
" mas, Mas Tidak salah memilih rumah sakit, ini rumah sakit ternama di kota ini " Ucap Wina saat pertama kali memasuki rumah sakit ternama di kota surabaya .
" Astaga sayang, suami mu ini pemilik perusahaan besar, mana mungkin sembarang mengajak istri nya memeriksakan kandungan nya " Jawab bram lalu tersenyum dan menggenggam jemari Wina
" Dan kelak rumah sakit ini anak kita yang memiliki nya " Ucap bram melihat Wina,wina yang mendengar nya langsung mengerutkan dahinya " kamu mau tau siapa pemilik nya " Ucap bram lagi
" Siapa ? "
" mama" bisik bram pada Wina seketika Wina melebarkan matanya serasa tak percaya
" Mama ? "
" Yah.. Mama "
" Ok.. Baiklah " Jawab Wina lalu tersenyum dan memilih untuk diam. sepanjang berjalan di lorong rumah sakit, banyak mata yamg melihat mereka, dan terutama para perawat di sana, tak sedikit yang berbisik membicarakan bram dan Wina.
" itu bukan nya bram sanjaya, anak dari pemilik rumah sakit ini " Ucap salah satu suster pada teman nya
"Iya dan itu istri nya yang janda itu ya.. gila cantik , pantas saja pak bram bertekuk lutut, padahal beliau terkenal dingin cuek " Jawab nya
" pagi tuan, pagi nyonya senang bertemu dengan anda lagi,silahkan duduk " Sapa dokter pada bram yang baru saja masuk bersama wina
" Pagi.. " Jawab bram singkat lalu tersenyum kemudian wina duduk begitu juga bram
" Baik nyonya, bisa saya bantu " tanya dokter
__ADS_1
" Begini dok, satu minggu lebih ini saya terlambat datang bulan, dan tadi pagi saya sudah mengetes nya dengan tes kehamilan dan hasil nya positif " Jawab wina lalu memberikan hasil tespeck nya pada dokter, lalu dokter pun melihat nya dan tersenyum, bram pun tersenyum melihat wina
" Baiklah nyonya, saya akan memeriksa nya kembali, mari ikut saya " Ucap dokter mengajak wina berbaring di brankar dan di bantu satu suster
" Baik nyonya saya akan memeriksa nya dengan USG , mari kita lihat apa sudah terbentuk kantung janin nya " Ucap dokter sambil memeriksa wina, bram dan wina tersenyum dan sangat bahagia.
"Eum.. nyonya tuan ini kantong janin nya sudah terlihat dan ... selamat nyonya, seperti nya anda akan mendapatkan bayi kembar, bram dan wina saling memandang dan bertanya
" serius dok " tanya wina serasa tak percaya dan menggenggam jemari bram yang ada di sebelah nya
" iya nyonya, lihat lah dan ini sudah memasuki lima minggu lebih nyonya " Jelas dokter lalu tersenyum begitu juga bram dan wina mereka sangat bahagia akan mendapatkan bayi kembar, tanpa sadar bram meneteskan air matanya, wina yang melihat bram meneteskan air mata pun lalu mengusap nya dan tersenyum. Tak lama dokter selesai memeriksa Wina, lalu kembali duduk di kursi nya begitu juga bram dan Wina
" jaga baik baik nyonya,ini saya beri resep vitamin dan bulan depan nyonya bisa kembali memeriksakan lagi , dan tuan jaga istri anda,jangan sampai stres,buat nyonya selalu bahagia " Jelas dokter
" pasti dok " Jawab bram lalu menerima resep dari dokter lalu tersenyum
" Sama sama nyonya " Jawab dokter lalu tersenyum, kemudian Wina dan bram keluar dari ruangan dokter dan pulang ke rumah
🍁
" Tiyas.. sudah waktunya makan siang ayo istirahat " Ucap damar melihat tiyas yang masih sibuk di depan laptopnya
" iya pak.. sebentar.." Jawab tiyas santai dan masih asyik mengetik di laptop nya
" Bapak duluan saja, pekerjaan saya sedikit lagi " Ucap tiyas melihat sekilas damar, damar hanya melihat tiyas dengan seksama lalu tersenyum melihat wajah menggemaskan tiyas
__ADS_1
" Ok.. Selesai " Ucap merenggang otot nya dan minum air putih yang ada di depan nya
" bapak belum keluar " Tanya tiyas melihat damar yang masih di duduk di kursinya
" Aku menunggu mu " Jawab damar santai dan melihat tiyas mengenakan sepatunya karena sedari tadi ia melepas sepatunya
" ayo.. " Ajak damar lalu tiyas berdiri dan mengikuti langkah damar.
" Pak damar, langkah pak damar terlalu lebar, saya tidak tidak bisa mengimbangi langkah kakak. " Ucap tidak tidak sambil menahan sakit di kakinya karena sepatunya tidak begitu nyaman, damar pun berhenti,melihat tiyas yang melepaskan sepatunya
" pantes... tunggu sini " Ucap Damar lalu mengambil alas kaki di dekat mushola.
" pakai ini "
" tapi pak, ini kan sendal mushola "
" Cerewet " Ucap damar, lalu damar memakaikan alas kaki tersebut di kaki tiyas
" Pak apa yang bapak lakukan " Tanya tiyas terkejut dan sedikit mundur
" Ayo lah pakai alas kaki nya, aku sudah lapar " Jawab damar lalu dengan terpaksa tidak mengenakan alas kaki dari
" ayo.." ajak damar lalu menarik pergelangan tangan tiyas , tiyas pun hanya menurut dan pasrah ditarik atasan nya , berutang tidak ada yang melihat mereka berdua.dan mereka pun makan bersama di restoran di sebrang jalan.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Terima kasih 😘💕
episode yang judul nya ada bunga nya belum author revisi ya.