Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
manis


__ADS_3

" mas, stop jangan menciumi leher ku, geli mas " Ucap Wina yang sedang memainkan ponsel nya, namun bram mengabaikan ucapan Wina dan terus menciumi leher Wina


" mas menginginkan nya sayang " jawab bram melihat Wina


" aku sedang datang bulan mas " jawab Wina lalu menyunggingkan senyuman nya


" astaga.. jadi tingkah mu aneh beberapa hari ini karena mau datang bulan , mas pikir kamu sedang hamil ? " tanya bram sedikit kecewa lalu berbaring di tempat tidur


" iya mas, hamil dan sedang datang bulan itu mood nya sama saja mas gampang berubah ubah, jadi mas harus sabar, apa lagi jika aku benar benar hamil " jawab Wina lalu tersenyum


" sudah, tidur lah, besok aku meninju tempat untuk membuka cabang catering ku "


" hah..! buka cabang ? "


" iya mas.. apa kamu mengizinkannya ? " tanya Wina sambil membenarkan bantalnya dan berbaring di tempat tidur


" lakukan lah sesuka mu asal kamu senang dan bisa membagi waktu untuk anak dan suami tampan mu ini " jawab bram lalu tersenyum kemudian memeluk wina


" Terima kasih mas.. " jawab Wina lalu tersenyum dan menenggelamkan wajah nya di dada bram.


" kamu tidur lah , aku mau menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, " ucap bram lalu bangkit dari tidur nya


" baiklah, jangan terlalu malam " Jawab Wina, laut bram mencium kening wina lalu bram menuju ruang kerjanya.


🍁


" astaga.. harus berapa lama lagi aku menunggu taksi, ck.. " ucap tiyas kesal lalu melihat jam tangan nya karena hari semakin malam, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di hadapan nya, lalu seseorang membuka kaca mobilnya, tiyas pun memperhatikan siapa yang berada di dalam mobil tersebut.


" pak damar " ucap tiyas saat tahu siapa yang membuka kaca mobil

__ADS_1


" tiyas.. ? "


" iya pak, saya tiyas " jawab tiyas sopan


" sedang apa malam malam di halte sendiri dan dari mana? " tanya damar yang masih berada di dalam mobil


" sedang menunggu taksi pak " jawab tiyas apa adanya lalu tersenyum


" masuklah.. "


" apa.. ?


" masuk " jawab damar singkat, akhirnya tiyas menurut dan masuk ke dalam mobil.


" dari mana, bukankah jam kerja sampai sore ? " tanya damar Santai, lalu melajukan mobil nya


" dari rumah teman pak, meminjam buku, untuk merevisi bahan skripsi saya " jelas tidak sopan, lalu tersenyum


" iya Pak , kuliah malam "


" bagus "


" Terima kasih pak "


" rumah mu di mana, biar saya antar " ucap damar


" lurus terus saja pak, perempatan belok kiri, " jawab tiyas sambil menunjuk arah jalan


" baik lah " ucap damar lalu menambah kecepatan mobil nya . sesekali damar melirik nya tiyas yang duduk di sebelah nya.

__ADS_1


" ternyata kamu manis jika berpakaian biasa " ucap damar dalam hati setelah melirik tiyas lalu tersenyum, dan melihat jalanan.


"Kuliah mu jurusan apa ?


" manajemen pak " Jawab tiyas sekilas melihat damar


" Yas.. Kamu sudah berapa lama berteman dengan wina " Tanya


" Kurang lebih 3 tahun pak " Jawab tiyas sopan lalu tersenyum


" Pasti kalian sangat dekat, karena dulu aku sering melihat kalian jalan bersama, makan bersama."


" Itu dulu pak, tapi sekarang sudah berubah, Wina sudah tidak bisa seperti dulu, kami berempat dulu suka tertawa, bermain bersama terkadang Wina, membawa anaknya, tapi pertemanan kami tidak berubah, Wina masih sering menghubungi ku dan saling memberi kabar hanya status kami saja yang berubah, " Jelas tiyas menerawang betapa tulusnya pertemanan mereka


" Ya Wina memang sangat baik, bram tidak salah memilih istri " Jawab damar


" pak berhenti di depan , itu rumah saya " ucap tiyas lalu damar pun memberhentikan mobil nya


" Terima kasih pak, maaf sudah merepotkan bapak " ucap tiyas sopan lalu tersenyum


" sama sama "


" Apa bapak tidak mau mampir sebentar " Ucap tidak basa basi


" Lain kali saja, sudah malam, turun lah " jawab damar lalu tersenyum, kemudian tiyas pun turun sedangkan damar langsung menuju apartemen nya


🍁🍁🍁🍁


Vote like komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2