
sepanjang berjalan menuju ruangan damar, damar terus memegang pergelangan tangan tiyas ,hingga yang melihat mereka pun heran, dan ekpresi marah damar pun tak bisa di tutupi, damar membuka pintu ruangan nya dan masih terus menarik tiyas, setelah masuk ia menutup pintunya sedikit kasar lalu mendorong tiyas pintu da menatap tajam tiyas ,sangat jelas wajah marah dan cemburu nya damar,ia tidak menyukai jika tiyas masih berhubungan dengan masa lalu nya.
" sedang apa kamu bersama nya!" Tanya damar pelan menahan emosi nya
" jangan pernah berhubungan lagi dengan nya ,aku tidak menyukainya" ucap damar lagi , tiyas yang paham damar sedang cemburu pun mencoba tenang lalu mengambil nafas dalam dalam lalu meraba rahang damar dan mengusap nya dan " cup " sekilas tiyas mengecup bibir damar
" sudah.. jangan cemburu, " ucap tiyas lalu tersenyum sembari mengusap rahang damar
" aku hanya mencintai mu percaya lah " ucap nya lagi lalu memeluk damar ,seketika amarah damar meredam melihat cara tiyas menenangkan hatinya lalu tersenyum
" sungguh.."
" heum "jawab tiyas lalu menenggelamkan wajah nya di dada bidang damar
" I love you.. "
" I love you too " jawab tiyas lalu tersenyum di pelukan damar
" braaakkkk " suara pintu terbuka
" Astagfirullah..." Teriak damar sedikit mendorong tiyas saat pintu terbuka
" Brengsek ...!! " upat damar pada bram.
" kamu mau membuat ku mati lebih cepat hah " ucap damar memegang dadanya dan melihat wajah cemas dan khawatir Bram yang tiba tiba masuk lalu tiyas pun memilih untuk duduk di kursinya dan hanya melihat damar dan bram duduk di sofa
" Mona dam ..Mona.." ucap Bram mengusap kasar wajahnya
" Mona..? " Tanya damar mengerutkan dahinya
" Iya ,pagi tadi dia menghubungi ku , dan ingin mengatakan ingin menemui Wina , kamu tahu sendiri mulut sampah nya jika sudah berbicara "
" Sampah..? Kamu sendiri juga pernah menikmati bibir nya " canda damar lalu tertawa
" Aku serius brengsek .." jawab Bram mengusap wajahnya
" Ya..iya.. tenang bram..jika Mona bisa menemui Wina lalu Mona ingin berbuat apa? , Kamu lupa istri mu lebih cerdas jika hanya berdebat dengan mona" terang damar lalu menepuk lengan Bram dan tersenyum
" Iya, aku tahu tapi aku tetap saja khawatir "
" Sudah santai saja.."jawab damar lalu berdiri menuju meja kerjanya.
__ADS_1
" Baiklah .. terima kasih ,dan bekerja dengan baik jangan berpacaran saja "jawab bram menggoda damar dan tiyas lalu tertawa dan keluar dari ruangan damar ,damar dan tiyas hanya tertawa kecil.
🍁
Wina masih memikirkan siapa yang menghubungi suami nya tadi pagi ,ia mendengar Bram menyebut nama mona dan setelahnya menghubungkan boy .
" Baiknya aku tanyakan saja dengan boy "batin Wina lalu Wina menghubungi boy yang berada di teras catering nya agar keruangan nya
" duduk boy.. " ucap Wina saat boy masuk ke ruangannya , lalu boy pun duduk di kursi di depan Wina
" Ada hal yang ingin saya tanyakan pada mu" ucap Wina melihat boy yang sedikit menunduk
" Iya nyonya , silahkan. " Jawab boy sopan
" Sudah berapa tahun kamu bekerja dengan keluarga Sanjaya "
" Sepuluh tahun nyonya "
" Jadi kamu mengetahui siapa saja yang dekat dengan mas Bram sebelum mas bram ke luar negri ,dan siapa saja mantan kekasih nya
" rahel dan mona nyonya. "
" sejauh mana hubungan Rahel dengan tuan muda mu dan kenapa mereka putus "
" ok.. bagaimana dengan mona "
" 3 tahun nyonya ,tapi Mona meninggalkan tuan muda begitu saja dan memilih pria lain,tapi masih sering mengunjungi tuan muda " jelas boy lalu tersenyum simpul
" Kamu mempunyai foto Mona ?"
