
" semua sudah siap " tanya bram pada wina
" sudah mas " jawab wina lalu tersenyum
" anak papa sudah siap ? " tanya bram pada syasa yang melihatnya masih sedikit takut karena penampilan bram yang baru. namun syasa hanya menggangguk dan memperhatikan wajah bram yang di tumbuh bulu bulu halus
" kenapa sayang, kenapa melihat papa seperti itu eum.. " tanya bram lagi pada syasa yang terus melihat nya lalu bram menggendong syasa syasa pun terus melihat bram lalu setelah bram menggendong nya syasa mencoba memegang rahang papa nya lalu tersenyum geli bram dan wina pun tertawa melihat tingkah anaknya.
" sudah ayo berangkat.. " ucap wina lalu mereka pun melangkah keluar rumah, laku berpamitan pada pak bima dan bu mila yang kebetulan sedang berada di teras rumah.
" pa...ma.. kami berangkat, syasa salim salam sama oma dan opa sayang " ucap wina sambil menyalami pak bima dan mu mila di ikuti syasa yang masih dalam gendongan bram
" hati hati ya sayang, yang pinter sekolah nya" ucap bu mila lalu mencium pipi syasa
" iya oma " jawab syasa
" Bram penampilan mu sekarang berbeda, jauh lebih tampan dan keren " ucap bu mila memuji anaknya
" mama bisa saja, ini semua berkat menantu mama " jawab bram melihat wina yang berada di sampingnya
" di balik suami yang tampan ada istri yang sabar mengurusi, merawat dan memperhatikan penampilan suami nya " ucap bu mila, lalu tersenyum ke arah wina
" itu harus ma, seperti mama yang selalu memperhatian penampilan papa agar tetap wibawa di depan semua karyawan nya, bukan begitu ma " jawab wina lalu tersenyum
" kamu benar sayang " ucap bu mila lalu tersenyum dan melihat pak bima yang juga tersenyum
" papa ayo berangkat " ucap syasa sedikit menarik jas bram
" ah iya sayang, ayo, ma pa kami berangkat " ucap bram lalu menyalami pak bima dan bu mila
__ADS_1
" hati hati.. " ucap pak bima, lalu bram, wina dan syafa serta dini pun masuk kedalam mobil. lalu pak dedy pun melajukan mobil nya.
" sayang mungkin mulai besok syasa harus berangkat terlebih dahulu, mas sudah menyiapkan satu sopir lagi untuk mengantar dan menjemput syasa kesekolah , dan mas juga sudah menyiapkan satu bodyguard untuk menjaga syasa " ucap bram saat berada di dalam mobil
" iya tidak apa apa,percuma aku menolak nya,dan aku tahu mas pasti memberikan terbaik untuk syasa " jawab wina lalu tersenyum, selang beberapa menit mobil nya pun telah sampai di depan sekolah syasa, lalu syasa dan dini turun lalu masuk ke dalam sekolah, lalu pak dedy melajukan kembali dan menuju ke tempat catering wina.
" sayang sudah sampai " ucap bram saat sampai di pelataran catering wina, wina pun masih memegang erat lengan bram dan menyandarkan kepala nya
" aku mau ikut ke kantor " jawab wina manja yang masih menyandarkan Kepala nya
" kenapa tiba tiba kamu manja eum.. " jawab bram lalu menyibak rambut wina yang menutupi wajahnya
" tidak apa apa, aku mau ikut ke kantor , aku tidak mau kamu jadi pusat perhatian karyawan di kantor, karena kamu hari ini terlihat lebih tampan " ucap wina yang masih memeluk bram, bram yang mendengar ucapan istrinya pun tertawa begitulah juga sang sopir hanya tersenyum mendengar ucapan nyonya mudanya.
" pak dedy, apa bener apa yang di katakan istri ku ,jika hari ini aku terlihat lebih tampan " tanya bram pada pak dedy
" tuan memang tampan sedari dulu tapi kali ini nyonya muda benar, hari ini anda lebih tampan dari biasanya " jawab pak dedy lalu tersenyum sopan.bram pun tersenyum mendengar jawaban pak dedy lalu mempererat pelukan nya pada wina.
