Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
27.Malam pertama


__ADS_3

Sesampainya mereka di kamar pengantinnya, wina duduk di kursi menghadap kaca, melepas sanggul dan menghapus make up nya. Bram yang merasa lelah merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.


"Hari yang sangat melelahkan" ucap Bram yang telentang di tempat tidur, Wina hanya tersenyum melihat nya dari pantulan cermin. Bram melihat Wina menghapus makeup pun menghampiri dan meletakkan kedua tangannya di pundak Wina .


"Cantik'' pujinya lalu mengecup pucuk rambut wina yang sudah rapi di sisir, Wina hanya tersenyum dan sekilas melihatnya dari cermin


"Mas tidak mandi?"


"ıya, aku mau mandi, badan ku rasanya lengket'' jawabnya seraya melepas dasinya


''tapi tolong aku lebih dulu'' balas Wina seraya berusaha menarik resleting gaunnya yang tidak bisa ia jangkau. perlahan bram membuka resleting gaun wina, lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan badannya mengganti setelan kemeja nya dengan kimono.


setelah selesai ,kini giliran Wina ke kamar mandi,untuk membersihkan badan nya namun Wina lupa membawa piyamanya, akhirnya ia keluar hanya mengenakan handuk yang dililit kan di dada nya, dan rambut nya yang basah karena ia sengaja mandi karena sudah tidak tahan badan nya yang terasa lengket.


Bram yang sedari tadi menunggu Wina sembari memainkan ponselnya pun terkejut dan sedikit salah tingkah. akan tetapi dengan santai nya Wina berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil piyamanya yang tertinggal.


"Mas belum tidur " tanya wina Santai seraya membuka handuknya dan membiarkan tubuhnya terlihat oleh suaminya dan hanya menggunakan penutup dada dan penutup segi tiganya, dengan santai ia mengenakan piyamanya di depan Bram.


"Mas..'' panggil Wina pada Bram yang tak berkedip melihatnya.

__ADS_1


''Hah.. eum'' jawab Bram terkejut dan hanya tersenyum.


"Tidur lah sudah malam, katanya lelah? "ucap wina yang berdiri di hadapan bram sembari mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


"Lelah ku hilang seketika melihat mu seperti ini'' jawab Bram menarik tali piyama Wina. Wina tersenyum dan mengusap kepala sang suami dan membiarkannya menjelajahi tubuhnya. tidak hanya di situ Wina lalu duduk di hadapannya. kemudian menatap manik mata sang suami.


Perlahan mereka berciuman, dan ciuman itu menjadi semakin panas dan liar. terdengar


suara erangan Wina yang membuat Bram semakin bergairah. Wina yang sudah lama tidak merasakan sentuhan pun semakin liar. tidak ada lagi malu atau di tutup tutupi. dan pada dasarnya mereka sudah sangat dewasa. terlebih Wina yang mempunyai pengalaman.


"Sekarang mas'' ucap Wina lirih.


"Sabar sayang ini terlalu sempit'' ucap bram


''Kamu menyukainya'' tanya Bram melihat wajah Wina yang sudah bercampur peluh, cukup lama mereka melakukannya tidak terasa hampir pagi.


''heum'' hanya itu yang terdengar lalu Bram menambah kecepatannya


"Aku mau keluar" ucap wina seraya mencengkram punggung suaminya.

__ADS_1


"ahhhh.. " suara lenguhan mereka berdua terdengar di sudut kamar hotel.


" Terima kasih, mas hebat malam ini "puji Wina melihat Bram tersenyum dan masih di atasnya.lalu sekilas mereka berciuman.


''puas''


''puas'' jawab Wina lalu keduanya tertawa kecil


"kamu lebih hebat sayang, kamu liar, aku menyukai nya " ucap bram lalu mengecup pipila wina


"Liar ku hanya untuk mu " ucap wina lalu tersenyum.


''Apa nanti aku boleh memintanya lagi''


''tentu'' jawab Wina, lalu Bram bangkit dari atasnya lalu berbaring di sebelahnya.


"Sudah, sekarang kita tidur, besok pagi aku mau memintanya lagi " ucap Bram memeluk Wina, Wina hanya tertawa dan mengusap kepala Bram yang ia sembunyikan di lehernya.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2