" Ada nyonya ,sebentar " jawab boy lalu mengambil ponsel nya dan memperlihatkan foto Mona
" Baiklah , terima kasih dan ayo kita ke kantor, perasan ku tidak enak mendengar nama mona " jawab Wina lalu mengambil tasnya dan bergegas ke kantor bram .di sisi lain Mona sudah datang ke kantor bram dan berusaha menggodanya .
" halo sayang... apa kabar " sapa mona tiba tiba masuk ke ruangan bram ,dan membuat bram terkejut
" Sial .. kenapa dia datang kemari " batin Bram mengepal jemarinya
" Bagaimana kabar mu sayang ,aku merindukan mu " ucap mona hendak mencium bram , sontak Bram menghindar
" Jangan menghindari ku sayang.. " ucap Wina , Bram pun sedikit mendorong mona namun Mona menarik dasi bram
__ADS_1
" Lepas Mona .." geram bram menarik dasinya namun ia tidak bisa beranjak dari kursinya karena Mona mengunci nya dengan tubuhnya
" Kamu masih seperti yang dulu bram , sedikit kasar ,tapi aku menyukai nya , sebenarnya aku datang kemari hanya ingin melihat istrimu seperti apa orangnya "
" Yang jelas dia lebih cantik dan terhormat dari pada dirimu " jelas Bram menatap tajam Mona
"Oh ya.. " jawab Mona tidak percaya tak lama Wina datang dengan menahan amarahnya
" Hai sayang .. " sapa Wina yang membuka pintu ,dan melihat Bram berada di kungkungan mona
" Oh.. maaf ,apa ada klien baru. " Tanya Wina berpura pura tidak mengetahui jika itu Mona , lalu Wina menghampiri bram dan memutar kursi nya agar Bram terlepas dari Mona
" Mas .. aku merindukan mu " ucap Wina manja dan langsung memeluk bram saat Bram sudah berdiri, Mona hanya melihat dengan kesal dan mengumpat dalam hati
" Sial ternyata dia lebih cantik dan anggun " batin Mona lalu membuang pandangan nya
" Iya sayang aku juga merindukan mu " jawab bram memeluk Wina dan mencium kening Wina
" Siapa dia mas ..klien ?" Tanya Wina
" Tidak penting ' jawab bram lalu Tersenyum dan melihat sinis Mona , sedangkan Mona dengan tidak tahu malunya justru memperkenalkan dirinya sebagai mantan kekasih bram
" perkenalkan saya mona,mantan kekasih bram " ucap mona melihat Wina dengan sombongnya
" oh..Mantan ..? "Jawab Wina lalu tersenyum dan mengulurkan tangannya
" perkenalan saya Wina Wijaya , istri sah bram Sanjaya , nyonya Sanjaya " jawab Wina yang tidak mau kalah lalu tersenyum ramah yang ia buat buat, Bram yang mendengar jawaban Wina pun ingin sekali tertawa melihat tingkah istri namun ia tahan dan hanya melihat bagaimana kelanjutan nya , karena ia tahu Wina sedang cemburu
" cih.. jangan bertingkah manis di depan ku,kamu pasti memperdaya bram kan agar bram mau menikahi mu,saya tau siasat mu seorang janda seperti mu ,kamu memberikan tubuh mu lebih dulu untuk menjebak nya hah " decak Mona yang muak dan kesal melihat respon. Wina
" Oh.. jelas ,mas bram memang tergila gila pada ku , buktinya dia menjadikan ku istrinya bukan dirimu ,, itu artinya aku lebih dari mu " jelas Wina sengaja lalu ia mendekat ke arah Mona dan berbisik
" saya memang janda, dan mempunyai status yang jelas, jika di banding kan dirimu, yang seorang gadis tapi rasa janda " bisik Wina lalu tersenyum dan merapikan kerah baju Mona , Mona pun menatap tajam dan membuang pandangan nya
" Sebaiknya kamu segera keluar dari kantor suami ku sebelum aku mempermalukan mu lebih jauh ,aku sudah mengetahui tentang dirimu Mona " ucap Wina lalu tersenyum penuh kemenangan
" Brengsek .." geram Mona
"Keluar...!!!! " nada tinggi Wina menggema di ruangan bram sambil menunjuk pintu
" Urusan ku belum selesai dengan mu " jawab Mona lalu meraih tasnya yang ia letakkan di meja Bram lalu keluar dari ruangan. Bram pun tertawa melihat Wina untuk pertama kalinya berbicara dengan nada tinggi .
__ADS_1
" Istri ku hebat " ucapnya yang masih tertawa dan melihat Wina duduk di kursi nya sambil menghabiskan satu gelas air putih milik nya
🍁🍁🍁🍁