
sayup sayup deringan ponsel milik bram, ia pun bangun dan melihat siapa yang menghubunginya lalu ia pun mengangkatnya
"Hallo ma " jawab Bram dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"kamu di mana, mama dari tadi menghubungi mu,tapi tidak kamu angkat angkat ponselnya, mama juga menghubungi damar ,katanya kamu sudah pulang dari siang, sekarang kamu ada dimana " omel sang mama di balik sambungan ponsel
''di hotel ma tidur'' balas Bram santai
''Astaga! tega kamu ya.. ingat bram kamu udah punya istri,kurang apa istri kamu hah ,istri kamu sedang hamil dan kamu justru di hotel dengan perempuan lain,kamu mau mama bikin sate hah.. mana menantu mama " nada tinggi sang mama yang mengira bram di hotel dengan wanita lain namun Bram justru tertawa
''ma Bram di hotel dengan Wina bukan wanita lain'' jawab Bram lalu tertawa kembali
" he.. kamu bersama wina, mama pikir kamu..'' balas bu mila yang kalimatnya terhenti karna malu dengan ucapan sendiri.
" iya ma.. menantu kesayangan mama ini tiba tiba minta istirahat di hotel, mama tahu sendiri ibu hamil seperti apa " jelas Bram sambil melihat Wina yang masih tertidur.
"oh.. ya sudah.. jaga dia baik baik, mana dia sekarang?''
''wina masih tidur ma''
"ya sudah.. nanti kalau wina bangun langsung pulang "
"iya ma.." lalu mereka berdua memutuskan sambungan ponselnya masing-masing
Bram mendekati istrinya kembali, dan mengusap pipi wina dengan lembut agar wina bangun, Wina membuka matanya saat merasakan ada yang mengusap pipinya kemudian tersenyum
''mas..''
''heum''
"pulang.. sudah jam empat sore" jawab Wina manja yang matanya melihat jam dinding.
''iya, ayo tapi mas cuci muka dulu" balas Bram lalu bangkit dari tempat tidur di ikuti Wina
setelah selesai mencuci wajahnya, Wina memoles wajahnya dengan bedak tipis tipis lalu memakai pewarna bibir. Bram hanya melihatnya sembari mengenakan jam tangan dan tersenyum, lalu ia mengambil sisir lalu menyisir rambut panjang wina
"mas.. besok aku mau ke rumah ku, aku rindu dengan mbak mbak mita''
"boleh tapi di antar sopir "
__ADS_1
"iya, aku juga mau membereskan barang barang yang sudah tidak terpakai di sana dan mengambil beberapa foto syasa waktu masih bayi''
"iya'' jawab Bram lalu tersenyum dan mencium pucuk rambut Wina lalu meletakkan sisirnya di meja nakas.tak lama mereka keluar kamar.
Bram dan Wina berjalan menuju lift dan terus menggenggam jemari wina sambil menghubungi bagas untuk menyiapkan mobil miliknya
''bagas mana kunci mobilnya'' tanya Bram saat sampai di lobby hotel
''ini tuan mobil nya sudah saya siapkan di depan'' jawab Bagas sopan
'' terima kasih" jawab Bram lalu berlalu begitu saja bersama wina. wina hanya tersenyum simpul tanda terima kasihnya pada bagas.
🍁
"ma.. maaf, Wina sama mas bram pulang terlambat" ucap Wina menghampiri mama mertuanya yang sedang duduk di ruang tamu karna menunggu diri nya.
"Dari mana saja kalian " jawab Bu Mila ketus padahal hanya ingin mengerjai menantu nya.
''mama marah.." jawab wina lirih meraih tangan mama mertuanya. Bram dan pak bima hanya melihat kedua bidadari rumah nya dengan senyum tanda tanya
''Apa kamu tahu, suami mu bersama wanita tadi di hotel?" ujar Bu Mila menahan tawa
"Apa ?.'' jawab Wina terkejut lalu sorot matany langsung menatap Bram dengan sorotan membunuh,Bram terperangah mendengar ucapan sang mama melihat Wina dan Bu Mila secara bergantian.
"Apa waktu aku tidur mas meninggalkan ku lalu mas dengan wanita lain''
''Tidak sayang mas hanya..''
"mas.. jahat... " ucap Wina yang memotong kalimat Bram yang belum selesai matanya berkaca kaca lalu sedikit berlari ke kamar dan membawa syasa yang sedang bermain di ruang keluarga
''Mama..! apa yang mama lakukan?'' ucap Bram kesal pada mamanya, Namun Bu Mila hanya tertawa begitu juga pak Bima
''jangan seperti itu ma, kasihan Bram dan Wina juga sedang sensitif''
''sekali kali pa, mama mau melihat bagaimana Bram membujuk istrinya yang sedang marah '' balas Bu Mila seraya melihat Bram mengetuk pintu kamarnya.
"Sayang buka pintu nya, apa yang di katakan mama itu tidak benar sayang.. " ucap Bram di balik pintu.
"Mas... jahat.. "teriak Wina di balik pintu seraya memeluk syasa dan meneteskan air mata
__ADS_1
''Buka sayang, mas akan menjelaskan semuanya, semuanya itu tidak benar, bukankah tadi aku juga tidur bersama mu?''
Tak lama,Wina membukanya pintunya dan melihat Bram
''Dengar, mas memang sama perempuan di hotel ,tapi perempuan itu kamu sayang hem.. masih mau marah tidak jelas, itu salah sayang " ucap Bram memandangi istrinya
"jadi?"
"Jadi mama hanya mengerjai mu" saut Bu Mila lalu tertawa kecil dan menghampiri Bram dan wina yang berdiri di depan pintu kamarnya di ikuti pak bima
"Mama!" balas Wina kesal dam mengerucutkan bibirnya
''Wina pikir mas Bram bersama wanita lain, Awas saja jika itu terjadi?'' ancam Wina mencubit pinggang Bram
''Aduh! sakit sayang.. " pekik Bram seraya mengusap pinggangnya di iringi gelak tawa.
'' Ya sudah kalian sudah makan?'' tanya Bu Mila
''Sudah ma, tapi Wina lapar lagi'' ucap Wina tanpa sungkan dan menyunggingkan senyumnya ke arah Bram
''kamu ingin makan apa?'' tanya Bram
''kepiting, sepertinya enak'' jawab Wina membayangkan lezatnya masakan seafood yang satu itu.
''Papa, Caca juga lapa'' saut syasa tiba tiba bergelayut di kaki Bram
'' lapar ya, eum.. kita pesan makanan dulu ya. ''
''iya pa, Caca juga mau kepiteng'' ucap syasa yang menyebut kepiting dengan bahasanya sendiri dan itu membuat gelak tawa semuanya
''kepiting'' jelas Bram membenarkan
''kepiteng''
''kepiting''
''kepiteng'' dan suasana semakin riuh dengan gelak tawa. lalu Bram memesan kepiting saus tiram di salah satu restoran langganannya.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
vote like komen
terima kasih