Terjerat Cinta Single Parent

Terjerat Cinta Single Parent
35.Morning kiss


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, Wina kembali berbaring di tempat tidur setelah subuh. Mungkin faktor cuaca jogja yang dingin, sedangkan Bram memilih untuk mandi, karena satu hari kemarin ia tidak mandi. Setelah selesai mandi Bram mengenakan kaos dan celana untuk olahraga. di lihat istrinya yang kembali tidur, ia hanya tersenyum, ia turun untuk menuju ruangan gym miliknya. saat berjalan ke ruangan gym, Bram berpas Pasan dengan mbok Retno


"Pagi tuan" sapa mbok Retno sopan.


"Pagi mbok. oh ya mbok, nanti kalau istri saya mencari ku, katakan saya ada di ruangan gym."


"Baik tuan" jawab mbok Retno sopan. kemudian Bram menuju ruangan gymnya.


Wina perlahan membuka matanya. melihat sekeliling kamarnya, mencari keberadaan suaminya.


"Mas..!" Wina turun dari tempat tidur, ia mencari di kamar mandi.


"Mas..!, kemana mas Bram" Wina tidak menemukan suaminya di kamar maupun di kamar mandi, lalu ia memutuskan melihat ke balkon, dan juga tidak menemukannya. kemudian ia menuju kamar Syasa, mengira suaminya berada di kamar sang anak. Namun ia juga tidak menemukannya, justru melihat Syasa masih tertidur bersama dini. lalu ia menuju lantai bawah. saat menuruni anak tangga, Wina melihat mbok Retno sedang membersihkan ruang tengah.


"Mbok. mbok lihat mas Bram?" tanya wina


"Di ruang gym non, ruangan nya dekat taman samping,"


"Oh. Terima kasih mbok."


"Sama sama non."


"Apa mas Bram sudah sembuh,?" gumam wina sembari berjalan menuju ruang makan untuk mengambil air minum. kemudian menyusul suaminya.


"Mas.., " sapa Wina. Bram sekilas melihat Wina yang berjalan menghampirinya. Bram meletakkan barbel di tempatnya.


"Ada apa sayang?"


"Mas melupakan sesuatu," Bram menautkan kedua alisnya. mengingat ingat apa yang ia lupakan.


"Melupakan sesuatu? maksudmu? " tanya bram heran, Wina mendekati Bram, mengusap lengan kekarnya. memandangi wajahnya begitu lekat.


"cup" Wina mencium bibir suaminya.

__ADS_1


"Mas melupakan itu." Bram tersenyum lalu meraih tengkuk Wina dan mereka berciuman. ciuman mereka sedikit panas. Bram beralih mencium leher Wina. kemudian sedikit membuka piyama Wina. Namun tiba tiba mbok Retno datang.


"Maaf tuan" suara mbok Retno mengangetkan mereka. mbok Retno hanya bisa menunduk. dan tidak mau melihat wajah Wina dan Bram. Bram dan Wina sedikit salah tingkah.


"Iya mbok" tanya Bram.


"Maaf tuan. ada tamu!" Bram dan Wina saling pandang, siapa gerangan pagi buta datang ke villanya.


"Tamu?"


"Tuan Damar. tuan"


"Damar?"


"Iya tuan. permisi," Bram mengangguk. lalu mbok Retno meninggalkan Bram dan Wina.


"Pak Damar ada perlu apa kemari masm " tanya wina


"Tidak tahu, tapi sepertinya penting, jika tidak penting tidak mungkin, dia datang jauh jauh dari Jakarta." Mereka berdua menemui Damar. Damar yang baru sampai pun duduk bersandar di sofa sambil menonton televisi.


"Hai bro"


"Ada pagi pagi kau sudah sampai di villa?" tanya Bram. kemudian ia duduk di sofa di ikuti Wina.


"Kalau tidak ada hal penting, aku juga tidak akan menyusul mu, " jawab damar yang pandangan nya masih berada di televisi.


"Hal penting apa? "


"Tanda tangan mu" Damar lalu mengambil beberapa berkas di tasnya lalu memberikannya pada Bram.


"Kenapa tidak meminta papa untuk menandatanganinya" jelas bram sambil membuka berkasnya lalu membacanya sedangkan wina hanya diam memperhatikan televisi.


"Om Bima ke Singapore ada meeting di sana ,dan kembali besok pagi," jelas Damar melihat bram dan wina bergantian. Damar melihat Wina yang masih menggunakan baju tidur pun hanya tersenyum. Wina begitu cantik alami tanpa menggunakan polesan wajah. tidak salah Bram tergila gila pada Wina.

__ADS_1


"Wina.. boleh aku minta sarapan? aku lapar, belum sarapan? " tanya Damar tiba tiba. ia begitu lapar. saat berangkat ia belum sarapan.


"Boleh pak, sepertinya mbok Retno sudah memasak. Ayo mas sekalian kita sarapan," Ajak wina.


"Ok. Ayo, Dam ini sudah aku tanda tangan semua."


"Ok," kemudian mereka menuju ruang makan.


"Mbok. masak apa hari ini?" tanya Wina.


"Masak nasi goreng non, oh iya ini jus jeruk hangatnya," jawab mbok Retno sopan, sambil menyajikan jusnya di meja makan.


"Syasa mana win? tanya damar saat duduk di kursi meja makan.


"Ada.. masih tidur di kamar."


"Pantas!" goda damar lalu tertawa kecil.


"Maksud mu?" tanya Bram heran


"banyak tanda merah " jawab damar sekilas melihat leher Wina, Wina sedikit malu. kemudian menarik rambutnya ke depan agar menutupi lehernya.


"Sudah makan. jangan menggoda kami, selesai makan, cepat pulang."


"kau mengusir ku,"


"Hem" jawab Bram santai.


"Sial!"


"Bodo'" jawab Bram santai, Damar kesal lalu menyendok makanannya secara kasar. membuat Wina tertawa kecil. Bram dan Damar walau sudah dewasa tingkahnya seperti anak kecil jika bersama. dan itu membuat persahabatan mereka awet sampai saat ini.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2