Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
cantik


__ADS_3

" silahkan tuan.. " ucap pak Dedy saat membukakan pintu mobil untuk Bram


" terima kasih.. tolong bukakan pintu rumah " perintah Bram, karna Wina tertidur di mobil dan belum bangun,Bram tidak tega membangunkan istrinya yang sedang tidur pulas


" baik tuan. " jawab pak Dady namun sebelum pak dedy membuka pintu ,Bu Mila sudah membuka pintunya


" Wina kenapa Bram " tanya Bu Mila melihat Bram membopong Wina dan terlihat cemas ,Bram terus berjalan menuju kedalam di ikuti Bu Mila


" tidak apa apa ma, tolong bukakan pintu kamar ma.. " ucap Bram saat sampai di depan kamarnya karena saat Wina hamil merek pindah kamar di lantai bawah ,Bram memundurkan Wina di tempat tidur dengan sangat hati hati lalu Tersenyum


" istirahat sayang " gumam Bram mengusap pipi Wina dengan lembut. lalu mencium kening nya dan menyelimuti kakinya


" ma.. Bram lapar " ucap Bram pelan sambil keluar dari kamar bersama sang mama menuju ruang makan


" apa Mona tadi ke kantor ? dan berdebat dengan Wina ?'' tanya Bu mula saat sampai di ruang makan dan duduk berhadapan dengan Bram lalu mendengkur kesal mengingat nama mona


'' iya.. '' jawab Bram membenarkan sambil lalu menyendok makanannya


" pagi tadi , mona dateng ke kantor , dia mencoba menggoda Bram , tiba-tiba Wina datang , Bram pikir Wina akan salah paham dan marah dan mengamuk, tapi ternyata Wina tidak melakukan itu , memang Wina sempat berdebat dengan mona tapi tidak sampai seperti yang Bram kira dan akhirnya Mona pergi dari kantor dengan sendirinya '' jelas Bram , sejenak berhenti makan


'' dari mana Wina tahu jika Mona datang ke kantor'' tanya Bu Mila penasaran ,


''tidak tahu , dari instingnya mungkin '' jawab Bram di iringi tawanya


" baik lah.. ingat ya Bram,istri mu sedang hamil, jangan membuat emosi nya naik turun bisa menganggu perkembangan janin nya nanti " jelas Bu Mila mengingatkan ,dan Bu Mila sangat menyayangi menantu itu


" iya ma.. Bram mengerti '' jawabnya lalu Tersenyum


" ma.. Bram pamit kembali ke kantor, ada urusan yang belum selesai di kantor '' pamit Bram setelah makan siang nya selesai lalu berdiri

__ADS_1


'' oh iya ma.. Wina belum makan siang, tapi tadi pagi jam sepuluh dia sudah makan ,takut nya nanti dia bangun terus lapar ,. dan Wina merindukan masakan mama , kasian Wina hari ini,. emosi nya benar benar terkuras gara gara mona dan ratih Staf Kantor. " jelas Bram melihat Bu Mila yang mengikuti langkah nya


" ratih..? ada apa lagi ? " tanya Bu Mila penasaran dan keduanya berhenti sejenak


'nanti malam Bram akan menceritakan semua nya ,. Bram berangkat '' pamit Bram mencium pipi Bu Mila yang sebenarnya masih menanti penjelasan Bram sebenarnya ada kejadian apa di kantor hingga membuat menantu kesayangan emosi . disisi lain di waktu yang sama dua OB tampan sedang berbincang di pantry kantor , siapa lagi kalau bukan


Doni dan Rudi mereka membahas tentang tiyas dan damar .


" sudah lah Rudi.. ikhlasin saja tiyas sama pak damar , sebenarnya ini juga salah kamu menggantungkan tiyas tanpa kejelasan wanita itu butuh kepastian dan kejelasan rud ''


" iya , ini salah ku , hanya saja aku tidak menyangka sahabat kita di peristri atasan kita , yah.. mereka berhak bahagia ,dan apa lah aku ini , hanya butiran debu di kantor ini '' jelas Rudi mengusap kasar wajah nya , Doni yang mendengar kalimat terakhir Rudi pun hanya tertawa kecil dan menepuk pundak Rudi


