suaminya yang sekarang, anak pak Herman alfin sudah meninggal lima tahunan yang lalu, "
restu: " lantas apa hubungannya Wina dengan perusahaan ini, "
Aldo: " ada pak.. karena bu Wina adalah ibu dari pewaris tunggal perusahaan kusuma, cucu dari pak Herman, karena alfin adalah anak tunggal, jadi otomatis anak bu Wina pewarisnya, dan bu Wina hanya mewakili cucu pak Herman sampai usia delapan belas tahun nanti dan anak bu Wina baru enam tahun "
restu: " o.. begitu.. beruntung sekali hidup nya, dulu menjadi menantu pak Herman dan sekarang menjadi istri Bram sanjaya "
Aldo: " bapak jangan salah, bu Wina itu reputasinya tidak di ragukan lagi dalam bisnis, skill bagus, banyak yang takut semenjak beliau turun lagi di dunia bisnis, sama seperti suami nya, dan sebelum menjadi menantu pak Herman bu Wina sangat di percaya dan menjadi kepercayaan pak Herman. karena reputasi nya dan dengar dengar bu Wina juga yang membunuh burhan joker "
restu: " what.. !! wow mengerikan sekali bos mu itu, stop aku gak mau sakit jantung mendengar tentang dia, cukup Al.. "
*****************************************
__ADS_1
Terima kasih, jangan lupa like, komen vote
🤗🤗🤗🤗