
"Yas selesai jam istirahat, apa kamu kembali lagi ke kantor cabang " tanya wina
" Iya.. Seharusnya sedari tadi aku kembali tapi pak damar menahan ku " jawab tiyas lalu tertawa kecil, damar yang mendengar nya pun membulatkan matanya lalu melihat tiyas,
" Tiyas.. " Pekiknya
" Bercanda pak " Ucap tiyas lalu tersenyum
" Di tahan untuk selamanya juga tidak apa apa " Ucap Wina lalu menyikut bram, bram pun hanya tersenyum
" Wina.. Pak bram, pak damar Baiknya aku kembali ke kantor cabang. Dan Terima kasih pizza nya .. " Pamit tiyas
" Tunggu, kamu naik apa kembali ke kantor cabang ? "
" Naik taksi atau ojek " Jawab tiyas santai
" Baik nya biar damar saja yang mengantarkan mu, dia juga harus bertanggung jawab sudah menahan mu, untuk membantu pekerjaannya, dan menjelaskan pada pak bondan jika besok kamu akan pindah ke kantor pusat, nanti biar pihak personalia yang membuat surat permohonan mu kepindahan mu " ucap Bram
" Baiklah pak.. " Jawab tiyas mengerti lalu tersenyum
" Dam.. " Ucap bram lalu mengisyaratkan matanya untuk mengantarkan tiyas
" Ya.. Ya.. Ya.. " Ucap damar pasrah lalu berdiri dan meninggalkan ruangan bram bersama tiyas,
" Aku harap mereka saling jatuh cinta " Ucap Wina saat tiyas dan damar keluar ruangan.
Itu sudah pasti damar itu tidak bisa jauh dari wanita " Jawab bram lalu tersenyum dan merangkul Wina
__ADS_1
" Kalau mas tidak bisa jauh dari ku " Goda Wina lalu mencium bibir bram
" Kita sama sama tidak bisa jauh sayang " Jawab bram lalu memeluk Wina dan kedua nya tersenyum
" mas... Aku pulang, syasa pasti sudah menunggu " Ucap wina sembari mengambil tas nya
" Apa kamu tidak mau menunggu ku? " Jawab bram
" Aku menunggu mas di rumah saja, siang ini biar waktu ku untuk syasa, malam nanti Waktu ku untuk mu " Ucap wina menggoda bram sambil mengusap dada bidang bram
" Kamu memang istri idaman, pintar membagi waktu, bisnis, anak dan suami " Ucap bram gemas lalu menyatukan kening nya
" I love you " Ucap bram
" I love too " Jawab Wina lalu tersenyum dan mengecup sekilas bibir bram.
🍁
" maaf pak , bisa sebentar berhenti di masjid, saya mau shalat " Ucap tiyas tiyas memulai pembicaraan setelah tiga puluh menit mereka diam selama perjalanan
" Baiklah, aku juga mau shalat " Jawab damar lalu tersenyum tak lama damar memberhentikan mobil nya di pelataran masjid, kemudian mereka turun dan shalat di tempat masing-masing selang beberapa menit mereka selesai lalu keluar dari masjid dan masuk kedalam mobil
" Kenakan sabuk pengaman mu " Ucap damar sambil mengenakan Sabuk pengaman nya
"Maaf pak, saya haus, boleh saya membeli air minum sebentar
" ya sudah kamu tunggu di sini, biar saya yang membeli minuman nya " Ucap damar, tiyas hanya mengangguk,, tiyas pun melihat damar membeli dua botol air minum di warung sebelah masjid lalu kembali ke mobil
__ADS_1
" Ini " Ucap damar saat masuk kedalam mobil lalu tersenyum dan memberikan Botol minuman untuk tiyas
" Terima kasih pak " Jawab tiyas sopan lalu tersenyum, kemudian tiyas membuka tutup botol dan meminum nya. Tanpa sadar damar memperhatikan tiyas saat minum
" manis " Ucap damar dalam hati lalu tersenyum kemudian melajukan Mobil nya.
" Tiyas boleh minta aku meminta no ponsel mu " Ucap damar memberanikan diri
" untuk apa ya pak "
" Astaga.. besok kamu sudah menjadi sekertaris ku , dan aku butuh nomer ponsel mu "
" oh.. jadi pak bram sungguhan meminta saya menjadi sekertaris bapak " Tanya tiyas memastikan
" bram tidak pernah bercanda masalah pekerjaan " Jawab damar melihat sekilas tiyas
" baik lah, mana ponsel pak damar " Ucap tiyas, lalu damar mengambil ponsel nya disaku jasnya dan memberikan nya pada tiyas, lu tiyas mengetik nomer ponsel nya di ponsel damar. Damar pun memberikan hp nya ke pada,
" Sudah pak, sudah saya simpan, saya beri nama tiyas " Ucap tiyas saat selesai mengetik no ponsel nya dan memberikan ponsel damar
" ok " Jawab singkat damar lalu mengantongi ponselnya disaku jasnya dan kembali fokus menyetir
🍁🍁🍁🍁
Vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1