
setelah Herman meninggalkan kantor bram tinggal lah bram dan Wina.
bram menatap keluar jendela.. melihat pemandangan dari ruangan nya, pikiran nya melayang, Bram memikirkan Wina, wanita yang dari awal ia kenal lemah lembut, ke ibuan kini menjelma bak monster di dunia bisnis dan cara nya ia melindungi keluarga nya, ia bersyukur Wina masih mempunyai sisi lembut terhadap keluarga
Wina: " mas.. ! mas memikirkan apa..? " meraih jemari Bram
bram: " mas sedang memikirkan.. Wanita yang mas nikahi ini sebenarnya siapa?
kenapa insting mu begitu tajam. dari masalah mona , rosa ,Linda dan membunuh burhan, dan sekarang David. kamu sebenarnya siapa sayang..? "
Wina: " aku istri mu mas.. orang yang mencintaimu, apapun akan aku lakukan demi mas dan keluarga walaupun nyawa ku taruhan nya, aku tidak mau kehilangan seseorang untuk kedua kalinya, sebisa mungkin aku harus bisa melindungi keluarga ku. tidak ada yang bisa merebutnya dari ku kecuali Tuhan, karena jika Tuhan sudah berkehendak aku tidak bisa berbuat apa apa " menyandarkan kepala nya di dada bram
Wina ;" mas tau kejadian yang sangat mengerikan bagi ku selama aku bersama mu mas.., ketika mas tertembak di taman dan mas ditembak oleh burhan , tanpa pikir panjang aku langsung mengambil pistol dari tangan mas, karena dalam pikiran ku tidak ada yang boleh mengganggu milik ku ..aku di didik papa ku iwan Wijaya, untuk tidak takut pada siapa pun, apa lagi musuh.. dan aku hanya takut kepada Tuhan, dan.... ? "
bram: " dan apa..? "
Wina: " dan kamu.. aku takut jika mas meninggalkan ku "
bram: " sayang.. aku tidak akan pernah meninggalkan mu, kita hidup bersama, mati pun bersama.. "
Wina: " mas.. " memeluk bram
__ADS_1
bram: " sayang.. " memeluk erat Wina
bram: " aku mencintaimu " mengecup kening Wina
Wina: " aku mencintaimu " memeluk erat bram
tiba tiba damar masuk..
damar: " huh.... adegan apa lagi ini.. " meletakkan dokumen di atas meja
bram: " aku sedang memeluk malaikat tak bersayap " tersenyum dan melepas pelukan nya
Damar: " maksud mu.. "
Wina: "Wina kembali ke dunia bisnis "
Damar: " what.. bukan kamu sudah tidak mau berurusan dengan dunia bisnis yang kejam ini Win.. "
Wina: " justru karena kejam lah saya kembali pak.. saya kembali hanya untuk syasa.. saya tidak mau hak syasa di ambil orang begitu saja. "
Damar: " maksud kamu..? " dan Wina pun menceritakan semuanya
__ADS_1
Damar: " oh.. my god.. win ..menguasai saham dan perusahaan kembali ke tangan om Herman itu butuh dana yang tak sedikit "...
Wina:" yah ..saya tau.. meski harus menguras semua dana pribadi ku selebihnya menjadi urusan papa, semua yang kulakukan itu demi syasa.. yah.. demi syasa.. pewaris tunggal perusahaan kusuma." duduk di sofa di ikuti Bram
Wina: " sebenarnya ini membuat saya gila.. di tambah saya sedang mengandung.. "
Bram: " hem.. seperti nya sudah waktunya makan siang.. gimana kalau kita makan dulu di luar "
Damar: " boleh.. "
Wina: " ajak tiyas.. "
damar: " tentu.. "
mereka pun makan siang bersama di salah satu restoran dekat kantor.
*************
Terima kasih, jangan lupa vote like komen ya..
di tunggu up nya lagi.. dan mohon maaf untuk novel larisa ku belum bisa up lagi, lagi buntu otak author nentuin alur nya.. mohon masukan nya 🤗🤗🤗
__ADS_1