
"Hallo.. herman.. " ucap pak Bima di balik ponselnya menghubungi pak Herman
"Ya bim.. bagaimana dengan anak anak " jawab Pak Herman di seberang sambungan ponselnya.
"Sepertinya kita tak perlu repot repot menjodohkan menantu mu dan anak ku''
''Kenapa?, bukankah kita sudah sepakat menjodohkan mereka, dan kita sudah bicarakan ini saat di bandara beberapa minggu yang lalu " jawab pak Herman heran, pak bima sengaja bertemu dengan pak Herman saat pak Herman akan kembali ke Jakarta sewaktu wina pulang dari rumah sakit, Pak Bima dan pak herman serta bu dita membahas perjodohan bram dan wina di bandara.
"Bagaimana kita mau menjodohkan mereka sedangkan Bram anak ku sudah melamar menantumu Wina tadi malam "jawab pak Herman di iringi tawa
"Apa..?, kamu tidak bercanda kan Bim? " tanya pak herman tidak percaya
"Dan kalian tidak mengundang ku " sambungnya lagi
"Aku dan Mila juga tidak mengetahui jika bram akan secepat ini melamar menantu mu " jelas pak bima
"Ok baiklah, aku mengerti, anak muda menang tidak pernah sabar'' balas pak Herman yang turut bahagia akhirat Wina sudah mau menjalain hubungan dengan laki laki lain, dan tidak terus terpuruk dengan kenangan masa lalu.
sementara bu mila dan wina sedang memasak bersama di dapur, dan syasa sedang bermain bersama dengan pak Bima sesat setelah mematikan sambungan ponselnya.
sedangkan Bram baru bangun dari tidur nya lalu turun ke lantai bawah,
"Pagi ma.." sapa Bram lalu mencium pipi sang mama
"Pagi nak.. " jawab Bu Mila dan tersenyum sambil membawa hasil masakan ke meja makan, sedang wina masih sibuk membuat sarapan buat syasa. Bram melirik mamanya untuk memastikan mama nya sudah agak jauh dari dapur, tiba tiba bram memeluk wina dari belakang .
"Pagi sayang " ucap Bram sembari mengecup pucuk rambut wina.
"Pagi mas.. " jawab Wina lalu tersenyum
"Mas tolong lepaskan pelukan mu " ucap Wina dan berusaha melepaskan pelukan Bram
"aku tidak akan melepaskan mu " ucap bram lalu mencium pipi Wina
"Mas.! " Pekik wina
"Ya sudah, mas mau kopi atau teh " tanya wina menawarkan minuman pada Bram sembari menoleh kearah Bram
__ADS_1
"Kopi saja, jangan terlalu manis seperti biasa saat kamu membuatkannya di kantor karena yang membuat nya sudah manis, aku takut nanti diabetes " gombal bram lalu tersenyum dan masih memeluk wina, Bu mila yang melihat hanya tersenyum akhirnya anak laki-laki nya sudah mendapatkan tambatan hati.
"Dan kata kata mu juga bisa membuat ku diabetes " jawab Wina tak kalah menggombal
"Kamu bisa saja" ucap bram
"Mas lepaskan pelukan mu, bagaimana aku bisa membuatkan mu kopi jika kamu memeluk ku begini " protes Wina, lalu Bram melepaskan pelukannyadan tersenyum dan melihat wina membuatkan kopi untuknya, setelah selesai membuatkan kopi untuknya, wina melanjutkan memasak untuk Syasa
"Kamu memasak apa, bukannya mama sudah memasak? " tanya bram lalu menyeruput kopi nya dan terus memperhatikan wina yang dengan cekatan memasak untuk syasa
"Apa mas lupa calon istri mu ini mempunyai anak kecil yang belum bisa makan makanan pedas, eum..." jawab wina sembari mencubit ke dua pipi bram dengan gemas nya dan tersenyum
"eum.. begitu " jawab Bram singkat dan masih memperhatikan wina memasak
"Wina, wanita seperti mu yang aku cari, aku menyukai sisi keibuan mu " ucap Bram dalam hati dan masih memperhatikan wina.