" bukankah itu pak bram, astaga semakin hari semakin tampan " ucap salah satu karyawannya yang melihat wina dan bram masuk kedalam lift
" dan itu istri nya yang dulu bekerja sebagai OG di sini, bu wina juga semakin cantik , mereka memang serasi " jawab salah satu nya.setelah beberapa menit bram dan wina sampai ke ruangannya
" astaga mas, semua mata karyawan mu tidak berkedip melihat mu, apa lagi karyawan baru, rasanya ingin aku melepas sepatu ke arah mereka " ucap wina kesal lalu berjalan menuju sofa dan duduk di sofa bram yang mendengar nya pun hanya tertawa dan duduk di sebelah wina, lalu wina pun memeluk bram
" manja " ucap bram lalu mencium pucuk rambut wina dan tersenyum
" aku manja hanya dengan mu, kalau tidak dengan mu dengan siapa lagi mas " Jawab wina lalu tersenyum
" iya sayang, aku menyukai sikap manja mu pada ku " ucap bram lalu mancium kening wina. tiba tiba damar masuk tanpa mengetuk pintu, dan ekpresi nya pun tidak seperti biasanya yang suka menggoda bram dan wina kali ini dia diam seolah menyembunyikan perasaan nya.
__ADS_1
" pagi bram.. ini laporan untuk seminggu ke depan. dan besok aku ijin untuk berlibur " ucap damar meletakkan map di depan bram tanpa melihat wina dan bram , yang sudah melepaskan pelukan nya
" baiklah, tapi ada apa tiba tiba kamu ingin berlibur ? tanya bram dan melihat wajah damar yang nampak menyembunyikan kesedihan
" tidak, aku hanya ingin berlibur saja " jawab damar lalu hendak melangkah namun bram menahan pergelangan tangan nya , lalu bram berdiri.
" ada masalah apa, ceritakan pada ku, aku sahabat mu " ucap bram melihat damar yang seolah memendam kesedihan nya
" aku tidak apa apa " jawab damar lalu menepuk pundak bram
" kamu tidak bisa berbohong pada ku dam, aku tahu kamu sedang mempunyai masalah ? " ucap bram namun damar langsung keluar begitu saja dan berlari menuju atap gedung , lalu bram mengikuti nya, wina yang melihat dua sahabat yang saling peduli itu pun memilih untuk tetap diam di ruangan bram, dan tidak mau mencampurinya. sesampainya di atap gedung damar pun berteriak sekuat kuatnya melepaskan sesak di dadanya.
" kenapa ini terjadi pada ku, kenapa kamu melakukan semua nya astrid.. !! " ucap damar . bram yang mengejarnya dengan nafas yang terengah-engah pun hanya menatap nya dari ke jauhan sembari membungkuk mengatur nafas nya. lalu mendekati damar
" ceritakan pada ku, apa masalah mu " ucap bram memegang pundak damar. damar yang meneteskan air matanya pun buru buru mengusap nya dan mengela nafas panjang.
" astrid.. astrid berselingkuh di belakang ku bram " jawab damar lalu menunduk
" apa.. ! , astaga.. ! " ucap bram terkejut dan mengusap kasar wajah nya, pasalnya bram sangat mengetahui kisah cinta mereka.
" aku sudah menyelidiki semua nya dan terbukti semua nya, astrid pernah menginap di hotel dengan pria lain dan sebulan lagi surat perceraian ku akan keluar " ucap damar sambil tersenyum sinis pada dirinya sendiri
" aku tidak menyangka astrid bisa berbuat demikian, yang aku tahu kalian saling mencintai, Maaf damar untuk masalah ini aku tidak bisa membantu, aku hanya bisa mengatakan, sabar. semoga kedepan nya kamu menemukan kebahagiaan , dengan siapapun itu. " jawab bram lalu menepuk pundak damar.
" sekarang pulang lah, dan jernihkan pikiran mu " ucap bram lalu tersenyum
" baik lah terima kasih "jawab damar lalu tersenyum kemudian ia pun pamit untuk pulang
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