Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
34. Demam


__ADS_3

Pagi pagi wina bangun lebih awal dan memang sudah kebiasaanya. kemudian membangunkan Bram untuk shalat Subuh. Setelah selesai subuh, Bram berbaring di tempat tidur, ia merasa tubuhnya terasa berat. dan kepalanya terasa berputar putar.


"Mas. mas kenapa..?" tanya wina. ia memperhatikan Bram yang sedang berbaring di tempat tidur. tidak biasanya selesai subuh Bram berbaring. biasanya ia langsung mengecek email di ponselnya.


"Kepala mas terasa pusing," lirih Bram. Wina mendekati Bram, kemudian menempel telapak tangannya di kening sang suami.


"Astaga mas, mas demam."


"Tunggu sebentar mas."ucap Wina berlari kamar dengan terburu-buru. menuruni anak tangga menuju dapur.


"Mbok minta air hangat dan handuk kecil , mas Bram demam." ucap wina pada mbok Retno yang berada di ruang makan.


"Sebentar non." jawab mbok Retno, wina mengangguk menunggu mbok Retno mengambil air hangat dan handuk kecil.


"Ini Non," ucap mbok retno dan memberikan wadah berisi air hangat.


"Terima kasih mbok,"

__ADS_1


"Sama sama non " jawab mbok Retno. Wina bergegas naik ke lantai atas dan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Wina melihat Bram menggigil kedinginan, segera wina menghampiri bram kemudian menyelimutinya. setelah itu Wina Mengompres dahi Bram, lalu memberikannya obat penurun panas yang ia bawa dari rumah.


"Mas.. minum dulu obatnya" Wina membantu Bram meminum obatnya, Bram sekilas tersenyum. ia senang Wina merawatnya saat ia sakit. tidak salah ia memilih istri yang begitu perhatian dan penuh kasih sayang.


"Mas istirahat ya. aku mau melihat syasa sebentar, " Bram mengangguk pelan, lalu Wina menuju kamar Syasa.


"Jangan lama lama, cepat lah kembali" balas Bram saat Wina belum sampai ke pintu.


"Iya," jawab wina singkat lalu meninggalkan bram sendiri di kamar untuk menemui syasa dan Dini.


"Dini.. tolong untuk hari ini kamu yang mengurus syasa, mas Bram sakit, jadi aku harus mengurusnya, " ucap Wina saat sudah di kamar syasa. lalu ia duduk di tempat tidur melihat syasa yang masih tidur pulas.


"Baiklah. Aku ke kamar," ucap Wina. Wina mengecup pipi syasa sebelum ia beranjak dari kamar sang anak, sebenarnya ia tidak ingin melewatkan hari bersama syasa tapi apa boleh buat ia harus membagi perhatiannya pada sang suami.


Wina menganti kompresnya. lalu ia ikut berbaring di samping suaminya. tak terasa wina pun ikut tertidur di samping suaminya, dan memeluk Bram. Cukup lama mereka tidur hingga bram bangun.


"Terima kasih sudah merawat ku," ucap bram dalam hati,lalu mencium pipi wina, wina terkejut dan membuka matanya.

__ADS_1


"Mas sudah bangun?"


"heum"


"Aku akan membuatkan mas sesuatu," ucap Wina yang hendak turun dari tempat tidur, namun Bram mencegahnya dengan cara menarik lembut lengan Wina.


"Tidak perlu sayang. biar mbok Retno saja, kamu temani mas saja di sini" Bram memeluk Wina


"Mas kalau sakit manjanya melebihi syasa, u


"Biar. aku manja dengan istri ku," jawab Bram lalu tersenyum.


"Harus, tidak boleh ada wanita lain yang memanjakan mu saat kamu sakit, dan hanya aku yang boleh mengurus dan memanjakan mu" mereka berdua tertawa, saling berpelukan.


"Kamu memang idaman ku sayang"


"Mas. aku harap kita akan seperti ini sampai tua, sampai mempunyai cucu dan cicit banyak"

__ADS_1


"Pasti, nanti aku akan memberikan mu anak yang sangat banyak supaya cucu cicit kita juga banyak,".


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2