
Seperti biasa setiap hari Senin Wina dan Bram pergi ketempat kerja masing-masing, Namun sebelum itu Wina pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungannya di temani sang suami tercinta. setelah itu Wina ke rumah lamanya.namun sebelum itu ia ke rumah Mita sahabatnya dan dulu juga membantunya untuk mengaduk Syasa.
''Permisi, mbak Mita'' sapa Wina pada Mita yang sedang menyirami bunga di depan rumahnya
''Astaga.. Wina?, Ya Tuhan, terkejut aku Win..'' jawab Mita lalu mematikan selang airnya. dan Wina tertawa
''Maaf mbak'' jawab Wina
''Tidak apa apa, bagaimana kabar mu, seperti semakin berisi'' Tanya Mita setelah mereka selesai berpelukan. Wina tersenyum dan mengusap perutnya
''Iya mbak, aku memang sedang isi, sudah tiga bulan'' jawab Wina lalu tersebut
''wah, selamat ya.. jaga kandungan mu''
''pasti mbak.. terima kasih'' jawab Wina
''Oh ya mana Syasa?'' tanya Mita karena sedari tadi ia tidak melihat Syasa.
''Sedang sekolah jadi tidak ikut kemari''
''Oh ya lupa''
''Mbak aku datang kemari mau mengambil kunci rumah ku'' ucap Wina seraya duduk di kursi di teras rumah Mita.
''Ada, sebentar aku ambilkan'' jawab Mita lalu masuk kedalam mengambil kunci rumah Wina
''Ini'' ucap Mita memberikan kunci rumah Wina
__ADS_1
''Terima kasih Mbak'' jawab Wina
''oh ya kamu mau minum apa, aku buatkan? ''
''Tidak usah mbak, aku datang kemari mengambil beberapa barang di rumah sebentar lagi mas Bram juga datang ke rumah''
''Yah.. sebentar saja Win, kita ngobrol''
''Iya mbak, tapi aku ke rumah dulu sebentar''
''Ya sudah, kalau butuh bantuan panggil aku saja, rumah kamu selalu aku bersihkan tiga hari sekali, jadi barang barang Mundi rumah tetap terawat'' balas Mita lalu tersenyum
''Iya mbak terima kasih, aku ke rumah dulu''
''iya..'' jawab Mita lalu Wina ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah Mita
Setelah sampai di rumahnya, Wina membuka pintu nya, kenangannya di rumah tersebut seketika berputar di otaknya. Ia hanya tersenyum melihat bingkai foto dirinya dan Almarhum suaminya Alfin, Alfin nampak gagah dengan seragam angkatan lautnya, tersenyum lebar seraya memeluk Wina dari belakang.
" ya mas.. "
''Masih di rumah lama?"
''Masih''
''Ya sudah, jam istirahat nanti mas menyusul''
''Iya tapi mas beli nasi Padang ya''
__ADS_1
''iya''jawab Bram lalu keduanya mematikan ponselnya. Setelah selesai menerima telepon dari sang suami, Wina mulai mengambil foto foto Syasa dan merapikannya di kardus lalu ia menuju kamarnya.
Wina membuka tirai kamarnya dan melihat setiap sudut kamar,dan mengenang semuanya. Mengenang saat bersama Alfin dan di kamar itu menjadi saksi bisu kisah cinta mereka.sendau gurau dan tawa bersama. Ia berjalan masuk menuju ke arah meja riasnya, lalu ia duduk di kursi di depan meja riasnya lalu ia membuka lacinya dan menemukan foto Almarhum suami, ia tersenyum dan melihat nya .Di usapnya balai foto tersebut tak terasa air mata nya menetes di pipi nya, semakin lama air mata nya semakin deras
"mas... apa masih pantas aku merindukan mu, oh ya.. sekarang kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku baik baik saja.'' gumamnya seraya menghapus air matanya
''Syasa sudah tubuh besar dan jadi anak yang manis. Maafkan aku sudah membagi cinta mu dengan mas Bram, dan Sekarang aku hamil anaknya, walau begitu doa ku tidak pernah lupa untuk mu mas semoga engkau selalu damai di sana'' ucap Wina yang semakin deras air mata nya.
Tanpa di sadari, Bram ada di ambang pintu kamarnya, dan mendengar semua ucapannya , lalu menghampiri wina dan mencium pucuk kepala Wina. Wina terkejut dan segera menghapus air matanya.
''mas.." panggil Wina sedikit gugup dan meletakkan begitu saja bingkai foto alfin di meja rias nya dengan posisi terbalik lalu Wina berdiri.
''Tidak apa apa, aku tidak marah, Alfin adalah bagian dari hidup mu cinta pertama mu, lagi pula untuk apa aku cemburu dengan orang yang sudah tiada'' jawab Bram lalu tersenyum dan mengadu hidungnya dengan hidung Wina. Wina pun tersenyum dan langsung memeluknya.
''Menangis lah..'' ucap Bram mempererat pelukannya, seketika Wina menangis menumpahkan rasa rindunya pada Almarhum suaminya di dada Bram.
''Mas harus janji pada ku, tidak akan pernah meninggalkan ku seperti mas Alfin lakukan pada ku'' ucap Wina di sela Isak tangisnya.
''Iya, Mas janji akan selalu bersama mu''
''Selamanya''
''Janji selamanya, sudah Ayo makan, mas sudah membawakan nasi Padang untuk mu''
''Iya tapi suapi aku''
''pasti'' jawab Bram tersenyum lalu keduanya makan bersama seraya mengenang masa masa saat mereka pacaran.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
vote like komen terima kasih