" sudah lah .. ayo kembali kerja , bersihkan debu debu di kantor ini '' canda Doni lalu keduanya bekerja


🍁


sesampainya di kantor Bram menghubungi Ratih untuk menemuinya di ruangan nya untuk menyelesaikan masalahnya keributan di jam makan siang di lobby . dengan rasa takut dan gugup Ratih menemui , Bram di ruangan nya


" em... maaf pak.. sebenarnya tidak ada masalah apa apa pak ,saya hanya iri saja sama bu Wina dan juga tiyas'' jawab jujur Ratih, tidak di pungkiri Wina dan tiyas memang mempunyai aura berbeda walau saat masih menjadi OG di kantor , terlebih sekarang Wina dan tiyas statusnya sudah berbeda dan kecantikan semakin bertambah .


" apa yang membuat mu iri dengan istri ku dan juga Tiyas "


" karna.. bu Wina cantik begitu juga Tiyas terlebih mereka berdua bisa mendapatkan orang terpenting di Sanjaya grup ini pak '' jawab jujur Ratih dan itu membuat Bram tertawa kecil.


'' dirimu terlalu jujur Ratih , ya aku mengakui kecantikan Tiyas dan terutama istri ku , mereka berdua mempunyai keistimewaan tersendiri selain kecantikan nya yaitu ini dan ini '' jawab Bram menunjuk kepala dan dadanya sendiri


'' mereka cerdas , dan mempunyai hati yang baik dan tidak suka mencampuri urusan orang lain dan kamu tahu itu '' jelas Bram lagi lalu ia berdiri dan duduk di ujung meja dekat dengan Ratih


'' Ratih ,kamu juga lumayan cantik dan cerdas hanya saja kurangi sifat dengki mu , tidak baik , kecantikan wajah akan sia dia jika mempunyai hati dan sifat dengki ''

__ADS_1


'' iya pak , saya mengerti '' jawab Ratih yang terus menunduk


'' baiklah , mulai besok kamu saya pindahkan ke kantor cabang , saya tidak ingin kamu menjadi bahan omongan karyawan lain atas sikap mu tadi siang , saya tidak ingin pekerjaan terganggu dengan omongan rekan rekan kerja mu , bagaimana pun kamu mempunyai kontribusi yang sangat bagus di perusahaan ku '' jelas Bram yang masih memikirkan mental Ratih


'' baik pak saya akan menuruti perintah bapak '' jawab Ratih pasrah walaupun sebenarnya ia tidak menginginkan nya


'' Bram .. ini laporan yang kamu minta '' ucap damar tiba tiba masuk kedalam bersama Tiyas


'' sudah selesai '' tanya Bram menerima laporan nya ,damar dan Tiyas sekilas melihat Ratih yang masih duduk dan tertunduk malu


'' ok kerja bagus ''puji Bram laku Bram kembali duduk di kursi nya


'' Ratih kamu boleh kembali bekerja ,dan nanti bagian administrasi yang membuat surat kepindahan mu '' jelas Bram melihat Ratih


'' baik pak tapi sebelum nya saya ingin berbicara dengan Tiyas dan pak damar '' pinta Ratih


'' silahkan '' jawab Bram lalu tersenyum ,Ratih pun berdiri dan berbicara dengan Tiyas dan damar


'' pak damar , Tiyas.. saya meminta maaf atas kejadian tadi siang di lobby ,saya tidak bermaksud mencari keributan dengan kalian berdua '' ucap Ratih penuh penyesalan dan berharap Tiyas dan damar memaafkan nya


'' iya Bu Ratih , tidak apa apa , sebelum bubratih meminta maaf saya sudah memaafkan Bu Ratih, iya kan mas .. '' jawab Tiyas tersenyum dan mengusap lengan bu Ratih , dan meminta kepastian pada damar bahwa damar juga sudah memaafkan .


'' iya '' jawab damar singkat lalu tersenyum


'' memang benar Tiyas sangat baik , pantas saja pak damar memilih nya '' batin Ratih melihat Tiyas


'' kalau begitu saya permisi ,dan selamat untuk hubungan kalian berdua '' ucap Bu Ratih menyalami tugas dan damar kemudian mereka semua tersenyum ,lalu setelahnya Ratih kembali ke ruangannya nya


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2