"Mama.. Caca lapar? " ucap syasa tiba-tiba datang dari taman belakang dan memeluk kaki Wina
"Wina.. syasa seperti nya lapar " ucap pak Bima yang sadari tadi bermain dengan syasa
"Mama " ucap syasa manja
"Iya sayang.. ini mama sedang memasak untuk mu nanti mama suapin'' jawab wina yang baru saja selesai memasak, lalu menggendong syasa dan mengangkat masakan nya dan menaruhnya di piring.
"seeperti ini kerepotan mu, membesarkan anak mu sendiri, ya Tuhan.. ingin rasanya aku segera menikahinya " Batin Bram dan matanya berkaca kaca melihat wina menggendong syasa sembari menyiapkan makanan nya
"Sama om yuk.. biar mama menyiapkan makan untuk syasa "
"eum.. " ucap syasa manja dan menggelengkan kepala nya tanda tidak mau ikut dengannya
"Tidak apa apa mas, syasa kalau pagi kadang seperti ini ,apa lagi di tempat baru seperti ini " ucap Wina yang masih menggendong syasa, lalu wina menuju ruang makan bersama syasa dan Bram. mereka semua sarapan pagi.
Setelah mereka semua selesai sarapan, mereka kembali ke taman belakang bermain bersama syasa
"Bram jam berapa kamu berangkat ke Singapore hari ini " tanya bu mila tiba tiba
"Jam 3 ma'' jawab Bram singkat
__ADS_1
"Bram.. cepat kamu selesai kan urusan perusahaan kita di sana, " ucap pak bima duduk santai sembari melihat wina dan syasa berlarian,
''Baik pa.." jawab bram singkat sambil melihat syasa dan wina bermain
"Wina sayang.. kemari nak " panggil Bu Mila, lalu wina pun mendekat sembari menuntun syasa
"Iya tante.. "
"Tante minta tolong,olong bantu Bram untuk menyiapkan baju nya, karena nanti sore bram harus berangkat ke Singapore " ucap bu mila
"Baik tante.. " jawab wina sambil wina melihat Bram sekilas
"Syasa sama oma yuk " ajak bu mila, syasa hanya menurut ajakan Bu Mila, kemudian bram dan Wina menuju kamar untuk menyiapkan keperluan Bram selama di Singapore
"Masuklah ini kamar ku, dan sebentar lagi akan menjadi kamar mu " ucap bram pada Wina.
"Mas mana koper mu, dan di mana letak letak baju baju mu dan keperluan mu yang lain " ucap wina yang sudah masuk kedalam kamar Bram menutup pintu, lalu bram mengambil koper dan beberapa baju dan wina menyusun dengan sangat rapih di dalam koper dan tak lupa keperluan yang lain ia Persiapkan dan Wina yang menyusunnya di koper.
"Mas semua sudah rapi, hati hati di sana, " ucap Wina sambil melihat Bram
"Iya.. dan Terima kasih sudah menyiapkan keperluan ku''jawab Bram lalu meraih kedua jemari Wina dan mencium kening Wina
"Aku pasti akan merindukan mu dan syasa " ucap bram lagi setelah melepaskan ciumannya, lalu menatap wina begitu dalam.sorot matanya saling bertemu ,di cari nya sosok dirinya di dalam mata Wina, Wina tidak sanggup membalas tatapan tajam dari Bram lalu wina menundukkan pandangan nya. Bram mengangkat dagu wina dengan tangan kirinya tiba tiba bram mengecup bibir wina.
"cup "
Bram yang melihat wina menutup matanya, pun kembali mencium bibir Wina dan **********, tanpa sadar wina membalas ciumanya, diraihnya tengkuk wina agar semakin dalam. terdengar suara lenguhan wina membuat bram semakin liar, ciumannya kini turun ke leher wina , suara seksi wina semakin membuat bram semakin liar, di bukanya kancing baju wina. Wina pun sadar lalu memegang tangannya
"stop mas.. jangan di teruskan " ucap wina yang masih memegang tangan bram.
"Maaf sayang aku kelepasan " ucap bram lalu mencium kening wina, kamudian mengancingkan baju wina setelahnya mereka berpelukan.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1